Kericuhan Antarsuporter di Stadion GBK Jepara
Bentrok antar suporter Persijap Jepara dan Persis Solo usai pertandingan pada Kamis (5/3/2026) malam di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara menyebabkan berbagai kerusakan. Beberapa orang dilaporkan mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Bentrok antar suporter Jawa Tengah tersebut berlangsung lebih dari 30 menit hingga akhirnya dipisahkan paksa oleh petugas. Satu unit mobil water cannon diterjunkan menghalau suporter Jepara agar tidak mendekat suporter Solo yang terkepung di depan stadion dan terminal. Bahkan jajaran kepolisian harus berjibaku menghalau dua kubu suporter agar tidak bentrok. Tembakan gas air mata pun tak terhindarkan bertaut dengan petasan yang digunakan suporter.
Perwakilan Manajemen atau Panpel Persijap Jepara, Aldo Menayang menyampaikan, kejadian bentrok ini bermula ketika ada seribuan pendukung sepakbola asal Solo datang untuk menyaksikan pertandingan tim kebanggaannya Persis Solo melawan Persijap Jepara di Stadion GBK Jepara.
Awal pertandingan dalam situasi kondusif. Pendukung Solo berada di tribun penonton sebelah barat sisi selatan. Sementara pendukung Jepara berada di sisi timur, selatan, dan utara. Sebagian ada di tribun barat sudut utara. Pada pertengahan babak pertama, kedua suporter saling ejek dan berujung aksi lempar botol minum.
Ketegangan antar suporter meningkat pada pertengahan babak kedua, sebuah petasan meletus di kerumunan suporter Jepara di sisi tribun selatan. Aldo mendapat laporan bahwa petasan itu tiba-tiba dilemparkan dari luar stadion sampai ke kerumunan pendukung Solo. Kemudian menjadi senjata bagi suporter Solo melancarkan serangan ke suporter Jepara. Kericuhan pun semakin meningkat.
“Kami ada tiga tahap pengecekan suporter yang masuk ke stadion. Pertama cek KTP dan tiket, kedua dan ketiga checking body. Dan laporan yang kami dapatkan, petasan itu tiba-tiba ada yang melemparkan dari luar stadion. Pemicunya di situ sampai ada suara letusan di dalam stadion,” terangnya saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).
Kericuhan semakin meningkat di ujung pertandingan. Beberapa suporter yang diketahui berada di tribun pendukung Solo terlihat mulai merusak fasilitas kursi stadion dan melemparkannya ke suporter Jepara. Tak hanya sampai di situ, puncak bentrok terjadi di luar stadion sesaat setelah pertandingan benar-benar usai.
Antar suporter terlibat aksi jotos, aksi saling lempar barang selama lebih dari 30 menit, sebelum akhirnya diredam oleh pihak keamanan. Aldo menyebut, ada beberapa fasilitas di lingkungan Stadion GBK rusak. Di antaranya kursi penonton dan pagar pembatasan atau barikade.
Kedua suporter berhasil dipisahkan sekiranya pukul 23.15 WIB. Di mana suporter Jepara dipaksa keluar dari stadion dan diminta kembali ke rumah masing-masing. Sementara suporter Solo masih berada di lingkungan stadion untuk mengikuti pembinaan dan pemeriksaan barang bawaan.
“Setelah kejadian dilakukan pemeriksaan kepada suporter Solo, karena informasinya sumber petasan muncul pertama kali di kelompok pendukung Solo,” ujar dia.
Situasi dan kondisi pun sempat melandai. Suporter Solo dikawal keluar dari stadion menuju terminal, tempat parkir kendaraan pendukung Persis. Sekiranya pukul 00.30 WIB, kericuhan pecah kembali. Suporter Solo yang hendak bertolak dari Terminal Jepara ke kampung halaman dicegat oleh suporter Jepara. Bentrok kembali terjadi, jajaran keamanan dari kepolisian dan TNI turun lagi memisahkan dua suporter yang bersitegang.
Tembakan gas air mata dan water cannon dilepaskan untuk membubarkan kerumunan suporter. Meski demikian, suporter melawan hingga terjadi bentrok dengan petugas keamanan. Hingga pukul 02.00 WIB, cegatan demi cegatan masih dilakukan oleh suporter Jepara yang tidak terima atas sikap yang ditunjukkan suporter Solo sebagai tamu.
Pihak kepolisian akhirnya mengawal kepulangan suporter Jepara melalui jalur memutar untuk menghindari bentrokan kembali. Pukul 03.00 WIB, semua suporter Solo berhasil dievakuasi keluar dari Kabupaten Jepara menuju kampung halaman masing-masing.
“Jumlah suporter Solo sekitar seribuan,” ujar dia. Aldo menyebut, sejauh ini ada tiga suporter yang dilaporkan mengalami luka-luka dan dibawa ke rumah sakit. Pihaknya juga mendata ada beberapa kerusakan fasilitas umum yang disebabkan atas kericuhan tersebut.
“Kerusakan akan kami lihat kondisinya. Kerusakan di stadion tanggungjawab kita. Kalau kerusakan lainnya (di luar stadion) mesti lihat juga, dan kita akan bertemu dengan 3 elemen suporter Jepara,” ujar dia.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











