"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Hukum  

Sherly Muncul Usai Hilang, Kondisi Saat Sidang Ahli Waris Mpok Alpa Terekam

Kehadiran Sherly dalam Sidang Ahli Waris Mpok Alpa

Sherly, putri sulung mendiang komedian Mpok Alpa, hadir dalam sidang ahli waris di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Kamis (8/1/2026). Ia tiba setelah ayah sambungnya, Aji Darmaji, lebih dulu tiba di pengadilan. Sherly mengenakan kemeja coklat dan menutup wajahnya dengan masker. Kehadirannya dalam sidang ini menjadi perhatian besar karena sebelumnya ia sempat menghilang tanpa kabar.

Sherly tidak banyak berbicara saat ditanya oleh awak media. Namun, ia sempat menyampaikan bahwa dirinya dalam kondisi baik-baik saja. “Baik-baik,” ujarnya singkat. Keberadaannya di sidang ini mengurangi kekhawatiran yang sempat dirasakan Aji Darmaji.

“Tiga hari lebih, mau sembilan harian (tanpa kabar). Khawatir, tapi kan sudah mulai chat, pas di chat itu saya tenang,” kata Aji. Ia menjelaskan bahwa kekhawatirannya mereda setelah bisa berkomunikasi kembali dengan Sherly. Aji bersyukur bahwa putrinya tidak mengalami masalah serius ketika pergi dari rumah tanpa sepengetahuannya.

Kuasa hukum Aji Darmaji, Zaki Ramdani, menyampaikan bahwa ketidakhadiran Sherly sebelumnya karena sedang berada di tempat temannya dan memiliki urusan kuliah. “Sherly kemarin ada di tempat temannya. Ada juga urusan belajar karena masih ngampus (kuliah),” jelas Zaki. Pihak keluarga juga telah memberikan pemahaman kepada Sherly tentang proses hukum penetapan ahli waris agar tidak terpengaruh asumsi atau isu yang berkembang di luar.

Pihak keluarga menegaskan bahwa tidak ada konflik internal dan seluruh proses sidang penetapan ahli waris berjalan aman dan terkendali. “Tidak ada hal-hal yang bersifat ribut atau merugikan. Aman semuanya,” pungkas Aji Darmaji.

Kondisi Psikologis Anak-anak Setelah Kehilangan Ibu

Aji Darmaji, suami Mpok Alpa, mengungkapkan kondisi psikologis anak-anaknya usai kepergian sang ibu. Ia mengatakan bahwa Sherly, putrinya, sering terlihat melamun di rumah. Menurut Aji, hal tersebut merupakan bentuk kerinduan dan proses kehilangan sosok ibu. “Sering agak bengong-bengong aja ya di rumah ya. Biasanya kan kalau masih ada almarhum tuh curhat mungkin ya sama Mamanya,” ucap Aji.

Ia juga menjelaskan bahwa Sherly dikenal sebagai anak yang tidak banyak bicara. “Cuman emang enggak banyak ngomong anaknya,” imbuhnya. Aji menambahkan bahwa rasa rindu terhadap sang ibu sangat dirasakan oleh seluruh anaknya. Bahkan, kondisi tersebut terlihat jelas saat anaknya yang lain, Al Fatih, jatuh sakit.

“Kalau rindu ya pasti. Semua rindu sekarang juga Al Fatih tuh lagi sakit, Al Fatih nih nyebut-nyebut nama Mamanya,” tutur Aji dengan suara lirih. “Badannya kan panas tuh manggil-manggil nama Mamanya. ‘Mami, Mami’, langsung hati langsung ces aja. Emang lagi sakit si Al Fatih,” pungkas Aji.

Tantangan Besarkan Anak Tanpa Mpok Alpa

Sebagai orang tua tunggal untuk empat anaknya, Aji mengakui menghadapi tantangan besar. Terlebih, salah satu anaknya kini sudah memasuki usia remaja atau ABG yakni Sherly. Aji Darmaji mengaku rasa khawatirnya semakin besar karena harus menjalankan peran ganda sebagai ayah sekaligus ibu bagi anak-anaknya.

“Wah iya sangat. Iya. Karena kan rasa khawatir karena perempuan ya. Jangankan perempuan, laki aja saya khawatir kayak gitu kan,” ujar Aji saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Menurut Aji, membesarkan anak-anak merupakan tanggung jawab besar yang kini sepenuhnya ia emban seorang diri. Amanah tersebut harus dijalankan sebaik-baiknya.

“Karena kan itu tanggung jawab, amanah kayak gitu kan. Amanah yang saya harus jalanin kayak gitu,” ungkapnya. Aji juga menegaskan bahwa almarhumah Mpok Alpa sangat menyayangi keempat anaknya. Karena itu, ia merasa memiliki kewajiban untuk menjaga mereka sebaik mungkin.

“Apalagi kan almarhum sayang sama anaknya tuh empat-empatnya emang sayang kayak gitu. Jadi bener-bener tuh saya jaga bener-bener dari A sampe Z,” kata Aji.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *