Kebakaran Siteba Padang Menghanguskan Bangunan Sekolah dan Rumah Warga
Kebakaran yang terjadi di kawasan Siteba, Kota Padang, mengakibatkan kerusakan besar pada sejumlah bangunan, termasuk dua unit rumah, lima kontrakan, dan dua ruangan di SDN 05 Surau Gadang. Peristiwa ini berlangsung setelah warga melaksanakan salat Jumat, sekira pukul 13.30 WIB. Api cepat menyebar dari belakang rumah hingga merambat ke kontrakan dan lingkungan sekolah.
Penanganan oleh Damkar Padang
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Padang mengerahkan enam armada serta 85 personel untuk melakukan pemadaman. Menurut Kasi Pusdalops Damkar Padang, Sutopo, informasi kebakaran masuk ke Mako sekira pukul 13:48 WIB. Satu menit kemudian, armada dan personel langsung dikerahkan ke lokasi.
Sutopo menjelaskan bahwa 85 personel dari Pleton C Damkar Padang tiba di lokasi sekira pukul 13:54 WIB dan langsung melakukan penanganan. Ia juga menyebutkan bahwa proses pemadaman berhasil dilakukan pada pukul 15:31 WIB. Namun, Damkar masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan agar api tidak kembali membesar.
Kerugian dan Korban
Menurut data sementara, kebakaran menghanguskan dua rumah, lima kontrakan, dan dua ruangan di SDN 05 Surau Gadang. Ruangan yang terbakar adalah kelas 3 C dan satu ruangan galeri hasil karya anak-anak sekolah tersebut. Kerugian diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun belasan warga terdampak akibat kebakaran.
Selain itu, area yang terdampak mencapai 1.500 meter persegi. Di lokasi kebakaran, bantuan juga diberikan oleh PMI, Polri, TNI, PLN, Satpol PP, dan Camat Nanggalo. Di lokasi juga sudah dipasang garis polisi agar masyarakat tidak memasuki area yang masih berisiko.

Kondisi Lokasi dan Tanggapan Warga
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa bangunan yang terbakar hanya menyisakan bagian dinding dan seng. Bahan-bahan yang terbuat dari kayu hangus terbakar. Lokasi kebakaran berada di area padat penduduk, sehingga banyak bangunan lainnya terdampak. Namun, beruntung Damkar segera melakukan pemadaman, sehingga api tidak merambat ke area lainnya.
Warga setempat, Rachel, mengatakan kebakaran terjadi usai salat Jumat, sekira pukul 13:30 WIB. Ia menyebutkan bahwa api cepat membesar dan banyak bangunan terbakar. Awalnya, kebakaran berasal dari SD Negeri 05, lalu merambat ke bangunan lainnya. Rachel langsung melaporkan kejadian tersebut ke Damkar untuk memadamkan api.

Proses Pemadaman dan Pendampingan
Hingga berita ini ditayangkan, upaya pendinginan masih terus dilakukan oleh petugas Damkar. Selang air dari mobil pemadam kebakaran digunakan untuk memadamkan titik api, sehingga pemadaman dapat diselesaikan dengan cepat. Di lokasi, masyarakat antusias menyaksikan upaya pemadaman, namun akses ke lokasi kebakaran masih ditutup sementara.
Petugas tetap berjibaku di lapangan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali membesar. Hingga saat ini, data pasti mengenai jumlah bangunan terdampak, kerugian, maupun kemungkinan korban jiwa masih dalam proses pengumpulan.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











