Penahanan Richard Lee di Rutan Salemba
Richard Lee, seorang dokter kecantikan yang terkenal dengan klinik Athena, akhirnya ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba cabang Polda Metro Jaya. Penahanan ini dilakukan setelah penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menyelesaikan pemeriksaan intensif terkait dugaan pelanggaran perlindungan konsumen. Penahanan tersebut dilakukan pada Jumat (6/3/2026) malam.
Saat keluar dari gedung Ditreskrimsus pada pukul 21.43 WIB, Richard Lee nampak digiring oleh beberapa orang penyidik dengan tangan terborgol. Ia kini menjalani penahanan di Rutan Salemba. Terbaru, sang istri, Reni Effendi, telah menjenguk suaminya ke Rutan.
Dari tayangan video Reyben Entertainment, Reni terlihat mengenakan kemeja putih dan masker saat tiba di Rutan pada Jumat malam. Raut wajahnya datar dan tidak mau melihat sorot kamera dari awak media. Ia tidak merespons rentetan pertanyaan yang dilontarkan terkait penahanan Richard Lee. Wanita lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya ini memilih diam seribu bahasa dan terus melangkah menuju pintu masuk Rutan bersama seorang pria di depannya.
Unggahan terakhir Reni Effendi juga menjadi sorotan warganet. Lewat feed Instagram pribadinya, @renieffendi24, ia membagikan potongan video siniar YouTube Richard Lee bersama Ustadz Dr. Khalid Basalamah. Dalam video tersebut, keduanya membahas perihal jodoh, bahwa laki-laki yang baik akan mendapatkan perempuan yang baik, begitu sebaliknya. Richard Lee dalam video tersebut menyatakan, “Itu menenangkan saya sekali, saya tidak tahu saya laki-laki baik atau buruk, tapi saya tahu istri saya orang baik.”
Sembari menyematkan lagu Tanpa Cinta yang dinyanyikan oleh Tiara Andini feat Yovie Widianto, Reni menambahkan potongan foto dan video romantis bersama Richard Lee. Lewat caption, wanita yang dinikahi Richard Lee sejak 2013 lalu itu hanya menyematkan emoji hati. Unggahan tersebut langsung menjadi sorotan oleh warganet, di tengah kasus hukum yang menimpa Richard Lee kini.
2 Alasan Richard Lee Ditahan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa Richard Lee sebelum ditahan sempat menjalani pemeriksaan dari pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB. Ia harus menjawab 29 pertanyaan dari penyidik. Selanjutnya, berdasarkan pertimbangan tindakan tersangka, ada dua alasan yang membuat penyidik melakukan penahanan.
Kombes Budi menyebutkan bahwa tersangka dinilai menghambat proses penyidikan, antara lain karena mangkir pemeriksaan dan tidak menjalani wajib lapor sebagai tersangka. “Tersangka tidak hadir pada pemeriksaan tambahan tanggal 3 Maret 2026 tanpa memberikan keterangan yang jelas,” ujar Kombes Budi.
Ketidakpatuhan terhadap proses hukum diperkuat dengan aktivitas live di akun TikTok. “Tersangka juga mangkir wajib lapor pada hari Senin, 23 Februari 2026 dan Kamis, 5 Maret 2026 tanpa alasan yang jelas,” imbuh Kombes Budi. Atas dasar hal tersebut, terhadap tersangka DRL dilakukan penahanan pada pukul 21.50 di rutan Polda Metro Jaya.
Sebelum melaksanakan penahanan, tersangka dilakukan pengecekan kesehatan oleh Biddokes Polda Metro Jaya meliputi pengecekan tensi, saturasi, dan suhu tubuh dengan hasil normal dan dapat melakukan aktivitas seperti biasa. Menurutnya, barang-barang pribadi tersangka yang tidak terkait proses pembuktian penyidikan telah dititipkan kepada kuasa hukumnya.
Doktif Siapkan Syukuran
Dokter Samira Farahnaz atau Dokter Detektif (Doktif) sebagai pelapor kasus mengaku lega, akhirnya kini perjuangan para korban produk skincare milik Richard Lee terjawab. “Rasanya plong banget, masyarakat Indonesia yang selama ini menjadi korban dari segala kebohongan, segala tipu daya, ucapan dari tersangka DRL akhirnya mendapatkan jawaban,” ungkap Doktif, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Sabtu (7/3/2026).
Wanita yang diketahui aktif mengkritik dan mengulas produk skincare itu kemudian memberikan apresiasi atas kinerja Polda Metro Jaya. Sejak awal Doktif meyakini bahwa Polda Metro Jaya bisa menjalankan tugasnya secara profesional. “Apresiasi terhadap Polda Metro Jaya yang Doktif yakin ini suatu gebrakan yang sangat luar biasa dengan tekanan yang Doktif tahu Polda Metro Jaya sangat-sangat hebat, merah putih tegak lurus.”
“Dari awal Doktif yakin Polda Metro Jaya tidak mampu untuk disiram oleh pihak manapun ya,” ujarnya. Doktif mengaku dirinya bakal menggelar syukuran atas ditahannya Richard Lee. “InsyaAllah kita besok akan syukuran, Doktif juga akan bawa teman-teman buat kita buka bersama,” ucapnya.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











