Hadirnya Tokoh Nasional dan Kepala Daerah dalam PSBM XXVI
PSBM XXVI (Pertemuan Saudagar Bugis Makassar) menjadi ajang penting bagi para pelaku usaha dan tokoh masyarakat. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh nasional dan kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia, yang turut menjadi narasumber dalam diskusi dan sesi pembahasan.
Menurut Ketua Panitia PSBM XXVI, Ibnu Munzir, sebanyak sembilan gubernur telah memastikan kehadiran mereka dalam acara tersebut. Beberapa di antaranya adalah Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Selain itu, hadir pula Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronika Tan, serta Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo. Tak ketinggalan, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling juga turut hadir sebagai narasumber.
Selain para gubernur, acara ini juga mengundang Wakil Ketua DPD RI. “Jadi termasuk Ibu Wakil Menteri PPPA, para gubernur juga sudah. Wakil Ketua DPD juga sudah kita undang,” jelas Ibnu Munzir.
Sesi Hiburan dan Diskusi Lanjutan
Setelah panel pertama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi hiburan. Beberapa penyanyi dan seniman seperti Iyeth Bustami, Ivan Govinda, dan Rizki akan tampil untuk menghibur peserta. Sesi ini juga menjadi waktu jeda untuk istirahat, salat, dan makan siang.
Di siang hari, diskusi dilanjutkan dengan panel kedua. Sesi ini kembali dimoderatori oleh Utrich Farzah. Panel kedua menghadirkan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, serta Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan. Selain itu, hadir pula Ketua Kadin Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras, CEO Firman’s Group Hendra Firmansyah, dan CEO Mario Mikron Metalindo Jusman Sikki.
Secara paralel, panitia juga menggelar sesi business matching di Ruangan Jasmine. Kegiatan ini mengangkat topik “Kopi Sul-Sel Mendunia”. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Pither Noble. Sejumlah narasumber turut hadir, di antaranya Erika Eurika dari ASKI Indonesia, Jenny dari PT Sulotco/Kapal Api Group, serta Hariadi sebagai petani dari Tana Toraja.
Selain itu, hadir pula Mashur Bin Mohd Alias selaku Ketua Satgas Ekonomi BPP KKSS, Reta dari kalangan akademisi, Satria Majid dari Kadin Sulsel, serta Sukmawati Syukur dari Kopi Digital.
Rangkaian kegiatan hari kedua ditutup dengan coffee break dan penutupan resmi acara. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan farewell dinner pada malam hari. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan jejaring antar peserta.
Aksi Peduli Sosial dan Program Strategis
Pada Jumat (27/3/2026), kegiatan berlanjut dengan aksi peduli sosial KKSS. Kegiatan diawali dengan persiapan dan perjalanan menuju lokasi, kemudian dilanjutkan dengan anjangsana ke panti asuhan. Selain itu, juga digelar aksi sosial berupa makan bersama masyarakat prasejahtera di Kota Makassar.
Panitia Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI 2026 menyusun berbagai program strategis. Langkah ini untuk memperkuat persaudaraan sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi saudagar Bugis Makassar.
Ketua Panitia PSBM XXVI, Ibnu Munzir, menegaskan pertemuan ini menjadi momentum penting. Terutama untuk membangun kembali kekuatan jejaring saudagar lintas wilayah hingga mancanegara.
Mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, PSBM tahun ini diarahkan menjadi ruang aksi. Tidak lagi sekadar seremoni, tetapi menghasilkan kerja sama nyata. Panitia menekankan konsep kegiatan difokuskan pada implementasi program. Tujuannya memberi dampak langsung bagi pelaku usaha.
Salah satu terobosan utama adalah agenda business matching. Forum ini mempertemukan pelaku usaha dengan mitra potensial lintas sektor dan wilayah. Selain itu, sejumlah kepala daerah asal Sulsel juga dihadirkan. Kehadirannya diharapkan membuka peluang kolaborasi dan investasi.
Agenda Bisnis dan Pengembangan Ekonomi Hijau
Panitia juga menyiapkan program tematik lainnya. Di antaranya class room business yang menjadi ruang berbagi pengalaman antara saudagar dan kepala daerah. Penguatan sektor ekonomi hijau atau green economy juga menjadi perhatian. Program ini mencakup rencana kerja sama dengan pemerintah daerah dan perusahaan daerah. Fokusnya pada penanganan persoalan lingkungan. Termasuk pengelolaan sampah hingga tingkat kelurahan.
Pada sektor komoditas unggulan, PSBM XXVI menghadirkan ruang khusus kopi Sulawesi Selatan. Tujuannya agar komoditas ini dapat menembus pasar global. Forum ini mempertemukan pelaku usaha dengan pihak industri. Termasuk perusahaan besar seperti Kapal Api dan para petani kopi dari Toraja, Enrekang, dan Mamasa. Panitia juga memastikan kehadiran pembeli dari China dan Belanda. Mereka disebut telah memiliki permintaan pasar terhadap produk kopi Sulsel.
Pertemuan tersebut diarahkan pada realisasi kerja sama bisnis. Termasuk rencana penandatanganan kesepakatan penjualan dan pembelian.
Ibnu menegaskan, jaringan saudagar yang telah terbentuk akan terus diperkuat. Sekaligus diperluas untuk mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Ia juga menyoroti pentingnya pendataan usaha. Termasuk pembentukan asosiasi saudagar Bugis Makassar agar jaringan lebih terstruktur.
Target Peserta dan Dampak Nyata
Menurutnya, keberadaan saudagar Bugis Makassar di luar negeri menjadi bukti kuat. Termasuk di Belanda yang menunjukkan kepercayaan internasional terhadap jaringan tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan PSBM XXVI diarahkan memberi dampak nyata. Tidak hanya sebagai forum pertemuan, tetapi mendorong pertumbuhan ekonomi.
PSBM XXVI ditargetkan diikuti sekitar 1.500 peserta. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia hingga diaspora Bugis Makassar di mancanegara. Forum ini diharapkan menjadi wadah strategis. Terutama dalam memperkuat jejaring, kolaborasi usaha, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











