"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Hukum  

Penanganan Kasus Tambang Pondi Diserahkan ke Polda Babel, Libatkan Anjing Pelacak

Upaya Pencarian Korban Tertimbun Longsor di Eks Tambang Pondi

Hari keempat pencarian terhadap satu korban yang masih hilang akibat longsoran tanah di eks tambang Pondi, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, berlangsung dengan berbagai metode. Hingga saat ini, keberadaan Soleh, satu-satunya korban yang belum ditemukan, masih menjadi misteri. Proses pencarian terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Tim SAR Gabungan dan anjing pelacak dari Polda Bangka Belitung.

Kepala BPBD Kabupaten Bangka, Rusmansyah, mengatakan bahwa upaya pencarian menggunakan tiga unit ekskavator terus dilakukan. Selain itu, anjing pelacak juga dikerahkan untuk membantu menemukan Soleh. “Saat ini proses pencarian menggunakan andog pelacak dari Polda Babel,” ujarnya pada Kamis (5/2).

Kapolres Bangka, AKBP Deddy Dwitiya Putra, menjelaskan bahwa penanganan hukum terhadap kasus laka tambang di kawasan eks tambang Pondi masih dalam penyelidikan. Ia meminta doa agar proses penyelidikan dapat segera selesai. “Sementara masih proses (penyelidikan), mohon doanya,” kata Deddy Dwitiya Putra.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa penetapan tersangka masih dalam pemeriksaan dan pendalaman. Penanganan kasus tersebut sudah diambil alih oleh Polda Babel. “Sementara masih diperiksa dan dalami semua, untuk kasus laka tambang ini juga sudah diambil alih oleh Polda untuk penanganannya,” ujarnya.

Peristiwa Longsor yang Menimpa Pekerja Tambang

Sebelumnya, diberitakan bahwa sedikitnya tujuh penambang timah tertimbun longsor tanah di kawasan eks tambang Pondi, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, pada Senin (2/2). Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, sejumlah pekerja tengah melakukan aktivitas penambangan menggunakan alat berat di lokasi bekas tambang. Namun, secara tiba-tiba kontur tanah di sekitar area kerja menjadi labil dan mengalami longsor, menimbun para pekerja beserta peralatan yang sedang beroperasi.

Beberapa penambang yang selamat sempat melakukan upaya evakuasi mandiri sesaat setelah kejadian. Dari upaya awal tersebut, tiga korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Proses pencarian kemudian dilanjutkan oleh Tim SAR Gabungan. Sekitar pukul 21.15 WIB, satu korban tambahan kembali ditemukan dan dievakuasi, sehingga total korban meninggal dunia bertambah menjadi empat orang. Korban terakhir yang ditemukan belum dapat diidentifikasi karena sekujur tubuhnya tertutup lumpur.

Daftar Korban yang Terlibat

Berdasarkan data yang dihimpun, tiga penambang yang masih dinyatakan hilang masing-masing bernama Soleh (32), warga Kampung Cisiih, Desa Situregen, Kecamatan Panggaranan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten; Aben (40), warga Cisireheun, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten; serta Alek (40), asal Provinsi Banten. Sementara satu korban yang sempat dilaporkan hilang, yakni Abdul Manap (50), warga Banten, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Adapun tiga korban lain yang telah lebih dulu dievakuasi dan dipastikan meninggal dunia masing-masing bernama Abat (43), Samson (40), dan Sanam (40). Selain itu, terdapat empat penambang yang berhasil selamat dari peristiwa longsor tersebut, yakni Mani (50), Ecesan Sanatu (35), Asep (50), dan Kinan (38). Seluruh korban selamat diketahui merupakan buruh harian asal Provinsi Banten.

Penanganan Darurat oleh Tim SAR

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya penambang yang tertimbun longsoran tanah pada Senin sore. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kansar Pangkalpinang segera mengerahkan satu tim rescue ke lokasi kejadian.

“Kami sore itu menerima informasi adanya pekerja tambang yang tertimbun longsoran tanah dan langsung mengirimkan tim rescue ke lokasi,” kata Mikel.

Ia menjelaskan, proses pencarian korban menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi medan yang cukup berbahaya. Kontur tanah yang labil dan potensi longsor susulan menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan. Meski demikian, upaya pencarian terus dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan aspek keselamatan personel.

Kunjungan Forkopimda ke Lokasi Kejadian

KEBERADAAN Soleh, korban laka tambang di kawasan eks tambang Pondi, Kecamatan Pemali, Bangka hingga kini masih misterius. Diketahui, pagi ini Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangka juga turut mendatangi TKP untuk melihat langsung proses pencarian.

Bupati Bangka, Fery Insani, Ketua DPRD Bangka Jumadi dan Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra hadir melakukan peninjauan di lokasi insiden yang setidaknya telah mengubur hidup-hidup 7 orang. “Alhamdulillah Forkopimda kita penuh perhatian sampai-sampai meluangkan waktu untuk ke lokasi,” jelas Kepala BPBD Kabupaten Bangka, Rusmansyah, Kamis (5/2).

Sekadar informasi, insiden laka tambang di eks tambang Pondi, Kecamatan Pemali, Bangka terjadi pada Senin (2/2) sore. Dalam insiden itu, 7 orang pekerja tambang tertimbun tanah longsor. Enam orang di antaranya sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Mereka adalah Abeng (40), Alex (40), Abdul Manap (50), Abat (43), Samson (40) dan Sanam (40) yang dipulangkan ke Provinsi Banten menggunakan jalur laut sejak Selasa (3/2) malam. Sedangkan satu orang korban atas nama Soleh (32) yang juga merupakan warga Provinsi Banten sampai saat ini masih terus dilakukan upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *