Kehidupan Seorang Ibu yang Menyelamatkan Masa Depan Anak Berkebutuhan Khusus
Di tengah kota Sidoarjo, terdapat sebuah sekolah unik yang berada di sudut Perum Larangan Mega Asri, Kecamatan Candi. Sekolah ini dikenal sebagai Sekolah Luar Biasa (SLB) Nabighah. SLB ini didirikan oleh Diah Maria Asih, seorang wanita yang rela menjual rumahnya demi membangun tempat pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dari keluarga prasejahtera.
Diah, yang sebelumnya bekerja di sebuah rumah sakit swasta di Surabaya, membuat keputusan besar pada tahun 2008. Ia meninggalkan kenyamanan pekerjaannya untuk fokus pada misi sosialnya. Saat melakukan penelitian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus di Sidoarjo, ia menemukan banyak anak yang tidak mendapatkan pendidikan layak karena keterbatasan ekonomi orang tua mereka. Hal ini membuat hatinya terenyuh dan mendorongnya untuk bertindak.
Prinsip yang Menginspirasi
Diah memiliki prinsip sederhana: jangan biarkan biaya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk belajar. Di SLB Nabighah, orangtua diberi kebebasan untuk menentukan nominal yang mampu mereka bayar. Tidak ada aturan ketat mengenai pembayaran. Ada siswa yang bahkan tidak membayar sepeser pun, sementara yang lain membayar Rp 25 ribu per bulan. Diah percaya bahwa setiap anak layak mendapatkan kesempatan untuk belajar tanpa rasa takut atau tekanan finansial.
Sekarang, SLB Nabighah mengasuh 41 murid. Masing-masing memiliki cerita dan tantangan yang berbeda. Salah satu kisah yang paling menyentuh adalah seorang siswa usia SMP yang mengalami trauma berat akibat perundungan di sekolah inklusi sebelumnya. Diah berhasil membantu anak tersebut melalui pendekatan personal dan terapi emosi yang konsisten. Kini, anak itu sudah mulai menulis dan memiliki teman. Ia bahkan berkata kepada Diah, “Seandainya kenal saya dari dulu, mungkin saya tidak akan merasa malu.”
Capaian yang Menginspirasi
Meskipun fasilitasnya masih terbatas, SLB Nabighah mencatatkan capaian membanggakan. Tiga alumninya berhasil masuk perguruan tinggi negeri bergengsi seperti UGM dan UB. Ini membuktikan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus juga bisa sukses jika diberi kesempatan dan dukungan yang tepat.
Namun, perjuangan Diah belum selesai. Ia masih harus memikirkan kesejahteraan 14 guru yang mengabdi di sekolah tersebut. Ia menggunakan sistem subsidi silang dari layanan terapi mandiri untuk memenuhi kebutuhan guru-guru tersebut. Meski begitu, keyakinannya tidak pernah goyah. Diah masih memiliki mimpi untuk memperluas gedung sekolah agar lebih banyak anak berkebutuhan khusus bisa merasakan pendidikan tanpa rasa takut dan tanpa beban biaya.
Harapan dan Mimpi
“Harapan saya, kalau ada rezeki, saya ingin kembangkan gedung ini,” ujar Diah. Ia percaya bahwa Tuhan akan memberikan jalan supaya orangtua tidak takut lagi menyekolahkan anaknya karena biaya yang mahal.
Diah juga menekankan pentingnya pendidikan bagi semua anak, terlepas dari latar belakang ekonomi mereka. Ia berharap bahwa setiap anak bisa mendapatkan kesempatan yang sama dalam hidupnya.
Pendidikan Gratis untuk Seluruh Rakyat
Selain upaya Diah, Presiden Prabowo Subianto juga merencanakan program pendidikan gratis untuk masyarakat desil 2 hingga desil 5 dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini akan melengkapi Sekolah Rakyat (SR) yang ditujukan untuk masyarakat dalam kategori Desil 1 dan 2 dari DTSEN.
Prabowo menyatakan bahwa Indonesia tidak boleh tertinggal dengan bangsa lain, utamanya dalam bidang pendidikan. Ia bercita-cita menjadikan masyarakat mendapatkan pendidikan yang setara. Keberadaan SR telah sangat membantu anak-anak yang semula harus putus sekolah karena kendala biaya.
Menurut rencana, pemerintah akan menambah 100 unit Sekolah Rakyat pada tahun 2026. Sekolah itu akan dibangun di wilayah yang paling tertinggal dan membutuhkan sarana pendidikan. Prabowo berharap bahwa dengan intervensi pemerintah, anak-anak tidak akan terjebak dalam kemiskinan.
Kesimpulan
Baik Diah Maria Asih maupun Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pendidikan. Mereka percaya bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar, tanpa batasan ekonomi. Dengan langkah-langkah yang diambil, harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia semakin nyata.











