"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Hukum  

Rachel Vennya Dapat Ancaman Viral, Kuasa Hukum Beri Penjelasan

Konflik Rumah Antara Rachel Vennya dan Niko Al Hakim Memanas

Kisah sengketa rumah antara Rachel Vennya dan mantan suaminya, Niko Al Hakim atau yang lebih dikenal sebagai Okin, semakin memanas. Isu-isu seperti ancaman dan kekerasan fisik juga muncul dalam peristiwa ini. Meski demikian, kuasa hukum Rachel, Sangun Ragahdo, mengakui adanya informasi terkait ancaman tersebut, namun menolak memberikan penjelasan lebih lanjut karena fokusnya hanya pada masalah utama.

Kuasa Hukum Akui Ada Informasi Ancaman

Sangun Ragahdo menyatakan bahwa ia menerima informasi tentang dugaan ancaman terhadap Rachel. Namun, ia tidak ingin berkomentar lebih jauh karena fokusnya hanya pada sengketa rumah antara kedua pihak. Ia juga menegaskan bahwa isu kekerasan fisik yang mencuat di media adalah bantahan tegas dari pihaknya.

“Rachel mungkin syuting lama, capek, kepencet hal yang wajar,” ujar Sangun. Ia juga mengungkapkan bahwa Rachel dipastikan tidak mengalami kekerasan fisik dari pihak mana pun.

Penjelasan Okin Soal Penjualan Rumah

Okin akhirnya angkat bicara terkait polemik penjualan rumah yang melibatkannya. Sebelumnya, Rachel mengunggah di Instagram bahwa rumah tersebut dijual tanpa persetujuannya. Okin menilai ada kesalahpahaman dalam narasi yang berkembang.

Ia menjelaskan bahwa rumah itu dibeli sebelum anak pertamanya lahir dengan harapan menjadi awal baik bagi keluarga kecilnya. Namun, ternyata perpisahan terjadi. Dalam pembagian harta pada 2021, rumah tersebut diputuskan menjadi bagian Okin.

Namun, terdapat kelalaian dari Okin dalam membayarkan kewajiban pada 2023 karena kondisi bisnis yang membuatnya kelelahan. Ia juga mengungkapkan bahwa komunikasi antara dirinya dan Rachel tidak berjalan baik, terutama saat muncul peringatan dari pihak bank.

Kekesalan Rachel atas Tindakan Okin

Rachel Vennya mengungkapkan kekesalannya terhadap Okin yang disebut tiba-tiba menjual rumah tanpa persetujuannya. Menurutnya, rumah itu diperuntukkan bagi anak-anak mereka. Ia menyatakan bahwa kesepakatan itu didasarkan pada kepercayaan tanpa adanya perjanjian tertulis.

“Pas dateng ke rumah udah bobrok pas dia pakai, akhirnya kita renov buat adek-adek,” ujarnya. Namun, belakangan Rachel mengetahui bahwa rumah itu justru dijual oleh Okin. Bahkan, calon pembeli disebut sudah datang untuk melakukan pengukuran di lokasi.

Kondisi ini memicu kemarahan Rachel karena ia merasa tindakan Okin melanggar kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. “Yaudah ambil tuh rumah. Orang yang gue pikir bakal jadi sahabat gue turn into nightmare,” tukasnya.

Penyelesaian Sementara

Menurut Okin, keputusan menjual rumah diambil sebagai jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan. Ia menyatakan bahwa setelah pembahasan mengenai penjualan rumah, pada hari Selasa mereka sudah menemukan titik tengah mengenai rumah tersebut. Harapan Okin adalah menjalankan hubungan baik demi keberlangsungan hidup anak-anak tanpa ada sangkut paut mengenai harta benda.

Meski begitu, Rachel tetap merasa dikhianati oleh mantan suaminya, padahal sebelumnya ia berharap hubungan baik tetap terjaga demi anak-anak mereka.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *