"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Kronologi Polisi Tembak Warga di Jayapura, Pelaku Diduga Cungkil Rumah Korban

Peristiwa Penembakan di Jayapura: Korban Ceritakan Detik-Detik Menegangkan

Seorang warga sipil bernama Novel Pompente (29) menjadi korban penembakan di Jalan Karang VII, belakang Ekspo Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua. Kejadian ini terjadi setelah situasi tegang dengan orang tak dikenal yang berada di depan rumahnya.

Novel Pompente menceritakan bahwa pada hari kejadian, ia keluar rumah menuju sebuah counter yang hanya berjarak sekitar dua hingga tiga menit dari rumahnya. Ia mengatakan bahwa saat itu, istrinya mengirim pesan yang menyebutkan ada seseorang mencoba membuka pintu menggunakan sendok atau garpu. Ia sempat menenangkan istrinya melalui pesan singkat, namun sang istri tetap penasaran dan akhirnya membuka pintu.

Di luar, ternyata sudah ada seseorang yang tidak dikenal. Istri Novel ditanya apakah ada orang lain di dalam rumah. Ia menjawab bahwa hanya dirinya sendiri. Setelah mendengar kabar tersebut, Novel segera kembali ke rumah. Namun, situasi sudah berbeda dari biasanya.

Ia mengaku tidak sempat memastikan identitas orang-orang yang berada di sekitar rumahnya. Semua berlangsung cepat dan membingungkan. Novel merasa terancam dan memutuskan untuk menyelamatkan diri. Saat berusaha membuka pagar dan berlari keluar, ia merasakan sakit di bagian tangannya dan darah mulai mengalir.

“Tahu-tahu tangan saya sudah tertembak. Saya rasa seperti tertimpa, panas dan sakit sekali. Untung saya cepat buka pagar dan lari keluar,” ujarnya.

Dalam kondisi terluka, Novel berlari ke arah warung-warung di depan rumah untuk meminta pertolongan warga. Ia menegaskan bahwa tidak memiliki hubungan keluarga maupun persoalan pribadi dengan terduga pelaku. “Tidak pernah ada kontak fisik atau masalah sebelumnya. Tiba-tiba saja dituduh ada orang bawa senjata di dalam rumah,” tegasnya.

Keluarga Minta Proses Hukum Adil

Keluarga korban menyatakan tidak terima atas peristiwa tersebut dan meminta agar proses hukum berjalan adil. “Kami tidak terima. Masuk ke rumah orang sampai terjadi penembakan seperti ini. Pelaku harus diadili seadil-adilnya,” ujar keluarga.

Salah satu anggota keluarga korban menyampaikan bahwa saat ini pihak keluarga memilih memprioritaskan pemulihan kondisi Novel yang masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Meski demikian, mereka menegaskan proses hukum harus tetap berjalan dan dilakukan secara adil.

“Kami sekarang fokus dulu ke pengobatan Novel supaya kondisinya benar-benar pulih. Tapi untuk proses hukum, kami tetap minta supaya berjalan dengan adil dan transparan,” ujar salah satu keluarga korban.

Mereka juga berharap peristiwa yang menimpa Novel tidak kembali terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka maupun kepada warga lainnya. “Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. Cukup keluarga kami yang mengalami. Kami hanya minta keadilan ditegakkan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Pelaku Diduga Anggota Polisi

Pelaku diduga adalah anggota polisi berinisial Brigadir Polisi LR (30), anggota Polda Papua. Kepala Polresta Jayapura Kota Komisaris Besar Fredrickus Maclarimboen mengatakan akan mengusut kasus tersebut.

“Ini tindakan yang sangat memalukan. Kami bersama Bidang Propam Polda Papua akan menangani kasus ini secara serius dan profesional,” ujarnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik perselisihan tersebut. Satuan Reserse Kriminal Polresta Jayapura Kota bersama Bidang Propam Polda Papua telah mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata api beserta amunisi.

Fredrickus menegaskan pihaknya tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan oleh anggota Polri. Pelaku dipastikan akan menghadapi proses hukum berlapis, yakni peradilan pidana umum dan sidang kode etik profesi.

“Kami menjamin penanganan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Kami memahami emosi masyarakat, namun kami mengimbau agar warga tidak melakukan aksi balas dendam. Serahkan sepenuhnya proses hukum kepada Polri,” ujarnya.

Insiden ini menambah daftar panjang kasus kekerasan yang melibatkan aparat keamanan di wilayah hukum Papua. Penanganan yang transparan diharapkan dapat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jayapura tetap kondusif pascakejadian tersebut.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *