"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Daniel Mutaqien Pimpin Golkar Jabar, Pengamat: Ujian Berat Buktikan Kredibilitas Politik Dinasti

Pemilihan Ketua DPD Golkar Jabar yang Menimbulkan Tantangan dan Kritik

Daniel Mutaqien Syafiuddin resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat. Pemilihan ini dilakukan secara aklamasi, menggantikan posisi Tubagus Ace Hasan Syadzily. Proses pemilihan ini menunjukkan bahwa partai berlambang pohon beringin tersebut sedang mencari keseimbangan antara stabilitas internal dan perubahan yang diperlukan.

Pengamat politik dari Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Kristian Widya Wicaksono, menilai bahwa keputusan ini merupakan cerminan dari bagaimana partai besar seperti Golkar terus berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan akan stabilitas dan godaan untuk kembali pada pola lama, yakni politik berbasis jaringan keluarga.

Kristian menyatakan bahwa kemenangan Daniel melalui aklamasi menunjukkan bahwa ia diterima oleh struktur partai. Dukungan mayoritas dari DPD kabupaten/kota menandakan bahwa Golkar Jabar sedang memilih jalan aman, yakni menjaga soliditas internal ketimbang membuka ruang kompetisi yang beresiko memecah barisan.

“Dalam konteks pascapemilu 2024, pilihan ini rasional. Golkar Jabar sedang dalam tren positif, dan eksperimen kepemimpinan bukan prioritas utama,” katanya saat dihubungi, Jumat (3/4/2026).

Namun, justru di titik inilah, kritik perlu ditegaskan. Aklamasi seringkali bukan sekadar tanda persatuan, tetapi juga indikator minimnya kontestasi gagasan.

“Ketika proses politik terlalu mulus, kita patut bertanya: apakah ini hasil konsensus yang sehat, atau justru kompromi elit yang menutup ruang kader lain?” ujarnya.

Kristian melihat Daniel datang bukan sebagai figur kosong. Dia adalah putra dari Irianto MS Syafiuddin (Yance), sosok yang pernah memegang kendali kuat Golkar Jabar. Warisan politik ini adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, dia memberinya akses, jaringan, dan legitimasi kultural di basis-basis tradisional Golkar. Di sisi lain, dia menyeretnya ke dalam bayang-bayang dinasti, sesuatu yang ironisnya sering dikritik oleh publik, tetapi tetap direproduksi oleh partai.

“Di sinilah persoalan substansial muncul: apakah Golkar Jabar sedang melakukan regenerasi, atau sekadar rotasi dalam lingkar kekuasaan yang sama?” ucapnya.

Dia juga menilai kepemimpinan Tubagus Ace Hasan Syadzily sebelumnya meninggalkan fondasi yang relatif stabil. Elektabilitas meningkat, struktur relatif solid, dan posisi Golkar di Jawa Barat kembali kompetitif. Artinya, Daniel tidak memulai dari nol. Dia justru memulai dari titik yang menuntut pembuktian lebih tinggi, bukan sekadar menjaga, tetapi melampaui.

“Masalahnya, menjaga jauh lebih mudah daripada mentransformasi. Tantangan terbesar Daniel bukan berasal dari luar partai, melainkan dari dalam, bagaimana dia keluar dari pola patronase yang selama ini menjadi DNA Golkar di banyak daerah,” katanya.

Jika hanya mengandalkan loyalitas jaringan lama, kata Kristian, maka kepemimpinannya akan stagnan dan aman, tetapi tidak relevan dalam jangka panjang. Sebaliknya, jika Daniel berani melakukan pembaruan, semisal mendorong kaderisasi berbasis merit, membuka ruang kompetisi internal yang sehat, dan memperkuat politik programatik, maka bisa mematahkan skeptisisme publik terhadap “anak Yance”.

“Tetapi ini bukan pilihan yang mudah. Reformasi internal selalu berhadapan dengan resistensi dari mereka yang sudah nyaman dengan status quo,” katanya.

Lebih lanjut, Kristian menilai Golkar Jabar hari ini berdiri di persimpangan, yakni menjadi mesin politik yang efisien namun konvensional, atau bertransformasi menjadi organisasi modern yang adaptif terhadap perubahan sosial-politik Jawa Barat yang semakin kompleks.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *