"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

MBG Tetap Beroperasi Saat Puasa, 3 Strategi Gizi Siswa Surabaya di Ramadan 2026

Program Makan Bergizi Gratis di Surabaya Tetap Berjalan Selama Ramadan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah Surabaya tetap berjalan selama Ramadan 2026 dengan penyesuaian metode penyajian. Makanan yang dibagikan dalam bentuk kering atau kemasan sehat agar aman dikonsumsi saat berbuka puasa. Teknis pembagian disesuaikan dengan kesepakatan masing-masing sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan MBG nasional tetap berjalan dengan jadwal khusus selama Ramadan dan hari libur.

Perubahan Pola Penyajian Makanan

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya, Kusmayanti, menegaskan bahwa MBG selama Ramadan tetap dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran resmi dari pemerintah pusat. “Kita akan tetap melaksanakan program MBG pada masa Ramadan. Namun, metode penyajian makanannya yang akan berbeda,” ujar Kusmayanti.

Perubahan utama terletak pada cara distribusi. Selama Ramadan, makanan tidak lagi disajikan untuk langsung dikonsumsi di sekolah, melainkan diberikan dalam bentuk makanan kering atau kemasan sehat. “Penyalurannya bisa dengan metode kering, karena siswa berpuasa. Jadi makanan bisa dibawa pulang,” jelasnya.

Menu Tahan Lama dan Aman Dikonsumsi Saat Berbuka

Jenis menu MBG yang dibagikan selama Ramadan dirancang khusus agar tidak mudah basi dan tetap aman dikonsumsi hingga waktu berbuka puasa. Faktor ketahanan makanan menjadi perhatian utama agar manfaat program tidak hilang meski waktu konsumsi tertunda. “Artinya, jenis makanan yang diberikan adalah makanan yang harus tahan lama dan tidak cepat basi. Kalau memang menu kering yang kita siapkan itu tahan lama, tentu bisa dikonsumsi saat waktu berbuka puasa. Mau disajikan jam berapa saja tidak masalah,” katanya.

Adapun waktu pembagian makanan diserahkan pada kesepakatan teknis di masing-masing sekolah. Koordinasi dilakukan antara pihak sekolah sebagai penerima manfaat dan SPPG sebagai pelaksana di lapangan. “Apakah diserahkan saat pulang atau seperti apa, biasanya tergantung dari sekolah masing-masing. Teknis di lapangan dikomunikasikan. Biasanya akan ada kesepakatan antara sekolah sebagai penerima manfaat dengan SPPG,” tuturnya.

Puasa Tak Mengurangi Gizi, Edukasi Tetap Berjalan

Penyesuaian skema MBG selama Ramadan ditegaskan tidak mengubah tujuan utama program, yakni memastikan kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi. Model makanan kering yang bisa dibawa pulang justru memberi fleksibilitas bagi siswa untuk mengonsumsinya saat berbuka puasa. Skema ini juga menjadi sarana edukasi bahwa pemenuhan gizi tidak selalu harus dilakukan di sekolah, melainkan bisa disesuaikan dengan kondisi dan waktu makan keluarga. “Menu kering yang tahan lama tetap dirancang memenuhi unsur karbohidrat, protein, serta mikronutrien penting bagi tumbuh kembang anak,” katanya.

Jadwal Penyesuaian MBG Nasional

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan selama Ramadan, libur dan cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah, serta Tahun Baru Imlek 2026. “Pelayanan MBG pada Ramadan serta libur dan cuti bersama Idul Fitri dan Tahun Baru Imlek tetap dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip pemenuhan gizi seimbang, keamanan pangan, ketertiban, serta akuntabilitas,” kata Dadan.

Ia menambahkan, untuk kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan, layanan MBG tetap diberikan secara penuh tanpa jeda. Untuk wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa, distribusi MBG dilakukan dalam bentuk makanan kemasan sehat. Sementara daerah dengan penerima manfaat non-muslim tetap menggunakan skema menu siap santap seperti hari biasa.

Terkait jadwal, pendistribusian MBG ditiadakan sementara pada 16–17 Februari 2026 (libur Imlek) serta 18–22 Februari 2026 (awal Ramadan). Layanan akan kembali berjalan mulai 23 Februari 2026.

Program MBG Dipuji Dunia

Video pernyataan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipuji dunia kembali viral di media sosial. Pernyataan Presiden Prabowo itu sebenarnya disampaikan saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Jawa Barat, pada 2 Februari 2026 lalu. Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa program pemenuhan gizi nasional ini bukan hanya menjadi prioritas dalam negeri, melainkan telah menarik perhatian serius dari lembaga-lembaga berpengaruh di tingkat internasional.

Menurut pidato Presiden Prabowo, dunia internasional kini mulai menjadikan Indonesia sebagai objek studi terkait kebijakan pangan dan gizi. Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa pakar dari Gedung Putih (White House) sedang mendalami skema MBG yang dijalankan pemerintah saat ini. “Suatu hari yang lalu, para ahli pakar dari White House sedang mempelajari MBG kita ini. Sedang mempelajari MBG kita sendiri,” ujar Presiden Prabowo dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Sejumlah hadirin tampak memberikan tepuk tangan meriah. Selain pemerintah Amerika Serikat, lembaga riset dan filantropi ternama dunia, Rockefeller Institute, juga telah menemui Presiden Prabowo secara langsung untuk membahas program MBG. “Tiga bulan, empat bulan yang lalu saya terima rombongan dari Rockefeller Institute datang ke saya,” tambah beliau.

Berdasarkan diskusi dengan para pakar dunia tersebut, Presiden menekankan bahwa Makan Bergizi Gratis bukanlah sekadar pemberian bantuan sosial, melainkan sebuah investasi ekonomi yang memiliki daya ungkit luar biasa bagi pertumbuhan negara. Mengutip hasil kajian dan pandangan para ahli yang menemuinya, Presiden Prabowo menyebut progam MBG adalah investasi. “Dan dia mengatakan makan bergizi gratis itu adalah investasi yang terbaik yang bisa dilakukan oleh suatu negara. Satu dolar atau satu rupiah yang kita keluarkan untuk makan bergizi akan menimbulkan lipat ganda minimal lima kali. Dan dalam jangka panjang akan menjadi 35 kali investasinya itu,” jelas Prabowo.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *