"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Jatmiko Dwijo, Adik Bupati Tulungagung yang Diduga Tahu Aksi Kakaknya Peras OPD

Penangkapan Jatmiko Dwijo Saputro dalam OTT KPK

Jatmiko Dwijo Saputro, seorang anggota DPRD Tulungagung dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), tiba-tiba menjadi sorotan setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia kini berada di tengah kasus dugaan pemerasan yang melibatkan kakaknya, Gatut Sunu Wibowo, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Peran Jatmiko dalam kasus ini dinilai penting karena hubungan keluarga dan jabatannya sebagai pejabat publik. Meskipun saat ini masih berstatus sebagai saksi, penyidik KPK menganggapnya memiliki pengetahuan terkait praktik yang diduga terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Diduga Mengetahui Praktik Pemerasan

KPK menduga bahwa Jatmiko memiliki pengetahuan tentang praktik pemerasan yang dilakukan oleh Gatut Sunu Wibowo. Hal ini didasarkan pada posisinya sebagai pejabat publik serta hubungan keluarga dekat dengan tersangka. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap Jatmiko dilakukan untuk menggali informasi lebih dalam.

“Saudara J (Jatmiko) statusnya itu sebagai saksi yang bersangkutan gitu. Penyidik menduga bahwa yang bersangkutan ada hubungan kekerabatan dan juga ya sebagai pejabat mengetahui praktik-praktik ini gitu. Jadi, kita ingin mendalami yang bersangkutan, praktik yang dilakukan oleh GSW,” kata Asep, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Terjaring OTT dan Diperiksa Intensif

Jatmiko termasuk salah satu dari 13 orang yang diamankan dalam OTT tersebut. Ia tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 13.48 WIB dan langsung menjalani pemeriksaan intensif. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan keterlibatan Jatmiko dalam operasi tersebut.

“Benar (Jatmiko ikut kena OTT),” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2026).

Peran Kunci dalam Mengurai Kasus Kakaknya

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Gatut Sunu Wibowo dan ajudannya, Dwi Yoga Ambal, sebagai tersangka dugaan pemerasan. Keduanya langsung ditahan selama 20 hari pertama, terhitung sejak 11 hingga 30 April 2026.

Penyidik menduga bahwa Gatut menekan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) setelah pelantikan pejabat. Mereka disebut diminta menandatangani surat pernyataan kesiapan mundur yang tanggalnya dikosongkan, yang kemudian diduga digunakan sebagai alat tekanan.

“Bagi yang tidak tegak lurus kepada Bupati, maka terancam dicopot dari jabatan atau bahkan mundur sebagai ASN,” tutur dia.

Modus Pemerasan dan Aliran Dana

KPK mengungkap adanya dugaan permintaan setoran uang kepada 16 OPD di lingkungan Pemkab Tulungagung. Modus yang digunakan antara lain dengan mengatur atau menggeser anggaran, lalu meminta bagian hingga 50 persen bahkan sebelum anggaran dicairkan.

Pengumpulan uang tersebut disebut dilakukan oleh ajudan bupati, yang memperlakukan OPD seolah memiliki utang. Target pengumpulan dana disebut mencapai Rp5 miliar. Hingga OTT dilakukan, jumlah uang yang terkumpul mencapai Rp2,7 miliar, dengan nominal setoran bervariasi mulai dari Rp15 juta hingga Rp2,8 miliar.

Selain uang tunai Rp335,4 juta, KPK juga menyita sejumlah barang bukti lain, termasuk dokumen, barang bukti elektronik, dan empat pasang sepatu mewah merek Louis Vuitton.

“Uang ini diduga digunakan untuk kepentingan pribadi seperti untuk pembelian sepatu, berobat, jamuan makan, dan keperluan pribadi lainnya yang juga dimintakan atau dibebankan pada anggaran di OPD,” ujar Asep.

Sosok Jatmiko Dwijo Saputro

Jatmiko Dwijo Saputro, S.H., merupakan seorang politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Tulungagung untuk periode 2024–2029. Ia terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4 yang meliputi Kecamatan Bandung, Besuki, dan Pakel, dan resmi dilantik pada 26 Agustus 2024.

Dalam kiprahnya sebagai wakil rakyat, Jatmiko dikenal aktif menjalin kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, seperti bakti sosial pemeriksaan mata hingga operasi katarak gratis, sebagai bentuk pengabdian langsung kepada warga.

Secara latar belakang, Jatmiko juga dikenal sebagai adik dari Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yang turut membuat namanya mendapat sorotan publik dalam dinamika politik daerah.

Perkembangan terbaru pada April 2026, Jatmiko ikut terseret dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Tulungagung. Ia diamankan dan dibawa ke Jakarta bersama sejumlah pihak lain untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam kasus tersebut, Jatmiko diketahui masih berstatus sebagai saksi, sementara aparat penegak hukum terus mendalami dugaan keterlibatan pihak-pihak terkait dalam kasus yang disinyalir berkaitan dengan praktik pemerasan.

Situasi ini menjadikan sosok Jatmiko tidak hanya dikenal karena aktivitas politik dan sosialnya, tetapi juga sebagai bagian dari pusaran isu hukum yang tengah menjadi perhatian publik.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *