Tindakan Segera Setelah Kecelakaan Maut di Jalan Matraman
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, mengumpulkan jajaran Sudin Perhubungan dan Bina Marga setelah terjadi kecelakaan maut yang menewaskan ASP, seorang pelajar SMKN 34. Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Matraman, yang menyebabkan korban terjatuh akibat jalan berlubang dan kemudian terlindas truk.
Munjirin memberikan instruksi untuk segera melakukan pendataan dan penanganan terhadap jalan rusak di wilayah Jakarta Timur. Sebagai langkah awal, petugas akan memberi tanda cat semprot pada titik jalan berlubang agar mudah dikenali oleh pengendara.
Kesaksian dari Teman Sekelas Korban
Achmad Bayhaqi, teman sekelas ASP, berada di lokasi kejadian saat kecelakaan terjadi. Saat itu, ia sedang berboncengan bersama temannya menuju sekolah SMKN 34 Jakarta Pusat dari arah Kampung Melayu. Ia melihat senior di sekolahnya mengatur lalu lintas di tengah kemacetan.
Bayhaqi mengatakan bahwa awalnya ia tidak mengetahui bahwa korban adalah ASP. Setelah diperjelas, ia sadar bahwa korban adalah teman sekelasnya. Ia merasa proses evakuasi jenazah lambat, mulai dari pukul 06.30 WIB hingga dievakuasi pada pukul 07.30 WIB.
Kronologi Kecelakaan
Sebelumnya, seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 34, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, tewas dalam kecelakaan tunggal, Senin (9/2/2026) pagi. Korban berinisial ASP alami kecelakaan setelah sepeda motornya menghantam jalan berlubang di Jalan Matraman Raya, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Pelajar tersebut terpental di aspal dan tidak sadarkan diri.
Saat diperiksa oleh warga sekitar, ternyata korban sudah tak bernyawa. Kondisi ini membuat arus lalu lintas macet dari arah Jatinegara, Jakarta Timur menuju kawasan Senen, Jakarta Pusat. Beberapa rekan korban berada di lokasi dan meminta bantuan kepada pengendara lain maupun warga sekitar untuk dipanggilkan ambulans.
Jasad siswa jurusan Teknik Mesin itu ditutupi jas hujan plastik merah dan hitam. Sementara warga sekitar sibuk mengatur lalu lintas guna mengurai kemacetan. Beberapa menit kemudian, ambulans tiba di lokasi dan langsung membawa siswa kelas 11 itu ke rumah sakit terdekat.
Penanganan Awal oleh Petugas
Tahap awal, lanjutnya, Sudin Perhubungan Jakarta Timur akan memasang tanda berupa cat semprot di area jalan berlubang. Tujuannya agar jalan berlubang dapat diidentifikasi pengendara bermotor. Sehingga peristiwa yang menimpa ASP tidak kembali terulang.
Tanggapan dari Masyarakat
Bayhaqi menyampaikan harapan agar pemerintah segera memperbaiki jalan rusak agar kasus kecelakaan seperti ASP tidak terulang lagi. Ia juga menyoroti akses menuju sekolahnya yang hanya ada dua, yaitu Jalan Matraman Raya dan Jalan Jenderal Ahmad Yani (Bypass), Jakarta Timur. Diakui beberapa titik Jalan Matraman mengalami kerusakan. Kondisi jalan berlubang dan berpasir. Posisi jalan rusak itu terkadang berada di tengah jalan, sehingga tak terlihat pengendara.
Peristiwa Kecelakaan yang Menggemparkan
Ardi, salah satu pengendara sepeda motor, mengaku kecelakaan itu terjadi sekira pukul 06.00 WIB. Kondisi jalan sepi, enggak ada orang sepi, saya keluar dari sana (gang) ke jalan raya sudah ngegeletak saja (korban).
Korban dikenal sebagai orang yang mudah bergaul dan tidak pernah terlibat aksi tawuran. Ia sangat baik di mata teman-temannya. Namun, kondisi jalan yang rusak menjadi penyebab utama kecelakaan ini. Dengan adanya tindakan cepat dari pihak berwajib, diharapkan kejadian serupa tidak terulang lagi.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











