"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Hukum  

Warga Priangan, jangan salah! Ini aturan puasa Syawal, Ayyamul Bidh, dan Senin-Kamis

Ibadah Sunnah Setelah Bulan Ramadan

Setelah bulan Ramadan berlalu, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan semangat beribadah dengan melakukan berbagai ibadah sunnah. Salah satu yang paling ditekankan adalah puasa Syawal. Bulan Syawal merupakan bulan kesepuluh dalam kalender Hijriyah dan memiliki keistimewaan tersendiri. Pada bulan ini, umat Islam dapat membuktikan kemampuan mereka dalam mempertahankan dan meningkatkan keimanannya setelah menjalani bulan Ramadan yang penuh ujian.

Keistimewaan Bulan Syawal

Bulan Syawal menjadi momen penting bagi umat Islam untuk menunjukkan ketakwaan mereka. Selain itu, Syawal juga menjadi bulan pertama dari tiga bulan sebelum Dzulhijjah, di mana beberapa amalan haji dapat dimulai. Periode haji juga dimulai pada bulan Syawal, yang disebut sebagai Asyhur Al-Hajj atau bulan-bulan haji.

Salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan setelah Hari Raya Idul Fitri adalah puasa Syawal. Biasanya, puasa ini dilakukan selama enam hari. Namun, waktu puasa bisa fleksibel karena sering kali bertepatan dengan hari-hari lain seperti Ayyamul Bidh dan puasa Senin-Kamis.

Puasa Syawal dan Penggabungan dengan Puasa Sunnah Lainnya

Beberapa puasa sunnah seperti Ayyamul Bidh dan Senin-Kamis bisa digabungkan dengan puasa Syawal. Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa menggabungkan puasa Syawal dengan puasa Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh adalah mubah atau boleh dilakukan. Hal ini didasarkan pada niat puasa sunnah yang bisa digabungkan.

Menurut sabda Nabi Muhammad SAW, diriwayatkan oleh Abu Ayyub Al-Anshari RA:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim, no. 1164).

Puasa Syawal memiliki pahala yang sama dengan berpuasa selama setahun. Meskipun terdengar berat, Allah memberikan kemudahan kepada umat Islam melalui tuntunan Rasulullah SAW.

Cara Melaksanakan Puasa Syawal

Puasa Syawal bisa dilakukan secara cicilan. Misalnya, dua hari per minggu hingga mencapai enam hari. Jika ada was-was dari setan yang menghalangi umat Islam untuk berpuasa, mereka dapat membaca lafadz ta’awudz:

“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

Jadwal Ayyamul Bidh di Bulan Syawal 1447 Hijriyah

Saat ini, bulan Syawal telah memasuki pekan pertama dan kedua. Tanggal 1 Syawal 1447 Hijriyah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Berikut adalah jadwal puasa Ayyamul Bidh di bulan Syawal 1447 H:

  • Puasa Ayyamul Bidh hari kesatu pada 13 Syawal 1447 H = Sabtu, 12 April 2026
  • Puasa Ayyamul Bidh hari kedua pada 14 Syawal 1447 H = Minggu, 13 April 2025
  • Puasa Ayyamul Bidh hari ketiga pada 15 Syawal 1447 H = Senin, 14 April 2026


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *