"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Rey Bantah Godaan Lamborghini, Ungkap Alasan Nikahi Sesama Wanita, Ada Ancaman Bunuh Diri

Klarifikasi Rey Malawat Terkait Pernikahan Siri

Erfastino Reynaldi alias Rey Malawat akhirnya memberikan pernyataan resmi mengenai kasus pernikahan sesama jenis yang terjadi di Kota Malang. Dalam klarifikasinya, Rey membantah seluruh tuduhan yang dilayangkan oleh Intan Anggraeni, istri sirinya. Ia menegaskan bahwa tidak pernah menjanjikan harta mewah seperti mobil Lamborghini atau rumah kepada Intan.

Rey juga meluruskan kabar mengenai kado mewah yang disebut-sebut diberikan dalam acara pernikahan mereka. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar. Justru, ia mengklaim bahwa dirinya sering membantu kondisi finansial keluarga Intan, termasuk dalam hal kebutuhan sehari-hari dan pelunasan utang.

Identitas Rey sebagai Perempuan

Rey menyatakan bahwa identitasnya sebagai seorang perempuan sudah diketahui oleh Intan dan keluarganya sejak awal hubungan. Ia menjelaskan bahwa Intan sering berkunjung ke rumahnya, sehingga sangat kecil kemungkinan terjadi penipuan identitas. Bahkan, Rey menegaskan bahwa pihak keluarga dan lingkungan pertemanan Intan juga sudah mengetahui jati dirinya.

Mengenai tuduhan pemalsuan dokumen KTP, Rey memberikan bantahan tegas. Ia menyatakan bahwa tidak pernah memanipulasi data pada identitas pribadinya. “Tidak ada pemalsuan. Identitas yang saya tunjukkan adalah asli. Kalau ada cetakan, itu justru dari dia sendiri yang fotokopi KTP saya,” jelas Rey.

Alasan Menikah dan Ancaman Bunuh Diri

Dalam pernyataannya, Rey mengungkap alasan di balik keputusan mereka untuk menikah secara siri pada 3 April 2026. Ia menyebutkan bahwa keinginan untuk naik pelaminan datang lebih dulu dari pihak Intan. Alasan yang disampaikan saat itu adalah karena Intan mengaku sering mendapat perlakuan kasar dari pasangan sebelumnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, Rey mengaku sempat ingin mengakhiri hubungan mereka sebelum pernikahan terlaksana. Niat tersebut urung dilakukan karena situasi menjadi sangat rumit. Rey mengeklaim adanya tekanan psikis yang cukup berat dari pihak Intan dan keluarganya.

“Saya sempat ajak selesai, tapi ada ancaman bunuh diri sampai ibunya pingsan,” ungkap Rey. Tekanan inilah yang membuat hubungan tersebut berlanjut hingga jenjang pernikahan. Rey merasa terjebak dalam situasi sulit untuk dihindari karena adanya ancaman terhadap keselamatan nyawa tersebut.

Rencana Ke Luar Negeri

Rey juga meluruskan kabar mengenai rencana membawa Intan ke Kamboja yang sempat dicurigai oleh pihak keluarga korban. Ia menegaskan bahwa rencana perjalanan yang ada sebenarnya adalah menuju Yogyakarta. Perjalanan ke Yogyakarta bertujuan untuk keperluan medis, yaitu untuk menjalani terapi pengobatan akibat cedera kaki yang dialami Intan.

Ia kembali menegaskan bahwa tidak pernah ada rencana untuk pergi ke luar negeri apalagi melakukan intimidasi terhadap Intan. Rey mengaku ingin menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Ia sempat mencoba menjalin komunikasi untuk mengakhiri hubungan dengan cara yang baik. Namun, ia merasa terkejut karena laporan hukum justru datang secara tiba-tiba tanpa adanya tanggapan atas pesan yang ia kirimkan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian di Polresta Malang Kota masih terus melakukan pendalaman atas kasus ini. Petugas masih mengumpulkan keterangan dan bukti terkait dugaan pemalsuan dokumen yang dilaporkan oleh pihak Intan.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *