Pentingnya Vitamin A untuk Anak yang Terkena Campak
Campak adalah penyakit yang tidak boleh dianggap sepele, terutama jika menyerang anak-anak dan bayi. Selain menimbulkan ruam pada kulit, infeksi virus campak juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius yang bisa mengancam kehidupan. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi ini adalah penurunan kadar Vitamin A dalam tubuh.
Infeksi virus campak dapat mengurangi kadar Vitamin A dalam tubuh. Jika si Kecil mengalami defisiensi Vitamin A, maka risiko komplikasi akan meningkat. Oleh karena itu, Mama perlu memastikan bahwa asupan Vitamin A si Kecil cukup, terutama saat ia sedang mengalami campak. Lalu, berapa dosis Vitamin A yang tepat untuk anak yang terkena campak?
Berapa Dosis Vitamin A yang Bayi Butuhkan?
Sebuah studi yang dipublikasikan oleh National Library of Medicine menunjukkan bahwa pemberian dua dosis Vitamin A pada anak berusia di bawah 2 tahun dapat membantu menurunkan risiko komplikasi hingga kematian akibat campak. World Health Organization (WHO) juga merekomendasikan pemberian dosis Vitamin A sesuai usia bayi. Untuk bayi pada usia 6–11 bulan, diperlukan dosis sebanyak 100.000 IU/hari, sementara bayi dengan usia di bawah 6 bulan memerlukan dosis Vitamin A sebanyak 50.000 IU/hari.
Mama dapat memberikan Vitamin A kepada si Kecil sesuai dosis yang dianjurkan. Pemberian dosis tersebut dapat dibagi menjadi dua kali dalam sehari agar lebih mudah dikonsumsi oleh si Kecil.
Mengapa Si Kecil Memerlukan Vitamin A?

Campak merupakan penyakit yang perlu mendapatkan perhatian serius karena dapat menimbulkan komplikasi hingga berisiko menyebabkan kematian. Selain itu, infeksi campak juga dapat menurunkan kadar Vitamin A dalam tubuh secara drastis sehingga berpotensi membuat kornea mata menjadi kering.
Oleh karena itu, si Kecil memerlukan asupan tambahan Vitamin A, baik melalui kapsul atau dari sumber makanan lain dalam MPASI. Asupan ini penting dalam menjaga kelembapan selaput lendir pada setiap bagian tubuh, seperti mata, mulut, dan tenggorokan. Kebutuhan akan Vitamin A pada si Kecil akan mengurangi komplikasi, seperti mencegah pneumonia hingga mengurangi kondisi diare parah sehingga kondisi si Kecil dapat pulih dengan lebih baik.
Cara Memberikan Kapsul Vitamin A pada Bayi

Melansir dari laman Kementerian Kesehatan, anak dengan usia 6–59 bulan telah dapat dianjurkan untuk mengonsumsi kapsul vitamin A. Namun, pastikan tangan Mama sudah dalam keadaan bersih sebelum memberikan kapsul kepada si Kecil. Setelah itu, Mama dapat menggunting bagian ujung kapsul dengan gunting yang bersih.
Selanjutnya, Mama dapat memencet isi kapsul tersebut ke dalam mulut si Kecil. Pastikan seluruh isi kapsul telah tertelan dengan baik oleh si Kecil agar manfaatnya dapat diperoleh secara optimal.
Sumber Makanan yang Mengandung Vitamin A

Selain mengandalkan kapsul Vitamin A tersebut, Mama dapat memenuhi kebutuhan Vitamin A si Kecil dengan memberikan berbagai makanan bergizi melalui MPASI. Berikut merupakan beberapa pilihan makanan yang kaya akan Vitamin A:
- Makanan hewani, seperti keju, telur, daging ayam atau sapi, dan ikan.
- Buah-buahan, seperti mangga, melon, semangka, dan pepaya.
- Sayuran, seperti sawi hijau, lobak hijau, wortel, dan bayam.
Selain itu, pastikan kebutuhan akan ASI si Kecil juga tetap terpenuhi setiap hari. Pemberian ASI untuk si Kecil memberikan antibodi alami terhadap dirinya sehingga membantu menjaga daya tahan tubuh si Kecil sekaligus mendukung proses pemulihannya.
Hal yang Perlu Mama Perhatikan saat Memberikan Vitamin A

Pastikan Mama memberikan asupan Vitamin A kepada si Kecil sesuai dengan dosis atau anjuran dari dokter. Hindari pemberian Vitamin A secara berlebihan karena akan menimbulkan efek samping yang tidak baik bagi tubuh si Kecil.
Mama juga perlu memerhatikan kondisi si Kecil setelah ia mengonsumsi Vitamin A. Jika tubuh si Kecil memunculkan beberapa gejala yang tidak biasa, sebaiknya Mama segera membawa si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat terkait kondisinya.
Itu tadi penjelasan dosis serta cara pemberian Vitamin A pada anak yang terkena campak. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Mama dalam merawat si Kecil saat ia sedang mengalami campak.











