"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Nasib Zendhy Kusuma yang Menolak Pencurian di Resto Bibi Kelinci, Nabilah Beberkan Bukti Valid

Peristiwa di Restoran Bibi Kelinci yang Menimbulkan Kontroversi

Peristiwa di restoran Bibi Kelinci yang melibatkan Nabilah dan Zendhy Kusuma kembali menjadi perhatian publik setelah adanya klarifikasi dari pihak Zendhy. Nabilah, pemilik restoran tersebut, membantah pernyataan Zendhy yang menyatakan bahwa ia tidak melakukan pencurian. Ia menegaskan bahwa Zendhy dan istrinya memang melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan aturan.

Pengalaman Zendhy di Restoran

Pada tanggal 19 September 2025, Zendhy Kusuma dan istrinya, Evi, datang ke restoran Bibi Kelinci untuk memesan 14 makanan dan minuman. Namun, pengalaman mereka tidak berjalan lancar. Mereka mengeluhkan pelayanan yang terlalu lambat dan tidak sesuai dengan harapan.

Menurut keterangan Zendhy, ia dan istrinya menunggu pesanan selama hampir dua jam sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk ke dapur restoran dan menegur pegawai. Ia mengatakan bahwa pesanan mereka belum diproses dan baru saja akan dibuat. Setelah mendapatkan pesanan, mereka meninggalkan restoran tanpa membayar.

Penjelasan Nabilah

Nabilah mengklaim bahwa Zendhy dan Evi tidak hanya tidak membayar pesanan, tetapi juga membawa semua makanan yang dipesan tanpa ada transaksi apapun. Ia menyatakan bahwa ia memiliki bukti valid dari rekaman CCTV yang menunjukkan tindakan Zendhy dan istri yang tidak sesuai dengan prosedur.

Setelah kejadian tersebut, Nabilah memviralkan rekaman CCTV dan melaporkan Zendhy ke polisi. Akibatnya, Nabilah ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Zendhy, yang mengaku dirugikan oleh tindakan Nabilah.

Klarifikasi Zendhy

Zendhy kemudian memberikan klarifikasi melalui akun Instagram-nya. Ia menjelaskan bahwa tujuan awalnya adalah untuk bertemu dengan pemilik restoran dan menyelesaikan kesalahpahaman. Ia mengakui bahwa ia tidak membayar pesanan pada saat kejadian, karena ingin lebih dahulu bertemu dengan penanggung jawab restoran.

Ia juga menyatakan bahwa ia mengirimkan pembayaran pesanan sebesar Rp530.150 pada tanggal 27 September 2026 dan kembali membayar pada tanggal 20 Oktober 2025. Ia menegaskan bahwa pembayaran telah dilakukan, sehingga ia merasa tidak melakukan pencurian.

Tanggapan Nabilah

Nabilah memberikan tanggapan terhadap klarifikasi Zendhy. Ia menegaskan bahwa waktu yang dihabiskan Zendhy dan istrinya di restoran tidak mencapai dua jam. Dari rekaman CCTV dan bukti tagihan, Nabilah menyatakan bahwa Zendhy dan Evi hanya berada di restoran selama sekitar satu jam.

Ia juga meminta agar klarifikasi Zendhy tidak membuat reputasi usahanya semakin buruk. Nabilah tetap bersikeras bahwa Zendhy melakukan tindakan yang tidak pantas dan tidak sesuai dengan aturan.

Kesimpulan

Kasus ini menunjukkan pentingnya komunikasi yang jelas antara pelanggan dan pemilik usaha. Meskipun Zendhy dan Nabilah memiliki pandangan yang berbeda, kasus ini juga mengingatkan kita bahwa tindakan yang tidak sesuai dengan prosedur dapat menimbulkan konsekuensi serius.


Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *