Perundingan Iran dan Amerika Serikat di Pakistan Mengalami Kegagalan
Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Pakistan disebut mengalami deadlock atau jalan buntu. Delegasi Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka meninggalkan Pakistan karena tidak mampu mencapai kesepakatan. Sementara itu, pihak Iran memberikan keterangan berbeda, menyatakan bahwa perundingan akan dilanjutkan pada hari Minggu.
Pernyataan dari Wakil Presiden AS
Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, yang memimpin delegasi AS, menyebut bahwa tim-nya meninggalkan Pakistan karena tidak ada kesepakatan yang bisa dicapai. Vance menilai bahwa Iran telah mengalami kerugian besar akibat tidak mau menyetujui syarat yang diajukan oleh AS.
“Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat,” ujar Vance dikutip dari Reuters, Minggu (12/4/2026) pagi. Ia menambahkan bahwa timnya telah menjelaskan dengan sangat jelas apa batasan yang dimiliki.
Keterangan Berbeda dari Iran
Sementara delegasi AS menyatakan telah meninggalkan Pakistan, keterangan berbeda diberikan oleh delegasi Iran. Media Iran Tasnim News melaporkan bahwa pertemuan maraton antara negosiator Iran dan AS telah berakhir setelah 15 jam dan pembicaraan akan dilanjutkan hari ini.
Para pejabat Iran memulai pembicaraan pada pukul 13:00 waktu setempat pada hari Sabtu di Hotel Serena di Islamabad, Pakistan, pertama-tama dengan para pejabat Pakistan dan kemudian dengan delegasi Amerika. Pembicaraan maraton tersebut berlanjut hingga pukul 03.40 waktu setempat pada hari Minggu.
Pembicaraan dijadwalkan akan berlanjut selama beberapa jam lagi pada hari Minggu. Reporter Tasnim News yang dikirim ke Islamabad melaporkan bahwa “mengingat tuntutan yang tidak masuk akal dari pihak Amerika dan desakan delegasi Iran untuk menjaga kepentingan nasional, dengan usulan dari pihak Pakistan dan penerimaan dari kedua belah pihak, pembicaraan akan dilanjutkan untuk putaran berikutnya pada hari Minggu.”
Sebelumnya, koresponden Tasnim telah melaporkan bahwa putaran pembicaraan tatap muka lainnya antara Iran dan Amerika Serikat berakhir di Islamabad, Pakistan pada Minggu pagi. Kedua pihak sekali lagi bertukar pesan singkat dengan kehadiran tim ahli.

Perbedaan Serius dalam Perundingan
Hal itu terjadi di tengah perbedaan serius yang masih ada antara delegasi Iran dan Amerika dalam perundingan tersebut. Kini giliran Amerika untuk mengatasi tuntutan berlebihan yang berulang dan mengganti ambisi dengan pendekatan yang realistis.
Optimisme dari Pakistan
Sumber-sumber Pakistan cukup optimistis bahwa sesuatu akan dihasilkan dari pembicaraan antara AS dan Iran. Akan tetapi, untuk hasilnya masih perlu dinanti, apakah berupa perpanjangan gencatan senjata, kelanjutan pergerakan bebas melalui Selat Hormuz, atau sesuatu yang lebih substansial mengenai program nuklir.
Al Jazeera berbicara dengan seorang diplomat, dan mereka mengatakan bahwa diplomasi terbaik dilakukan secara tertutup. Jika diplomasi dilakukan melalui pemberitaan media, kemungkinan besar tidak akan berhasil. Setelah delapan jam, informasi mulai terungkap sedikit demi sedikit, tetapi hal-hal substansial masih bersifat spekulasi dan sensitif.
Selain itu, para politisi Pakistan juga diminta untuk tidak berbicara, sehingga pihak tuan rumah belum memberikan komentar apa pun.
Awal Perundingan di Islamabad
Sebelumnya, AS dan Iran telah memulai negosiasi di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4/2026). Wakil Presiden JD Vance mewakili AS, sedangkan delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Bagher Ghalibaf.











