Perubahan Besar di Media Pemerintah Hungaria
Perdana Menteri terpilih Hungaria, Peter Magyar, telah mengumumkan rencana besar untuk merombak sistem media pemerintah dan menuntut pengunduran diri presiden negara tersebut. Rencana ini menjadi langkah awal dalam pembentukan pemerintahan baru setelah kemenangan partainya dalam pemilihan umum.
Dalam penampilannya pertama kali di stasiun penyiaran publik Hungaria setelah hampir dua tahun, Magyar menyatakan bahwa pemerintahan barunya akan menangguhkan program berita stasiun tersebut hingga kondisi independen, objektif, dan tidak memihak tercapai. Stasiun penyiaran publik ini selama bertahun-tahun dianggap sebagai corong partai Fidesz Orban.
“Salah satu elemen kunci dari program kami adalah bahwa pabrik kebohongan ini akan berakhir begitu pemerintahan Tisza terbentuk,” kata Magyar kepada pembawa acara, dikutip pada Kamis (16/04/2026).
Selain itu, saat berkunjung ke radio pemerintah Kossuth, Magyar menegaskan bahwa warga Hungaria berhak mendapatkan layanan media publik yang menyiarkan kebenaran. Ia menambahkan bahwa diperlukan waktu untuk mengesahkan undang-undang media baru, membentuk otoritas media baru, dan menciptakan profesional agar media pemerintah benar-benar dapat menjalankan fungsinya.
Persoalan dengan Presiden Hungaria
Magyar juga melakukan pertemuan dengan Presiden Hungaria Tamas Sulyok di Istana Alexander di Budapest. Setelah pertemuan tersebut, Magyar menyatakan bahwa Sulyok tidak layak untuk mewujudkan persatuan bangsa Hungaria. Selain itu, Magyar menuntut Sulyok untuk segera mundur dari jabatannya begitu pemerintahan baru terbentuk.
“Saya mengulangi kepadanya bahwa dia tidak layak untuk mewujudkan persatuan bangsa Hungaria dan tidak pantas menjadi penjaga hukum,” jelas Magyar.
Kemenangan Bersejarah dalam Pemilu
Sebelumnya, pada hari Minggu lalu, partai Tisza Peter Magyar berhasil meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum. Kemenangan ini disebut sebagai kemenangan bersejarah karena berhasil mengalahkan Perdana Menteri sayap kanan Viktor Orban yang telah berkuasa selama 16 tahun sejak 2010.
Menyusul kemenangan telak Magyar dan partai sayap kanan-tengah Tisza dalam pemilu tersebut, pemimpin oposisi mulai mendesak agar serah terima kekuasaan dilakukan secepat mungkin. Berdasarkan undang-undang Hungaria, sidang perdana parlemen baru, yang harus memilih perdana menteri baru, harus diselenggarakan paling lambat pada 12 Mei mendatang.
Proses Transisi Kekuasaan
Terkait transisi kekuasaan ini, Magyar diketahui telah melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Hungaria Tamas Sulyok. Dari konsultasi tersebut, Magyar mengatakan bahwa presiden Hungaria tersebut telah meyakinkan bahwa dirinya akan menjadi calon perdana menteri yang diajukan, dan bahwa sidang perdana kemungkinan besar akan dijadwalkan pada 6 atau 7 Mei.
“(Presiden) berpendapat, dan saya kira semua orang sependapat, bahwa demi kepentingan bangsa Hungaria, setelah mandat yang begitu kuat dari para pemilih, pergantian pemerintahan dan pergantian rezim harus dilakukan secepat mungkin,” ujar Magyar, dikutip dari laman Euronews, Kamis (16/04/2026).
Permintaan untuk Pemerintahan Sementara
Menjelang dimulainya pemerintahan baru di bawah kepemimpinannya, Magyar meminta pemerintahan Orban untuk bertindak sebagai pemerintah sementara dalam beberapa minggu terakhir masa jabatannya. Ia juga meminta agar pemerintahan Orban tidak membuat keputusan yang merugikan kepentingan Hungaria atau menghambat kerja pemerintahan berikutnya. Atas perolehan dua pertiga kursi di parlemen dari hasil pemilu, pemerintahan baru yang dipimpin Magyar memiliki kekuasaan yang besar untuk mengubah konstitusi dan membatalkan banyak kebijakan Orban.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











