Kericuhan di Akhir Laga dan Kekecewaan Bobotoh
Setelah peluit panjang ditiupkan, ratusan Bobotoh turun ke lapangan, memicu kericuhan yang membuat wasit dan pemain lawan terpaksa berlari menuju ruang ganti. Aksi ini terjadi setelah Persib Bandung dipastikan tersingkir dari babak 16 besar AFC Champions League (ACL) 2 2025/2026 dalam duel leg kedua melawan Ratchaburi FC.
Meski Maung Bandung berhasil memetik kemenangan 1-0 pada leg kedua, hasil tersebut tidak cukup untuk mengubah agregat 1-3 yang sudah didapat dari leg pertama. Dengan demikian, Persib harus mengubur mimpi lolos ke babak delapan besar ACL 2.
Aksi massa yang kecewa terhadap kepemimpinan wasit Majed Mohammed Al Shamrani membuat perangkat pertandingan dan pemain Ratchaburi FC lari menyelamatkan diri ke ruang ganti. Beberapa pemain Persib dan pelatih Bojan Hodak mencoba menghalangi para Bobotoh, tetapi jumlah mereka yang cukup banyak membuat situasi sulit dikendalikan.
Protes Keras Bojan Hodak kepada AFC
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menyatakan ketidakpuasannya terhadap kepemimpinan wasit. Ia menegaskan bahwa akan mengirim surat protes resmi kepada AFC mengenai beberapa keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya.
“Tentang wasit sayangnya saya tidak bisa bicara. Saya memiliki daftar panjang untuk berbicara. Banyak hal yang harus dibicarakan,” ujar Hodak kepada awak media.
Ia juga menekankan bahwa meskipun protes tersebut tidak akan mengubah hasil pertandingan, laporan itu tetap harus diberikan. “Kami akan kirimkan surat protes kepada AFC. Saya rasa mereka akan membalas dan memeriksanya tapi itu tidak akan mengubah hasil,” tambahnya.
Apresiasi Fans Sekaligus Kecaman untuk Oknum Lapangan
Bojan Hodak memuji atmosfer luar biasa dari puluhan ribu fans yang hadir di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Namun, ia mengecam segelintir orang yang merusak suasana dengan aksi turun ke lapangan.
“Kita punya 30 ribu fans di sini, sangat luar biasa. Tidak mudah bagi lawan untuk bermain di sini ketika situasi seperti ini,” ujarnya.
Hodak juga menyoroti bahwa keberadaan 29.900 fans lainnya menjadi keuntungan besar bagi Persib. “Tetapi ada seratusan orang yang merusak ini semua datang ke sini dan melakukan pesta pribadi. Jadi, karena hal ini saya pikir perlu diselesaikan karena kita akan dihukum karena 100 orang ini. Mereka meneror semua orang.”
Sorotan Pelatih Ratchaburi FC terhadap Suporter Indonesia
Pelatih Ratchaburi FC, Worrawoot Srimaka, mengaku tidak kaget dengan sambutan agresif di Bandung. Menurutnya, suporter Indonesia memiliki gairah yang berbeda dibandingkan suporter di negaranya.
“Untuk suporter, di Bandung dan Jakarta tidak ada perbedaan yang besar, dan di Thailand, suporter di Indonesia lebih bersemangat dan lebih agresif. Ini perbedaan yang besar,” ujarnya.
Mengenai performa timnya yang kalah di leg kedua, Worrawoot mengakui faktor kelelahan akibat jadwal padat menjadi kendala utama. “Hari ini kita kalah dalam pertandingan. Tapi kita akan tetap seperti ini karena kita tidak bisa bermain seperti pertandingan pertama. Karena kita baru saja bermain dua atau tiga hari yang lalu sebelum terbang dan bermain di sini. Itu bagus,” katanya.
Ratchaburi kini bersiap menghadapi babak perempat final yang lebih menantang.
Manis tapi Pahit: Perjuangan 10 Pemain Maung Bandung
Jalannya pertandingan babak pertama sebenarnya sempat memberikan harapan bagi Persib. Andrew Jung berhasil membawa Maung Bandung unggul 1-0 pada menit ke-40 melalui gol yang membutuhkan konfirmasi VAR.
Namun, petaka datang ketika Uilliam Barros diganjar kartu merah akibat tekel terbuka yang sembrono di akhir babak pertama. Kondisi ini memaksa Persib bermain dengan 10 orang saat harus mengejar defisit agregat yang besar.
Pada babak kedua, Bojan Hodak memasukkan Beckham Putra, Layvin Kurzawa, Ramon Tanque, hingga Sergio Castel. Sayangnya, Ratchaburi bermain cerdik dengan men-
delay
permainan untuk membunuh waktu. Beberapa peluang tercipta, termasuk sepakan Kurzawa yang ditepis akrobatik oleh Kampon Phatomakkakul, namun skor tetap bertahan 1-0 hingga laga usai.
Persib pun harus merelakan tiket perempat final kepada wakil Thailand tersebut.
FULL TIME:
Persib 1-0 Ratchaburi (agregat 1-3)
GOL:
Andrew Jung 40′
Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."











