Tujuh Keluhan Utama Warga Jakarta yang Disampaikan Francine Widjojo
Francine Widjojo, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menerima tujuh keluhan utama dari warga Jakarta dalam Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Reses dan Pembentukan Pansus. Keluhan ini disampaikan di hadapan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada Senin (30/3/2026). Berikut adalah beberapa isu yang menjadi perhatian utama:
1. Banjir yang Masih Mengancam
Banjir menjadi salah satu masalah terbesar yang sering dikeluhkan oleh warga Jakarta. Francine menyebutkan bahwa perencanaan Pemprov DKI Jakarta untuk menangani banjir masih belum optimal. Contohnya adalah banjir berulang di sekitar Kali Pesanggrahan.
“Air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Sementara di Kali Pesanggrahan, sisi IKPN dilakukan penurapan namun di sisi Pondok Pinang tidak dilakukan penurapan,” jelasnya.
Akibatnya, air meluap ke area Pondok Pinang yang biasanya sering banjir. Selain itu, banjir juga terjadi di Pasar Cipulir, yang hingga kini belum teratasi. Pedagang membangun kios-kios mereka lebih tinggi agar tidak terendam banjir, tetapi masalah tersebut masih berlangsung.
2. Pengelolaan Sampah yang Masih Lemah
Masalah kedua yang disampaikan adalah pengelolaan sampah, termasuk kejadian longsor di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang menewaskan tujuh orang. Francine menyoroti bahwa meskipun sudah ada aturan pemilahan sampah, implementasinya masih kurang efektif.
Ia mengusulkan agar upaya mengurangi dan memilah sampah dilakukan secara lebih serius lagi. Ia mencontohkan sistem Jepang yang mengatur pengambilan sampah sesuai hari dan jenisnya. Dengan demikian, warga secara otomatis memilah sampah dari sumber.
3. Parkir Liar yang Tidak Terkendali
Francine juga mengadukan masalah parkir liar di area Pasar Jaya. Menurutnya, banyak area yang belum memiliki izin pengelolaan perparkiran. Warga mengeluhkan parkir liar di samping POINS, dan setelah aduan disampaikan, tiba-tiba muncul rambu parkir di situ.
Ini membuat Francine mempertanyakan bagaimana proses penerbitan izin parkir dilakukan. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah seperti ini harus lebih transparan dan terstruktur.
4. CCTV yang Belum Optimal
Masalah keamanan juga menjadi topik utama dalam keluhan warga. Francine mengingatkan bahwa warga menagih janji tentang pemasangan CCTV. Pihak terkait telah memetakan 100 titik di wilayah permukiman yang akan dipasangi CCTV.
Pemasangan awal akan dilakukan di proyek percontohan wilayah padat penduduk atau kawasan permukiman kumuh sesuai Pergub Jakarta Nomor 33 Tahun 2024 tentang Peningkatan Kualitas Permukiman.
5. Honor Kader Posyandu
Kader-kader posyandu juga menanyakan mengapa mereka tidak menerima honorarium sedangkan beban kerjanya cukup besar. Francine menjelaskan bahwa kendalanya berasal dari peraturan yang menyatakan bahwa kader posyandu adalah tenaga sukarela, sehingga tidak bisa menerima honorarium.
6. Penebangan Pohon yang Lambat
Francine juga membicarakan isu penebangan pohon. Banyak warga mengeluhkan lambatnya respons Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengerjakannya. Contohnya, ada kasus pohon yang rongganya sudah kosong dan warga minta ditebang karena khawatir tumbang, tetapi berbulan-bulan tidak dilakukan.
Warga yang melapor malah diminta untuk menyiapkan pohon-pohon penggantinya, padahal pohon yang diminta ditebang berada di area publik.
7. Larangan Memelihara Hewan Penular Rabies
Selain itu, Francine mengkritik larangan Gubernur Pramono yang melarang warga Jakarta memelihara lebih dari 5 ekor hewan penular rabies per rumah. Ia menyatakan bahwa larangan ini tidak memiliki landasan ilmiah maupun teknis.
Dalam reses, banyak warga yang memelihara hewan, dan aspirasinya adalah minta ditambah kuota sterilisasi, khususnya untuk kucing-kucing.











