"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Hukum  

Motif Asli Ressa Gugat Denada Terungkap, Tuntutan Rp7M Hanya Formalitas

Perselisihan Hukum antara Denada dan Ressa Rizky Rossano

Kisruh antara penyanyi Denada dan pemuda bernama Ressa Rizky Rossano yang menuntut pengakuan sebagai anak masih menjadi perhatian publik. Perselisihan ini awalnya ramai disorot karena nominal tuntutan dalam gugatan Ressa terhadap Denada di Pengadilan Negeri Banyuwangi.

Ressa yang menginginkan pengakuan Denada sebagai ibu kandungnya itu menuntut sejumlah uang sebesar Rp7 miliar. Namun, pihak Denada melalui kuasa hukumnya menyatakan bahwa mereka tidak pernah menyatakan bahwa Ressa bukan anak kandungnya.

Di sisi lain, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, memberikan penjelasan bahwa nilai tuntutan Rp7 miliar hanya sebatas formalitas. Inti dari gugatan tersebut justru dititikberatkan pada upaya untuk memberi pelajaran etika dan moral terhadap Denada.

Ronald menjelaskan bahwa angka Rp7 miliar yang dicantumkan dalam gugatan tidak secara serius diformulasikan. Ia juga mengakui bahwa poin pertama sudah dilakukan Denada, yakni mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Namun, masalah belum selesai karena ada unsur sakit hati dari pihak keluarga lain, yakni Paman dan Tante Ressa.

Ronald menyinggung keras soal pengorbanan paman dan tante Ressa yang selama ini merawat kliennya dari kecil, namun merasa tidak dihargai oleh Denada. Ia menilai ucapan terima kasih saja tidak pernah terlontar dengan tulus dari mulut Denada. Oleh karena itu, jalur hukum ditempuh sebagai sarana edukasi.

Meski mediasi gagal, Ronald merasa lega karena poin pengakuan anak sudah didapatkan. Kini, pihak Ressa siap membuktikan dugaan penelantaran kewajiban moral tersebut kepada pihak Denada di ruang sidang.

Penyanyi Denada dan Klaim Anak Biologis

Sorotan publik mendadak tertuju pada presenter Irfan Hakim setelah namanya ikut terseret dalam polemik dugaan penelantaran anak yang menyeret penyanyi Denada. Alih-alih meredam suasana, pernyataannya dalam sebuah tayangan televisi justru memantik perdebatan baru di media sosial.

Irfan Hakim dinilai sebagian warganet membela Denada, menyusul mencuatnya pengakuan mengejutkan dari seorang pemuda bernama Ressa Rizky Rosano. Ressa, pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur, mengklaim dirinya sebagai anak biologis Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan.

Klaim tersebut sontak menyedot perhatian publik. Pasalnya, selama ini Denada dikenal hanya memiliki satu anak perempuan yang kini menetap di luar negeri. Pengakuan Ressa pun membuka babak baru dalam kisruh yang berkembang cepat di ruang publik.

Saar menjadi bintang tamu dalam podcast YouTube milik Denny Sumargo, Ressa mengungkap bahwa dirinya dibesarkan oleh keluarga Denada di Banyuwangi. Sejak duduk di bangku SMP, ia mulai mendengar desas-desus dari lingkungan keluarga yang mengasuhnya bahwa dirinya merupakan darah daging Denada, mantan istri Jerry Aurum.

Keyakinan itu kemudian mendorong pria yang kini berusia 24 tahun tersebut menempuh jalur hukum. Ressa menggugat Denada ke Pengadilan Negeri Banyuwangi atas dugaan penelantaran anak, langkah yang langsung menjadi perbincangan hangat publik.

Reaksi Irfan Hakim atas Polemik Denada

Di tengah ramainya isu tersebut, Irfan Hakim ikut menjadi sorotan setelah terlibat perdebatan dengan Hotman Paris dalam sebuah tayangan televisi. Potongan video perdebatan itu viral dan memunculkan anggapan bahwa Irfan tengah membela Denada.

Hal ini bermula ketika Irfan mempertanyakan waktu pengungkapan klaim Ressa yang dinilai baru muncul saat sudah dewasa. “Anaknya kan sudah 24 tahun, kan hitungannya sudah bukan anak-anak lagi, sudah dewasa. Nah ketika anak-anak kenapa tidak diungkapnya dulu? Kenapa baru sekarang?” tanya Irfan Hakim kepada Hotman Paris dalam tayangan FYP Trans 7.

Respons tersebut menuai reaksi keras. Banyak warganet menilai sikap Irfan kurang menunjukkan empati, terutama jika dilihat dari sudut pandang anak yang merasa ditelantarkan. Hujatan pun membanjiri kolom komentar media sosial Irfan Hakim.

Enggan asumsi publik semakin simpang siur, Irfan Hakim akhirnya buka suara melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @irfanhakim75. Ia memberikan klarifikasi atas pernyataannya yang dinilai kontroversial.

“Itu tidak seperti yang dibayangkan. Pasti orang mikirnya gue bertanya ke Bang Hotman, mengenai usia 24 tahun kenapa baru bertanya tentang hak anak kepada ibunya, dipikirnya itu ditanyakan setelah podcast Densu. Saat itu di tanggal 20 Januari, belum ada statement jelas dari kedua belah pihak,” kata Irfan Hakim.

Pria berusia 50 tahun ini pun menampik tudingan bahwa dirinya berpihak pada salah satu pihak dalam polemik tersebut. Sebagai pembawa acara, Irfan menegaskan posisinya harus tetap netral.

“Masalah waktu yang diputarbalikkan, framing, akhirnya membuat kesannya saya mendukung salah satu pihak. Saya adalah host talkshow, saya tidak boleh berpihak pada salah satu narasumber, saya harus netral. Dan saya pun melakukan hal itu sampai detik ini,” tutup Irfan Hakim.




Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *