Kenaikan Pangkat Asep Guntur Rahayu sebagai Inspektur Jenderal Polisi
Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, resmi naik pangkat menjadi Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi dalam upacara di Mabes Polri pada 19 Maret 2026. Kenaikan ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan profesionalismenya selama bertahun-tahun bekerja di berbagai lembaga pemerintahan.
Asep Guntur Rahayu, lulusan Akpol 1996, memiliki pengalaman panjang di KPK sejak 2007. Ia juga dikenal sebagai salah satu penyidik yang terlibat dalam berbagai kasus korupsi besar. Kenaikan pangkat ini dilakukan dalam rangkaian upacara kenaikan pangkat bagi 47 Perwira Tinggi (Pati) di Rupatama Mabes Polri.
Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menyampaikan bahwa kenaikan pangkat ini bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab yang lebih besar untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta pelayanan kepada masyarakat. Dengan kenaikan ini, Polri berharap para perwira tingginya dapat terus berkontribusi untuk kepentingan masyarakat, dan mendukung transformasi Polri yang Presisi.
Profil Singkat Asep Guntur Rahayu
Asep Guntur Rahayu lahir di Majalengka, 25 Januari 1974. Sebagai lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996, ia juga lulusan Psikologi dari Universitas Bhayangkara Fakultas Jakarta Raya (Ubhara Jaya). Ia diketahui memiliki istri yang juga berprofesi sebagai polisi, yakni Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni.
Selama di kepolisian, Asep Guntur Rahayu menduduki sejumlah jabatan penting, seperti Kabagpenkompeten Biro Pembinaan Karier (Robinkar) Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri, Wakapolres Metro Jakarta Pusat, hingga Kapolres Cianjur. Setelah itu, ia ditugaskan ke KPK sejak 2007 sebagai penyidik, atau satu angkatan bersama Novel Baswedan.
Selama kurang lebih lima tahun di KPK, Asep Guntur Rahayu ditarik ke institusi Polri pada 2012. Namun, sepuluh tahun kemudian, kembali bertugas di lembaga antirasuah tersebut. Ia mengemban jabatan sebagai Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK menggantikan Brigjen Setyo Budiyanto yang menjadi Kapolda NTT. Kemudian, dia didapuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK pada April 2023.
Adapun kini, Asep Guntur Rahayu menjabat sebagai Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK sejak awal 2026.
Harta Kekayaan Asep Guntur Rahayu
Berdasarkan informasi dari laman Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Asep Guntur Rahayu terakhir kali melaporkan hartanya pada 22 Februari 2024. Berikut rincian harta kekayaannya:
A. Tanah dan Bangunan
Rp 4.300.000.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 96 m2/45 m2 di KAB / KOTA BANDUNG, HASIL SENDIRI – Rp 700.000.000
2. Tanah dan Bangunan Seluas 1000 m2/300 m2 di KAB / KOTA CIANJUR, HASIL SENDIRI – Rp 1.800.000.000
3. Tanah dan Bangunan Seluas 2000 m2/500 m2 di KAB / KOTA MAJALENGKA, WARISAN – Rp 1.800.000.000
B. Alat Transportasi dan Mesin
Rp 429.500.000
1. MOBIL, TOYOTA FORTUNER SUV Tahun 2015, HASIL SENDIRI – Rp 270.000.000
2. MOBIL, TOYOTA AGYA Tahun 2022, HASIL SENDIRI – Rp 110.000.000
3. MOTOR, PIAGGIO S150 Tahun 2019, HASIL SENDIRI – Rp 9.000.000
4. MOTOR, YAMAHA NMAX Tahun 2016, HASIL SENDIRI – Rp 7.500.000
5. MOTOR, YAMAHA X-MAX Tahun 2019, HASIL SENDIRI – Rp 33.000.000
C. Harta Bergerak Lainnya
Rp 207.500.000
D. Surat Berharga
Rp 0
E. Kas dan Setara Kas
Rp 478.830.128
F. Harta Lainnya
Rp 0
Sub Total: Rp 5.415.830.128
II. Hutang: Rp 150.000.000
III. Total Harta Kekayaan (I-II): Rp 5.265.830.128
Kesimpulan
Kenaikan pangkat Asep Guntur Rahayu sebagai Inspektur Jenderal Polisi mencerminkan dedikasinya terhadap tugas dan tanggung jawab yang diembannya. Selain itu, data harta kekayaannya menunjukkan bahwa ia memiliki aset yang cukup signifikan, terutama tanah dan bangunan. Dengan posisinya saat ini, Asep diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi lembaga KPK dan masyarakat secara keseluruhan.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











