Kedekatan TNI dengan Dunia Pendidikan
JAKARTA – Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI Brigadir Jenderal (Arh) Osmar Silalahi menegaskan bahwa TNI memiliki hubungan yang kuat dengan dunia pendidikan, termasuk perguruan tinggi dan mahasiswa. Menurutnya, kerja sama yang terjalin melalui berbagai kegiatan akademik menjadi bagian penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan generasi muda.
“Kami cukup dekat dengan kampus dan dunia pendidikan. Bersama UPH, kami juga sering memberikan kuliah umum, khususnya terkait kepemimpinan dan wawasan kebangsaan. Ini menunjukkan bahwa TNI ingin terus hadir dan dekat dengan dunia kampus serta mahasiswa,” ujar Osmar saat menghadiri Media Gathering Universitas Pelita Harapan (UPH) 2026 di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, Jumat (6/3/2026).
Ia mengajak semua pihak, baik kalangan media, akademisi, maupun institusi negara, untuk terus bersyukur dan menjalankan peran masing-masing dengan penuh tanggung jawab. “Kita patut bersyukur, dan harapannya melalui profesi kita masing-masing, kita semua dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat Indonesia,” tuturnya.
Tema “Merawat Kebersyukuran”
Kegiatan Media Gathering 2026 mengusung tema “Merawat Kebersyukuran melalui Seni dan Jurnalisme yang Berdampak” dan dihadiri oleh jurnalis, redaktur, serta tim kerja sama yang mewakili lebih dari 25 media nasional tier 1. Acara ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus momentum memperkuat kemitraan strategis antara UPH dan media massa.
Dalam sambutannya, Associate Vice President of Student Development, Alumni and Corporate Relations UPH Dr. Andry M. Panjaitan menyampaikan apresiasi atas peran media dalam mempublikasikan berbagai kegiatan dan capaian universitas.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan media yang selama ini telah membantu menyuarakan berbagai inisiatif dan pencapaian UPH. Narasi yang kita bangun bersama telah memperluas dampak UPH, bukan hanya sebagai institusi akademik, tetapi sebagai komunitas pembelajar yang membentuk lulusan yang kompeten, berintegritas, dan memiliki hati untuk melayani,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar agenda formalitas, melainkan perjumpaan dua dunia yang sama-sama berperan membentuk masa depan. Dunia kampus, menurutnya, membentuk pemikiran dan karakter generasi muda, sementara dunia media membentuk percakapan publik serta kesadaran kolektif masyarakat.
Sesi Interaktif Ajak Jurnalis Refleksikan Makna Kebersyukuran
Workshop interaktif yang menjadi rangkaian utama kegiatan ini dipandu oleh tim Program Studi Psikologi UPH, terdiri atas Ketua Program Studi Psikologi UPH Karel Karsten Himawan, dosen Psikologi UPH Christina Claudia, serta mahasiswi Psikologi UPH angkatan 2022 Audrey Asafita Permana.
Sesi diawali dengan pemaparan bertajuk “Merawat Kebersyukuran” yang mengajak peserta memahami bahwa pengampunan bukan sekadar melupakan luka, melainkan membuka ruang baru bagi rasa syukur. Setelah itu, peserta memasuki sesi eksplorasi diri menggunakan kartu “Point of You” untuk merefleksikan makna di balik gambar dan kata yang muncul.
Perjalanan refleksi dilanjutkan dengan aktivitas mewarnai (colouring), di mana peserta diajak mengingat dan memproses pengalaman masa lalu yang mungkin menyakitkan atau masih menyisakan beban emosional. Usai mewarnai, peserta memasuki tahap jurnal (journaling) untuk menata ulang cara berpikir terhadap pengalaman pengampunan yang pernah atau sedang dijalani. Sebagai penutup sesi, peserta menuangkan refleksi mereka dalam bentuk gambar (drawing) untuk mengekspresikan rasa syukur ketika mampu mengampuni diri sendiri.
“Semoga melalui kegiatan ini, setiap kita dapat semakin terinspirasi untuk memahami makna sejati dari memaafkan dan belajar untuk selalu bersyukur dalam setiap keadaan,” ucap Karel.
Jurnalis Harap Kolaborasi dengan UPH Semakin Erat
Ilham Pratama Putra, jurnalis dari Medcom.id yang turut hadir sebagai peserta, menilai Media Gathering UPH 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan formal, tetapi juga membuka ruang dialog yang lebih terbuka antara pihak universitas dan para jurnalis.
“Ke depan, kami berharap kolaborasi antara media dan UPH dapat semakin erat dan berkelanjutan, terutama dalam menyampaikan berbagai inovasi, riset, serta kontribusi UPH terhadap dunia pendidikan dan masyarakat. Media tentu memiliki peran sebagai jembatan informasi kepada publik, sehingga sinergi yang baik akan membantu menyebarkan praktik-praktik pendidikan yang inspiratif,” ucap Ilham.
UPH Paparkan Agenda Strategis dan Beri Apresiasi kepada Jurnalis
Menjelang akhir acara, Head of Corporate Communications UPH Alexandra Tatgyana Suatan menyampaikan informasi mengenai sejumlah kegiatan unggulan UPH yang akan menjadi agenda utama universitas ke depan. Ia menekankan bahwa berbagai acara tersebut merupakan momentum strategis untuk memperluas kolaborasi yang lebih erat dengan media.
“Kami berharap ke depan rekan-rekan media dapat terus berjalan bersama kami, berkolaborasi untuk menyebarluaskan nilai serta dampak dari setiap kegiatan dan inisiatif yang kami hadirkan, khususnya dalam sektor pendidikan tinggi, yang menginspirasi dan menjadi ruang bertumbuh,” ujarnya.
Rangkaian acara ditutup dengan buka puasa bersama dalam suasana hangat, sekaligus pemberian apresiasi kepada lima jurnalis dengan jumlah publikasi UPH terbanyak sebagai bentuk penghargaan atas komitmen mitra media dalam mendukung kontribusi UPH bagi pendidikan Indonesia.
Melalui Media Gathering 2026, UPH menegaskan komitmennya untuk membangun kemitraan strategis jangka panjang bersama media sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan nasional. UPH meyakini bahwa pendidikan holistis tidak berhenti pada proses akademik di dalam kampus, tetapi juga bertumbuh melalui ruang publik yang sehat, narasi yang bertanggung jawab, dan percakapan yang membangun kesadaran kolektif.











