"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Alasan kasus penculikan keluarga di Bangkalan dikembalikan ke Jombang

Penyekapan Keluarga di Bangkalan Diselesaikan oleh Polres Jombang

Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bangkalan mengembalikan perkara penyekapan terhadap satu keluarga ke Polres Jombang. Keputusan ini diambil karena lokasi kejadian yang dimulai dari tindakan penculikan berada di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Keluarga yang menjadi korban terdiri dari ayah, Anjar Andrianto (29), istrinya berinisial ZR (25), dan putrinya yang masih berusia 4 tahun. Mereka dijemput oleh Unit Reskrim Polsek Socah bersama warga dari sebuah rumah yang digunakan sebagai lokasi penyekapan selama dua hari di Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Bangkalan.

Sebelum diantar ke Unit PPA Satreskrim Polres Bangkalan, Anjar bersama ZR sempat dimintai keterangan oleh Penyidik Unit Reskrim Polsek Socah. Dari keterangan yang diberikan, mereka dijemput paksa oleh lima orang saat sedang tidur. Salah satu dari lima orang tersebut adalah seorang perempuan berinisial NH, berusia sekitar 30 tahun.

Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama menjelaskan bahwa tiga orang korban, yaitu ayah, ibu, dan anak, telah dijemput oleh pihak keluarga yang sebelumnya membuat laporan polisi ke Polres Jombang atas dugaan tindak pidana penculikan. Menurut keterangan sementara dari pihak korban, mereka dibawa dari tempat asalnya di wilayah Jombang karena ada permasalahan janji yang belum terselesaikan.

Saat ditemui di depan Ruang Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Bangkalan, Senin (2/3/2026) malam, korban Anjar mengakui bahwa dirinya memang belum mampu membayar kekurangan uang sebesar Rp 25 juta dari bisnis rokok ilegal. Dari total Rp 90 juta, ia hanya mampu membayar sebesar Rp 70 juta. Upaya meminta tambahan waktu selama satu bulan tidak digubris hingga Anjar beserta anak dan istrinya dibawa ke Bangkalan dan disekap di sebuah rumah di Desa Keleyan, Kecamatan Socah.

Agung menjelaskan bahwa keberadaan satu keluarga yang disekap di rumah itu menjadi perhatian masyarakat sekitar hingga beberapa warga memanfaatkan layanan call center darurat kepolisian, yakni 110 untuk menginformasikan bahwa terdapat beberapa orang yang sedang ditelantarkan. Kemudian pihak kepolisian melakukan penjemputan dan dilanjutkan dengan pemeriksaan. Hasilnya, pihak kepolisian melakukan koordinasi dengan Polres Jombang hingga meminta pihak keluarga untuk menjumpai para korban. Kasus ini kemudian ditangani oleh Polres Jombang.

Tetangga Korban Sempat Curiga

Penjemputan Anjar bersama anak dan istri dari rumahnya, Minggu (1/3/2026), disebut oleh Anjar dilakukan oleh lima orang, salah satunya adalah seorang perempuan berinisial NH, berusia sekitar 30 tahun. Menjelang waktu Subuh, sekitar jam 02.00 WIB, mereka lima orang masuk dari belakang rumah untuk meminta kekurangan uang jual beli rokok ilegal sebesar Rp 25 juta.

Anjar mengaku sempat meminta pertolongan kepada tetangga rumahnya saat hendak dimasukkan mobil. Namun mereka beralasan kepada tetangga hanya membawa Anjar bersama anak dan istrinya ke pabrik rokok untuk menyelesaikan perkara uang sebesar Rp 25 juta. Bilangnya nanti dipulangkan, ternyata tidak ke pabrik rokok, melainkan langsung dibawa ke Bangkalan dan disekap. Ia awalnya sempat meminta waktu untuk melunasi namun mereka tidak mau.

Sebelum tiba di Polres Bangkalan, Anjar sempat memberikan keterangan kepada penyidik Polsek Socah. Saat ini, perkara penyekapan tersebut sedang ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polres Bangkalan. Anjar menyampaikan bahwa kerja sama (bisnis rokok) baru saja dimulai. Dua kali pengambilan, baru kenal. Total sejumlah Rp 95 juta, sudah ia bayar Rp 70 juta, kurangnya Rp 25 juta. Mereka minta lunas dalam waktu 1 bulan, namun uang sebanyak itu ia tidak mampu, akhirnya disekap.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *