"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Polisi Tanggapi Foto Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras ke KontraS

Penyerangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Pada malam hari, seorang aktivis HAM bernama Andrie Yunus mengalami luka bakar 24 persen akibat serangan air keras. Kejadian ini terjadi di kawasan Jalan Salemba I, Jakarta. Andrie Yunus merupakan anggota Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Dalam insiden tersebut, ia diserang oleh dua orang yang diduga menggunakan sepeda motor.

Beberapa foto yang beredar di media sosial menunjukkan ciri-ciri terduga pelaku. Dalam foto tersebut, pelaku terlihat memiliki rambut cepak dan berotot. Di dalam foto yang tersebar di platform X (Twitter), Sabtu (14/3/2026), tampak dua orang terduga pelaku sedang menggunakan sepeda motor dengan wajah jelas terlihat. Pengendara di bagian depan mengenakan topi biru muda dan helm hitam, sementara pria di belakang mengenakan kemeja biru tanpa helm.

Menanggapi foto-foto tersebut, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Roby Saputra, menyatakan bahwa foto yang beredar telah diproses menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, penggunaan AI untuk memperjelas wajah pelaku dapat mengganggu proses penyelidikan dan mengaburkan ciri-ciri pelaku yang sebenarnya. “Itu AI. Kami terganggu dengan editing foto ini karena mengganggu ciri-ciri pelaku sebenarnya,” ujar Roby kepada wartawan.

Berdasarkan foto yang beredar, ada beberapa hal yang janggal. Misalnya, bahu kanan pengendara tampak seperti membawa tas ransel, tetapi tidak terlihat tas di bagian punggungnya. Selain itu, bentuk tangan yang mengepal di pinggang kanan pengendara juga terlihat tidak wajar.

Hingga saat ini, polisi masih fokus memburu pelaku. Status perkara telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Penyidik berupaya mengidentifikasi pelaku lewat rekaman CCTV yang dikumpulkan di sekitar lokasi kejadian.

Kronologi Penyerangan

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh KontraS, beberapa hari sebelum kejadian, Andrie Yunus menerima panggilan dari nomor tidak dikenal antara tanggal 9 hingga 12 Maret 2026. Sebagian nomor tersebut diduga berkaitan dengan spam penipuan, pinjaman online, hingga modus m-banking.

Pada hari kejadian, Andrie beraktivitas seperti biasa dan berangkat dari kantor KontraS menuju kantor Center of Economic and Law Studies (CELIOS) di kawasan Menteng, Jakarta sekitar pukul 15.30 WIB untuk menghadiri pertemuan. Setelah agenda tersebut, sekitar pukul 19.45 WIB, ia menuju kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jalan Diponegoro, Menteng, untuk melakukan perekaman podcast bersama staf YLBHI, Zainal Arifin. Diskusi tersebut mengangkat tema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI”.

Perekaman siniar selesai sekitar pukul 20.00 WIB. Namun Andrie masih berada di kantor YLBHI hingga sekitar pukul 23.00 WIB sebelum akhirnya pulang menggunakan sepeda motor setelah sempat mengisi bahan bakar di SPBU Cikini.

Sekitar pukul 23.37 WIB, saat melintas di Jalan Salemba I dengan sepeda motor Yamaha Aerox berwarna kuning, Andrie melihat sebuah sepeda motor yang dikendarai dua orang melawan arah di kawasan Talang. Motor tersebut diduga jenis Honda Beat atau Honda Vario model lama berwarna hitam dengan panel putih di bagian belakang.

Ketika kedua kendaraan berpapasan, salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban. Cairan tersebut mengenai bagian kanan tubuh Andrie, terutama mata, wajah, dada, dan tangan. Korban langsung berteriak kesakitan hingga menghentikan motornya dan terjatuh.

Menurut keterangan KontraS, Andrie sempat berteriak meminta tolong sambil berteriak, “AAAH, AAHH, AAHH, PANAS… PANAS!” lalu berteriak “AIR KERAS, AIR KERAS,” hingga warga sekitar berdatangan. Akibat cairan tersebut, pakaian yang dikenakan korban bahkan disebut meleleh.

Dalam kondisi kesakitan, Andrie sempat berusaha mengambil motor dan tasnya sebelum meninggalkan baju yang rusak di lokasi. Sementara para pelaku langsung melarikan diri menuju Jalan Salemba Raya. Saat kabur, pelaku diduga menjatuhkan sebuah gelas berbahan stainless steel yang digunakan untuk membawa cairan tersebut.

Penanganan Medis dan Penyelidikan

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan Andrie mengalami luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata. Dimas mengatakan usai insiden itu, Andrie Yunus pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

“Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen,” kata Dimas dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026). “Pelaku merupakan dua orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang,” ucapnya.

Terpisah, Kapolda Polda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan pendalaman soal kasus dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus. Ia mengatakan saat ini penyidik masih bekerja keras untuk melakukan penyelidikan soal kasus tersebut.

“Masih dilakukan pendalaman. Anggota saya masih bekerja, bekerja keras,” kata Asep kepada wartawan di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, pada Sabtu (14/2/2026). Asep memastikan penyelidikan akan dilakukan secara transparan dan profesional dengan mengedepankan penyelidikan ilmiah atau scientific crime investigation.

“Doakan saja bisa terungkap dengan cepat ya,” tuturnya.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *