"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Daerah  

Camat Buka Rahasia Suderajat, Penjual Es Gabus yang Kini Dihina Setelah Dapat Simpati

Kehidupan Suderajat: Dari Viral hingga Dituduh Berbohong

Suderajat, seorang pedagang es gabus yang viral di media sosial, kini menjadi sorotan publik setelah menghadapi berbagai tudingan. Awalnya, ia mendapat simpati dari masyarakat karena dituduh menjual es gabus berbahan spons oleh aparat. Namun, setelah hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa es gabus yang dijualnya layak dikonsumsi, keadaan justru berubah.

Pada pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Suderajat membuat pernyataan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Hal ini memicu banyak spekulasi dan cemoohan dari publik. Beberapa pernyataannya seperti tidak menerima bantuan, menunggak biaya sekolah, atau tinggal di rumah kontrakan ternyata tidak benar. Fakta menunjukkan bahwa ia sudah menerima berbagai bentuk bantuan, termasuk renovasi rumah dan modal usaha.

Kondisi Rumah dan Bantuan yang Diterima

Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani, menjelaskan bahwa Suderajat bukan tinggal di kontrakan karena tidak memiliki rumah, melainkan karena rumahnya sedang direhabilitasi melalui program Rutilahu. Menurut asesmen lintas instansi, Suderajat adalah warga kategori miskin yang memiliki rumah sendiri, namun saat ini sedang dalam proses perbaikan.

Proses rehabilitasi rumah Suderajat dimulai sejak Desember 2025. Selain itu, rumah tersebut juga sempat roboh akibat bencana hujan dan angin kencang awal tahun 2026. Sejak saat itu, Suderajat dan keluarganya tidak lagi menempati rumahnya sendiri.

Tenny menyebutkan bahwa ada indikasi disabilitas pada Suderajat dan istrinya, yang diduga berkaitan dengan gangguan mental pascatrauma. Hal ini memengaruhi kemampuan komunikasi mereka, sehingga membuat pernyataan mereka terkesan tidak konsisten.

Bantuan yang Diterima Suderajat

Sekretaris Camat Bojonggede, Elvinila Hartini, menjelaskan bahwa renovasi rumah Suderajat menggunakan anggaran tahun 2025. Selama proses perbaikan berlangsung, ia tinggal di rumah kontrakan. Selain itu, dua anaknya yang sebelumnya putus sekolah kini bisa melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat.

Anak-anak Suderajat juga diberi bantuan seragam dan perlengkapan sekolah. Pemerintah Kabupaten Bogor juga memberikan bantuan stok bahan makanan untuk Suderajat dan keluarganya. Berdasarkan penelusuran, jumlah bantuan yang diterima Suderajat mencapai Rp110 juta.

Pernyataan yang Tidak Sesuai dengan Kenyataan

Beberapa pernyataan Suderajat yang tidak relevan dengan keadaan antara lain:

  • Ngaku Belum Ada Sumbangan

    Suderajat mengatakan belum pernah menerima bantuan dari orang setelah video jualannya viral. Padahal, ia telah menerima satu unit sepeda motor dan modal usaha dari Kapolres Metro Depok.

  • Ngaku Biaya Sekolah Nunggak Rp 1,5 Juta

    Ia mengatakan memiliki tanggungan biaya sekolah anak yang nunggak selama empat bulan. Namun, setelah ditanyai lebih detail, ternyata hanya Rp 200 ribu per bulan.

  • Ngaku Ngontrak Rumah Rp 800 Ribu per Bulan

    Suderajat mengaku tinggal di rumah kontrakan dengan biaya sewa Rp 800 ribu per bulan. Namun, fakta menunjukkan bahwa ia memiliki rumah sendiri warisan dari orang tuanya.

  • Ngaku Dapet Warisan Rp 200 Ribu

    Suderajat mengaku hanya mendapatkan Rp 200 ribu dari uang penjualan rumah warisan orang tuanya. Namun, faktanya, ia telah menerima warisan dalam bentuk tanah dan rumah di Bogor.

  • Ngaku Tak Punya Uang, tapi Banyak Bantuan

    Meski mengaku tidak memiliki uang, Suderajat justru menerima banyak bantuan, termasuk uang tunai, motor, dan umroh. Total bantuan mencapai Rp110 juta.

Penutup

Dedi Mulyadi menegaskan agar Suderajat tidak lagi berbohong dalam menceritakan kondisinya. Ia menyesalkan sikap Suderajat yang tidak jujur, terutama terkait warisan dan bantuan yang diterimanya. Meskipun demikian, pemerintah tetap memberikan dukungan kepada Suderajat dan keluarganya.

Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *