Kebangkitan Industri Genteng Plered di Tengah Tantangan
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, berkomitmen untuk mendorong kebangkitan industri genteng Plered dalam rangka menyambut program gentingisasi nasional. Pertemuan dengan para pengusaha genting dari wilayah Kecamatan Plered menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi industri lokal ini.
Peluang dan Tantangan Industri Genteng
Meskipun tren penggunaan genting sempat menurun akibat peralihan masyarakat ke material lain, para pengusaha genting Plered hingga kini masih bertahan dan menjalankan usahanya. Om Zein menyampaikan bahwa meski produksinya tidak sebanyak dulu, mereka tetap eksis dan menjadi aset penting bagi Purwakarta.
“Meskipun dulu banyak yang beralih, para pengusaha ini masih tetap eksis. Memang produksinya tidak sebanyak dulu, tapi mereka belum berhenti. Ini potensi besar yang harus kita dorong,” ujarnya saat bertemu para pengusaha genting asal Plered di rumah dinasnya.
Plered dikenal sebagai salah satu daerah penghasil genting, selain wilayah Jatiwangi Sumedang. Om Zein menekankan pentingnya strategi agar produk genting Plered bisa kembali bersaing di pasar, khususnya dengan menggandeng para developer perumahan.
“Ke depan, bagaimana caranya developer yang membangun perumahan, baik di Jawa Barat maupun nasional, bisa menggunakan genting dari kita. Tapi tentu ada syaratnya, kualitas harus bagus dan harga harus kompetitif,” katanya.
Kendala Utama Pengusaha Genting
Di hadapan Om Zein, salah satu pengusaha menyampaikan kendala utama yang dihadapi pengusaha genting Plered adalah harga yang relatif lebih tinggi dibandingkan daerah lain seperti Jatiwangi. Selisih harga bisa mencapai sekitar Rp200 per unit, yang menjadi pertimbangan konsumen.
“Di masyarakat ada anggapan genting Plered lebih mahal. Ditambah lagi kalau beli dari luar daerah harus ada ongkos kirim, itu makin jadi pertimbangan,” katanya.
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa harga tersebut sebanding dengan kualitas yang dihasilkan. Proses produksi genting di Plered dinilai lebih modern dan presisi, salah satunya dengan penggunaan teknologi mesin rotary yang mampu menjaga tekanan produksi tetap stabil dari pagi hingga sore hari.
“Dengan teknologi itu, kualitas dan ketahanan genting lebih terjamin. Jadi memang ada nilai lebihnya,” katanya.
Faktor Biaya Produksi dan Upah Tenaga Kerja
Selain faktor teknologi, tingginya biaya produksi juga dipengaruhi oleh upah tenaga kerja yang relatif lebih tinggi di Plered dibandingkan daerah lain. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengusaha.
“Upah tenaga kerja di sini lebih tinggi, itu juga berpengaruh. Tapi di sisi lain, kondisi pasar sedang tidak baik-baik saja, sehingga produksi tidak maksimal,” katanya.
Meski begitu, Om Zein optimistis industri genting Plered masih memiliki peluang untuk bangkit. Ia menilai, edukasi kepada masyarakat terkait kualitas produk menjadi kunci penting agar konsumen memahami alasan di balik harga yang ditawarkan.
“Kalau kualitasnya lebih baik, harus dijelaskan ke masyarakat. Harapannya, kalau harga sama atau sedikit lebih tinggi tapi kualitas unggul, orang tetap memilih produk kita,” ujarnya.
Strategi Kolaborasi dengan Developer
Om Zein menekankan pentingnya kolaborasi dengan developer perumahan agar genteng lokal kembali mendominasi pasar perumahan. Dengan pendekatan yang tepat, industri genting Plered dapat kembali bersaing di pasar.
Dalam pertemuan tersebut, para pengusaha genting Plered menyampaikan harapan mereka untuk mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah dan pengusaha besar. Mereka berharap dapat bekerja sama dengan developer untuk meningkatkan permintaan dan penjualan genteng lokal.
Dengan adanya program gentingisasi nasional, peluang untuk mengembangkan industri genting Plered semakin terbuka. Om Zein berkomitmen untuk terus mendorong inisiatif-inisiatif yang dapat membantu pengusaha lokal dalam bersaing di pasar.
Kebangkitan industri genting Plered tidak hanya akan memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga warisan budaya dan tradisi lokal. Dengan pendekatan yang tepat dan kolaborasi yang kuat, industri ini dapat kembali menjadi primadona di pasar.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











