"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Prabowo Bersembunyi Saat Blusukan di Wilayah Senen, Warga Bersorak

Presiden Prabowo Subianto Mengunjungi Permukiman di Sekitar Rel Kereta Api

Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan blusukan ke permukiman yang terletak di sekitar rel kereta api di wilayah Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (26/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan secara mendadak dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk melihat langsung kondisi warga yang tinggal di kawasan tersebut serta memastikan bahwa mereka memiliki lingkungan hidup yang layak.

Prabowo tidak menggunakan mobil dinas dalam kunjungannya kali ini. Ia memilih menggunakan kendaraan pribadi dengan plat nomor hitam, sehingga jumlah pengawal yang mendampinginya sangat sedikit. Termasuk dalam rombongan adalah pasukan pengawal presiden (Paspampres), namun jumlahnya tetap terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa kunjungan tersebut dilakukan secara rahasia dan tanpa informasi sebelumnya kepada masyarakat setempat.

Kedatangan yang Tidak Terduga

Kunjungan Presiden Prabowo ke kawasan Senen ternyata membuat warga terkejut. Salah satu warga, Surip (41 tahun), mengaku tidak menyangka bahwa Presiden akan datang ke tempat tinggalnya. Saat itu, ia sedang berdagang di warung nasi miliknya. Kedatangan Prabowo membuatnya senang dan berkesempatan untuk mengabadikan momen tersebut.

Surip menyampaikan bahwa kunjungan tersebut sangat mendadak dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Ia juga mengatakan bahwa banyak warga yang ingin berfoto bersama Presiden. “Senang, Alhamdulillah senang. Banyak yang foto-foto. Saya lagi duduk aja ngeliatin, lagi dagang nasi,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Yadi (51 tahun), yang mengatakan bahwa kedatangan Prabowo ke wilayah sekitar rumahnya dilakukan secara tiba-tiba. Menurut Yadi, rombongan Presiden datang dari arah Jalan Kramat Sentiong, dan terdapat lebih dari lima mobil dalam rombongan tersebut. Namun, karena kejutan yang terjadi, warga hanya bisa saling berdesakan untuk berjabat tangan dengan Presiden.

Tanggapan dari Warga Setempat

Suhendra, Wakil Ketua RT 2, RW 1, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, mengatakan bahwa tidak ada informasi sebelumnya tentang kunjungan Presiden. Bahkan, ia awalnya tidak percaya ketika anaknya memberitahu bahwa Presiden akan datang ke wilayahnya.

“Kayaknya on the spot dia (Prabowo) datang. Dadakan datangnya. Enggak ada info sebelumnya,” ujar Suhendra. Ia mengungkapkan bahwa Presiden datang didampingi oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Keduanya mengenakan pakaian safari warna biru.

Suhendra juga menyampaikan bahwa karena kunjungan tersebut tidak terinformasi sebelumnya, maka tidak ada pejabat seperti Camat, Lurah, atau RW setempat yang mendampingi Presiden selama blusukan. “Pak Prabowo datang setelah asar. Kira-kira jam 16.30 atau 17.00 gitu. Karena dadakan, enggak ada Camat, Lurah, yang mendampingi. RW aja enggak ada,” kata Suhendra.

Reaksi Warga saat Bertemu Presiden

Saat Presiden Prabowo tiba di area pinggir rel, warga langsung heboh dan berebut untuk menyalaminya. Mereka semringah karena dapat bertemu langsung dengan sosok Presiden. Beberapa warga bahkan berteriak agar Presiden menjauh dari jalur kereta api yang sedang melintas.

“Pak, Pak kereta Pak!” teriak salah satu warga sambil menarik Presiden untuk menepi. Seorang warga lainnya mengungkapkan keheranannya karena Presiden bisa mengetahui lokasi tersebut. “Pak, Bapak kok tahu Pak ke sini Pak?” tanyanya.

Beberapa warga juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo adalah yang pertama kalinya datang ke lingkungan mereka. “Baru nih seumur-umur nih, Bapak Presiden kita ke sini,” ujar salah satu warga.

Komitmen untuk Membangun Hunian Layak

Setelah meninjau lokasi tersebut, Presiden Prabowo menyatakan rencana untuk membangun hunian yang layak bagi warga yang tinggal di bantaran rel kereta api di kawasan Senen. Dalam caption video blusukan yang diunggah di akun Instagram @prabowo, ia menyampaikan:

“Pada sore hari ini, saya menyusuri pemukiman di bantaran rel kereta api di kawasan Senen, Jakarta Pusat terletak sekitar 3 km dari Pusat Kota Jakarta. Mendengar aspirasi masyarakat disana, Insyallah Kita akan segera membangun hunian yang layak untuk masyarakat di daerah tersebut dengan cepat, dan sudah menjadi tekad saya untuk menyediakan hunian layak untuk Masyarakat Indonesia.”


Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *