"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Andri Budi: Di Sana, Nyawa Tak Berharga

Pengalaman Pilu Andri Budi Sanjaya, Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang di Kamboja

Seorang warga Kota Jambi, Andri Budi Sanjaya, mengungkapkan pengalamannya yang pahit sebagai korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. Dari mulai berangkat ke luar negeri dengan harapan mendapat penghasilan besar hingga terjebak dalam sindikat kriminal yang mengerikan, kisahnya menjadi peringatan bagi banyak orang.

Awal Mula Keberangkatan

Andri awalnya tidak bekerja di Jambi dan melihat lowongan kerja di grup Facebook yang menawarkan pekerjaan di restoran di Kamboja. Janji gajinya sangat besar, yaitu sekitar 800 USD atau lebih dari Rp12 juta per bulan. Tergiur oleh tawaran tersebut, ia memutuskan untuk berangkat pada tanggal 16 Desember 2025 lewat Pekanbaru untuk membuat paspor.

Ia berpikir bahwa ini adalah pekerjaan halal dan benar-benar akan memberinya penghasilan yang layak. Namun, ternyata yang ia alami jauh dari harapan.

Kehidupan di Kamboja

Sesampainya di Kamboja, Andri tidak dibawa ke restoran seperti yang diharapkan, melainkan ke sebuah kompleks gedung tertutup yang dijaga ketat oleh puluhan penjaga bersenjata. Di sana, ia dipaksa melakukan aktivitas scamming (penipuan daring) menggunakan teknologi Kecerdasan Buatan (AI).

Para pekerja dipaksa untuk menciptakan karakter palsu demi memikat korban di media sosial, lalu menguras harta mereka melalui platform trading fiktif. Sistem kerja yang diterapkan sangat tidak manusiawi; para pekerja diawasi selama 24 jam dan dituntut memenuhi target omzet hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya.

Ancaman dan Siksaan

Jika target tidak tercapai atau jika pekerja mencoba melawan, siksaan fisik seperti pukulan besi hingga ancaman penjualan organ tubuh menjadi ancaman nyata yang harus mereka hadapi. Andri menyaksikan sendiri bagaimana rekan-rekan senegaranya diperlakukan secara keji, bahkan ada yang dikabarkan hilang tanpa jejak.

Keajaiban datang saat otoritas Kamboja menggelar razia besar-besaran yang membuat para pengelola sindikat panik dan memilih melepaskan para pekerja. Manfaatkan situasi tersebut, Andri berhasil menyelamatkan paspornya dan melarikan diri ke kantor imigrasi setempat.

Kesulitan Pulang ke Jambi

Meski telah berhasil lolos dari penyekapan, langkah Andri untuk pulang ke Jambi kini terganjal tembok besar berupa biaya tiket pesawat yang tidak sedikit. Ia belum memiliki uang karena hanya bekerja selama sebulan dan sama sekali tidak digaji. Saat ini, ia berada di penampungan Imigrasi Kamboja.

Harapan dan Pesan

Andri berharap kepada Pemerintah Provinsi Jambi atau pihak-pihak terkait untuk membantu kepulangannya. Ia juga sedang mendata warga Jambi lainnya di penampungan ini untuk dilaporkan ke manajemen Indonesia di sini agar bisa dibantu bersama-sama.

Ia juga ingin memberi pesan kepada warga Jambi lainnya agar tidak mengalami hal yang sama. “Jangan pernah percaya lowongan kerja di Facebook dengan gaji besar di Kamboja atau negara sekitarnya. Semua itu penuh risiko. Gaji besar tidak menjamin kenyamanan kalau nyawa taruhannya.”

Cukup dia yang jadi korban, jangan ada lagi warga Jambi yang terjebak di sana.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *