"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Bisnis  

Amazon akan akuisisi perusahaan bernilai Rp152 triliun untuk lawan Starlink

Strategi Amazon dalam Mengembangkan Bisnis Internet Berbasis Satelit

Amazon saat ini sedang menjajaki kemungkinan akuisisi perusahaan satelit Globalstar sebagai bagian dari strategi besar untuk memperkuat bisnis internet berbasis satelit. Langkah ini dianggap penting oleh banyak pihak karena ingin mengejar ketertinggalan dari SpaceX yang saat ini mendominasi pasar melalui layanan Starlink.

Proses pembicaraan antara Amazon dan Globalstar masih berlangsung, namun hingga saat ini belum ada kesepakatan final. Salah satu kendala utama dalam negosiasi ini adalah keterlibatan Apple, yang memiliki sekitar 20% saham di Globalstar. Dengan posisi tersebut, Amazon perlu bernegosiasi juga dengan Apple sebelum akuisisi bisa terealisasi.

Secara valuasi, Globalstar saat ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$9 miliar atau setara Rp152,1 triliun. Nilai perusahaan ini melonjak tajam dalam setahun terakhir, bahkan sahamnya naik sekitar 230%, seiring meningkatnya minat investor terhadap industri satelit orbit rendah Bumi.

Minat terhadap Globalstar tidak hanya datang dari Amazon. Sebelumnya, perusahaan ini juga dikabarkan sempat menjalin pembicaraan awal dengan SpaceX.

Apple sendiri memiliki peran besar dalam bisnis Globalstar. Pada 2024, Apple menggelontorkan investasi sebesar US$1,5 miliar atau sekitar Rp25,35 triliun untuk mengambil 20% saham perusahaan tersebut. Sebagai bagian dari kesepakatan, sekitar 85% kapasitas jaringan Globalstar dialokasikan untuk mendukung layanan komunikasi satelit Apple, seperti fitur pesan darurat di iPhone saat tidak ada jaringan seluler.

Di sisi lain, Amazon juga tengah mengembangkan proyek satelitnya sendiri bernama Leo, yakni jaringan satelit orbit rendah Bumi untuk menyediakan layanan internet global. Namun, perkembangan proyek ini masih tertinggal jauh dibandingkan Starlink.

Saat ini, Amazon baru mengoperasikan sekitar 180 satelit di orbit, sementara SpaceX telah memiliki lebih dari 10.000 satelit aktif. Untuk mengejar ketertinggalan, Amazon bahkan sempat mengajukan permintaan perpanjangan waktu kepada regulator Amerika Serikat guna memenuhi target peluncuran 1.600 satelit.

Amazon menargetkan memiliki sekitar 700 satelit di orbit pada pertengahan tahun ini. Namun, perusahaan mengakui bahwa keterbatasan kapasitas peluncuran menjadi salah satu hambatan utama dalam pengembangan jaringan tersebut.

Sebagai bagian dari ekspansi bisnisnya, Amazon juga telah menjalin kerja sama dengan maskapai seperti JetBlue dan Delta untuk menyediakan layanan internet di pesawat, yang dijadwalkan mulai berjalan pada 2027 dan 2028.

Dari sisi kinerja keuangan, Globalstar mencatat pendapatan tahunan sebesar US$273 juta atau sekitar Rp4,61 triliun. Angka ini tumbuh sekitar 9% dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan juga mulai mencatat laba operasional sebesar US$7,4 juta atau sekitar Rp125,06 miliar, setelah sebelumnya mengalami kerugian tipis.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *