Pelaporan Pandji Pragiwaksono oleh Rizki Abdul Rahman
Sosok Rizki Abdul Rahman kini menjadi perhatian publik setelah melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut terkait materi pertunjukan stand-up comedy yang diberi judul Mens Rea dan dianggap menimbulkan fitnah terhadap organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Rizki Abdul Rahman, yang juga merupakan anggota Angkatan Muda NU sekaligus Presidium Angkatan Muda NU, bersama Aliansi Muda Muhammadiyah melaporkan Pandji pada 8 Januari 2026. Laporan ini teregister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/Polda Metro Jaya. Menurut Rizki, penyampaian Pandji dalam Mens Rea berisiko menimbulkan perpecahan, terutama di kalangan generasi muda lintas organisasi keagamaan.
“Menurut kami, beliau merendahkan dan cenderung menimbulkan kegaduhan, khususnya bagi kami sebagai anak muda Nahdliyin dan juga rekan-rekan dari anak muda Muhammadiyah,” ujar Rizki, dikutip dari tayangan KompasTV.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman awal terhadap laporan serta menelaah barang bukti yang telah diserahkan oleh pelapor. Proses hukum ini memicu debat publik tentang kebebasan berekspresi, kritik sosial, dan batasan dalam karya komedi.
Siapa Rizki Abdul Rahman?
Rizki Abdul Rahman Wahid adalah aktivis muda yang kini menjadi sorotan setelah melaporkan Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya pada 7 Januari 2026. Laporan ini berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah yang disebut muncul dalam materi Mens Rea yang viral di media sosial.
Rizki menegaskan bahwa langkah hukum itu diambil bukan semata atas nama pribadi, melainkan sebagai bentuk respons atas kegaduhan publik dan aspirasi sebagian kelompok masyarakat yang merasa dirugikan. Dalam pernyataannya ke media, Rizki sempat mengklaim dirinya bertindak sebagai bagian dari “Presidium Angkatan Muda NU dan Muhammadiyah”.
Namun, klaim ini kemudian menuai polemik karena sejumlah tokoh dan pihak terkait menyatakan tidak mengenal adanya organisasi resmi bernama Angkatan Muda NU, sehingga memicu klarifikasi dan kritik terbuka terhadap Rizki.
Di luar kontroversi tersebut, Rizki Abdul Rahman Wahid diketahui memiliki rekam jejak organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DKI Jakarta pada tahun 2021, organisasi kemahasiswaan yang memiliki keterkaitan historis dengan Nahdlatul Ulama.
Mens Rea Tayang Tanpa Sensor di Netflix
Pertunjukan Mens Rea merupakan bagian dari rangkaian tur stand-up comedy Pandji Pragiwaksono yang digelar sepanjang tahun 2025 di berbagai kota. Puncak pertunjukan live tersebut berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta Pusat, pada 30 Agustus 2025. Setelah rangkaian tur selesai, Mens Rea kemudian diadaptasi menjadi tayangan digital dan dirilis sebagai spesial show tanpa sensor di layanan streaming global Netflix.
Tayangan tersebut mulai tersedia pada 27 Desember 2025 dan dengan cepat menarik perhatian publik Indonesia. Sampai berita ini dipublikasikan, Pandji Pragiwaksono belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan yang diajukan kepadanya.
Ada enam poin utama yang menjadi sorotan publik saat Pandji tampil di Mens Rea:
-
Kasus narkoba Irjen Teddy Minahasa
Pandji menyinggung soal penyalahgunaan jabatan tersangka kasus narkoba aparat negara. Bahwa komisi hasil dibagi dua dengan pihak terlibat, sementara beberapa dipakai untuk gimik naik jabatan. -
Kasus Penembakan PI ke Siswa SMKN di Semarang
Pandji menyoroti kasus penembakan tersebut karena informasi yang pertama kali keluar, siswa SMKN sedang terlibat tawuran dan P**i mencoba melerai namun akhirnya mengeluarkan tembakan. Kasus ini bahkan sempat ditutupi dan terkesan melindungi aparat yang menembak siswa SMK tersebut. -
Anomali Pagar Laut yang Ada di Tangerang
Menurut keyakinan Pandji, sebagian orang sekitar yang memasang pagar laut di Tangerang sengaja dibayar demi proyek khusus. Namun tujuannya apa dan siapa dalangnya, Pandji hanya tertawa. -
Rumah Masalah Kelas Menengah di Kota
Pandji mengatakan bahwa rumah kelas menengah di negeri ini sudah menjadi bahan investasi, karena kelas menengah paling jarang diperhatikan. Pandji juga menegaskan bahwa kenaikan harga tanah cenderung lebih kencang daripada kenaikan skema UMR. -
Masalah Opini yang Sempat Naik ‘Orang Bodoh Nggak Usah Ikut Votting’
Inti ucapan Pandji soal masalah ini adalah bahwa common sense orang kaya, menengah dan bawah itu berbeda jadi nggak bisa disamakan, apalagi kepentingan-kepentingan yang berbeda dari motif politisi untuk dapat simpati dan masih banyak lagi. -
Kasus Korupsi Pejabat MA Senilai Rp 1 Triliun
Pandji juga membahas bahwa nilai gratifikasi yang diterima tersangka mencapai Rp915 miliar dan 51 kg emas. Tentu uang ini menjadi masalah karena mempengaruhi keputusan jaksa di Pengadilan.
Selain keenam poin di atas, Pandji juga ramai dikomentari menohok karena mengkritik fisik Wakil Presiden Gibran. Pandji mengkritik fisik Wapres Gibran ‘Mata Ngantuk’.
Bayaran Fantastis Pandji di Mens Rea
Saat tampil di podcast YouTube Juan & Eve, Pandji sempat buka-bukaan mengenai pendapatannya dari Mens Rea. “Berapa pendapatan lo dari show Mens Rea in total?” tanya Juan dikutip dari YouTube Juan & Eve, Selasa (6/1/2025).
Awalnya Pandji tidak mengungkap secara pasti nominal pendapatannya. Ia hanya memastikan belum ada komika di Indonesia yang pendapatannya fantastis setara dengan pendapatan dari Mens Rea. “Pokoknya gue bisa bilang, tidak ada satupun komika di Indonesia yang bayarannya sebesar bayaran gue untuk Mens Rea,” papar Pandji.
Juan mendesak Pandji untuk membocorkan nominal pendapatan secara jelas. Pandji kemudian memberi clue lewat berapa jumlah nol dalam pendapatannya. Juan pun kaget mendapati fakta bahwa pendapatan Pandji mencapai miliaran. “Anj**, di atas Rp 1 M,” seru Juan kaget.











