Kondisi Tim PSIM Sebelum Hadapi PSM Makassar
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menyatakan bahwa timnya tidak akan tampil dengan kekuatan penuh dalam pertandingan melawan PSM Makassar yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (10/4/2026). Hal ini disebabkan oleh beberapa pemain yang absen. Salah satu pemain yang masih belum kembali berlatih adalah Anton Fase, sementara Fahreza Sudin harus menepi akibat sanksi suspensi.
Namun, ada kabar baik dari sisi lain. Rahmatsho telah kembali ke dalam skuad dan menjadi tambahan yang berarti bagi PSIM. Dengan kembalinya pemain tersebut, pelatih berharap bisa memberikan dampak positif terhadap performa tim.
PSIM Yogyakarta akan menghadapi ujian penting saat menjamu PSM Makassar pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada pukul 15.30 WIB. Duel ini menjadi momentum krusial bagi Laskar Mataram untuk bangkit, terutama setelah performa mereka menurun di putaran kedua musim ini.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, PSIM membawa misi besar untuk kembali ke jalur kemenangan. Dalam sembilan laga di paruh kedua kompetisi, PSIM hanya mampu meraih satu kemenangan, lima hasil imbang, dan tiga kekalahan. Catatan tersebut membuat posisi mereka tertahan di papan tengah.
Persiapan Tim dan Kondisi Pemain
Van Gastel menegaskan bahwa timnya tetap melakukan persiapan seperti biasanya meski hasil yang diraih belum maksimal dalam beberapa pertandingan terakhir. “Persiapan tetap sama seperti biasanya, tidak ada yang berbeda meskipun hasil sebelumnya belum sesuai harapan,” ujar Van Gastel saat konferensi pers, Kamis (9/4/2026).
Meski demikian, PSIM dipastikan tidak akan tampil dengan kekuatan penuh dalam laga ini. Van Gastel mengungkapkan bahwa beberapa pemain harus absen. Anton Fase masih belum berlatih, dan kami kehilangan Fahreza karena suspensi. Tapi Rahmatsho sudah kembali, itu tentu menjadi tambahan yang baik untuk tim,” jelasnya.
Situasi Lawan dan Target Tim
Menghadapi PSM Makassar, situasi lawan juga menjadi sorotan. Tim tamu disebut tidak akan didampingi pelatih kepala dan hanya ditangani caretaker. Meski demikian, Van Gastel menilai kondisi tersebut tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kekuatan lawan. “Saya tahu pelatih kepala mereka tidak ada, tapi asisten pelatih sudah memimpin dalam dua pertandingan terakhir, jadi itu bukan hal yang mengejutkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, pelatih asal Belanda tersebut menegaskan bahwa fokus utama PSIM saat ini adalah mengamankan posisi di klasemen dan tetap bertahan di papan tengah. Ia menargetkan timnya bisa finis di 10 besar, sembari tetap berusaha meraih kemenangan di setiap pertandingan tanpa memandang lawan. “Target kami jelas, finis di 10 besar dan menjauh dari degradasi. Bagi saya tidak ada perbedaan siapa lawannya, kami selalu bermain untuk menang,” tegasnya.
Masalah di Lini Depan
Salah satu persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah PSIM adalah efektivitas di lini depan. Dalam beberapa pertandingan terakhir, Laskar Mataram kerap kesulitan memaksimalkan peluang menjadi gol. Van Gastel mengakui bahwa timnya memang masih kekurangan ketajaman dalam penyelesaian akhir. Menurutnya, para pemain membutuhkan terlalu banyak peluang untuk bisa mencetak gol. “Kami sudah melatih penyelesaian akhir sepanjang musim. Tapi memang kami kekurangan kemampuan mencetak gol. Kami butuh banyak peluang dan energi untuk mencetak satu gol,” ungkapnya.
Dengan kondisi tersebut, laga melawan PSM Makassar menjadi kesempatan penting bagi PSIM untuk memperbaiki catatan sekaligus mengembalikan kepercayaan diri tim. Dukungan suporter diharapkan mampu menjadi suntikan motivasi tambahan bagi Laskar Mataram untuk kembali meraih tiga poin dan menjaga asa bertahan di kasta tertinggi.











