"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Hukum  

Jejak Karir Fadia Arafiq: Dari Dangdut hingga OTT KPK

Kehidupan dan Karier Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan yang Kini Ditangkap KPK

Kabar penangkapan Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (3/3/2026) mengejutkan publik. Ia ditangkap terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa. Namun, kiprahnya sebelum menjadi bupati juga menarik perhatian. Dari latar belakang seni hingga karier politik yang melejit, Fadia memiliki riwayat yang panjang dan kompleks.

Lahir dari Keluarga Seniman

Fadia lahir di Jakarta pada 23 Mei 1978 dengan nama asli Laila Fathiah. Perempuan berusia 47 tahun ini bukan sosok sembarangan. Ia lahir dari keluarga seniman; ayahnya adalah pedangdut legendaris Indonesia, A. Rafiq. Selain itu, Fadia juga merupakan kakak kandung dari selebritas Fairuz A. Rafiq. Dari darah seni tersebut, ia mengambil jalur musik sejak muda.

Melesat Lewat Lagu “Cik Cik Bum Bum”

Sebelum terjun ke dunia politik, Fadia lebih dulu dikenal sebagai penyanyi dangdut. Karir musiknya sempat meroket di era 2000-an. Nama Fadia melejit tajam setelah merilis single hits “Cik Cik Bum Bum”. Meskipun begitu, panggung hiburan bukan tujuan akhir baginya. Ia perlahan beralih menuju dunia politik.

Karier Politik yang Moncer

Kiprah politik Fadia dimulai saat ia menjabat Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016, mendampingi Bupati Amat Antono. Pengalamannya dalam organisasi sangat memadai; ia pernah menjabat sebagai Ketua KNPI Jawa Tengah (2016–2021) serta Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan di periode yang sama.

Setelah itu, Fadia mencalonkan diri sebagai Bupati. Berpasangan dengan H. Riswadi, S.H., ia sukses memenangkan Pilkada dan dilantik menjadi Bupati Pekalongan periode 2021–2026. Bahkan, ia terpilih kembali untuk memimpin Pekalongan pada periode 2025–2030.

Selama menjabat Bupati, Fadia dikenal dengan beberapa program unggulan, seperti:

  • Dalan Alus Rejeki Mulus: Program perbaikan jalan
  • Kudu Sekolah: Program wajib belajar
  • Kesehatan Gratis Cukup Pakai KTP
  • Bantuan Seragam Sekolah untuk Siswa SD-SMP

Latar Belakang Pendidikan yang Mumpuni

Di luar kiprah seni dan politiknya, Fadia juga sangat memperhatikan pendidikannya. Ia menempuh pendidikan dasar di Jakarta, mulai dari SD Negeri Karet Tengsin 14 (1984–1990), SMP Negeri 8 Tanah Abang (1990–1993), hingga SMA Negeri 58 Ciracas (1993–1996).

Setelah beralih ke ranah birokrasi, Fadia terus memperdalam ilmu manajemennya. Ia meraih gelar S1 Manajemen (Sarjana Ekonomi) dari Universitas AKI Semarang pada 2013, disusul gelar S2 Magister Manajemen dari Universitas Stikubank Semarang pada 2015. Tak berhenti di situ, Fadia juga menyabet gelar Doktor (S3) dari UNTAG Semarang.

Kini Diuji Oleh KPK

Kini, perjalanan karir politikus Partai Golkar yang cemerlang itu tengah diuji. Fadia Arafiq harus berhadapan dengan meja hijau setelah terjaring operasi senyap KPK, meninggalkan tanda tanya besar mengenai kelanjutan program-program unggulannya di Kabupaten Pekalongan.

Biodata Singkat Fadia Arafiq

Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M.

Agama: Islam

Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 23-05-1978

Jenis Kelamin: Perempuan

Pasangan: M. Ashraff Abu

Riwayat Pendidikan:

SD Negeri Karet Tengsin 14 Tanah Abang, Jakarta Pusat

SMP Negeri 8 Tanah Abang, Jakarta Pusat

SMA Negeri 58 Ciracas, Jakarta Timur

S1 Manajemen Universitas AKI Semarang

S2 Manajemen Universitas Stikubank Semarang

S3 UNTAG Semarang

Riwayat Karier:

Wakil Bupati Pekalongan (2011-2016)

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan (2016-2021)

Ketua KNPI Jawa Tengah (2016-2021)

Bupati Pekalongan (2021-2026)

* Bupati Pekalongan (2025-2030)

Partai politik: Golkar

Hubungan: Fairuz A Rafiq (adik)

Anak: 6 orang

Orang tua: A. Rafiq dan Aisyah

Profesi: Penyanyi, politikus

Karier musik: Genre Dangdut

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *