"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Perbedaan Jalur Ijazah Rismon Sianipar dan Roy Suryo, Alumni S2 UGM

Perubahan Posisi Rismon Sianipar dan Roy Suryo dalam Kasus Ijazah Jokowi

Rismon Sianipar, yang sebelumnya menyatakan bahwa ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) palsu, kini mengakui kesalahan analisisnya. Ia meminta maaf kepada Jokowi dan keluarganya serta mengajukan restorative justice atas statusnya sebagai tersangka tudingan ijazah palsu. Hal ini menunjukkan perubahan signifikan dari pendiriannya sebelumnya.

Kesalahan Analisis dan Permintaan Maaf

Rismon mengungkapkan bahwa kesalahan analisisnya disebabkan oleh data yang tidak lengkap serta adanya rotasi atau translasi pada data yang dianalisis. Ia menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Jokowi dan keluarganya, dengan mengakui bahwa temuan-temuan yang ia sampaikan sebelumnya telah melukai perasaan mereka.

“Ada koreksi-koreksi akibat data yang tidak lengkap, akibat rotasi atau translasi, maupun resolusi pada data yang saya uji,” kata Rismon, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Balige Academy, Rabu (11/3/2026).

Ia juga menegaskan bahwa ia sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi terkait dengan temuan-temuan yang baru ia umumkan.

Keyakinan Roy Suryo Tetap Konsisten

Sementara itu, Roy Suryo tetap bersikukuh bahwa ijazah Jokowi palsu. Ia menegaskan keyakinannya sebesar 99,9 persen dan menyatakan bahwa kontroversi ini akan terus berlanjut. Menurutnya, keyakinan tersebut tidak akan berubah meskipun ada banyak orang yang mengatakan bahwa kontroversinya akan panjang.

“Kita nggak akan mundur 0,1 persen pun. Kenapa 0,1 persen? Ya itu sisanya dari 99,9 persen (keyakinan Roy Suryo bahwa ijazah Jokowi palsu),” katanya di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).

Roy Suryo juga menyatakan bahwa kontroversi ini tidak akan tenang karena ada-ada saja tindakan dari pihak seberang (kubu Jokowi) yang melakukan itu.

Riwayat Pendidikan Rismon Sianipar dan Roy Suryo

Berikut adalah riwayat pendidikan antara Rismon Sianipar dan Roy Suryo:

1. Rismon Sianipar

Rismon Sianipar lahir di Pematang Siantar, Sumatra Utara, pada 25 April 1977. Ia merupakan lulusan sarjana teknik dan magister teknik di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia juga menyelesaikan pendidikan di Jepang, di Graduate School of Science and Engineering Yamaguchi University Jepang.

Nama lengkapnya adalah Dr. Eng Rismon Hasiholan Sianipar, S.T., M.T., M.Eng. Rismon dikenal sebagai ahli forensik digital. Ia juga seorang penulis buku dan programmer. Selama ini, Rismon Sianipar mendapat sumber penghasilan dari penjualan buku di Amazon, sebuah perusahaan penyedia pasar online.

Beberapa karya tulis buku milik Rismon Sianipar juga tercantum di dalam CV dari situs UNRAM.

2. Roy Suryo

Roy Suryo Notodiprojo, lebih dikenal sebagai Roy Suryo, adalah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga dalam Kabinet Indonesia Bersatu II. Ia lahir di Yogyakarta pada 18 Juli 1968.

Roy disebut ahli dalam bidang teknologi informasi, fotografi, dan multimedia. Ia adalah putra pasangan Prof. Dr. KPH Soejono P.H, SpS., SpKJ. dan Ray Soeratmiyati Notonegoro.

Pendidikan SD-nya di Netral C Yogyakarta, selanjutnya di SMP Negeri 5 Yogyakarta, dan SMA Negeri 3 Yogyakarta. Roy Suryo menyelesaikan kuliah Jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Gadjah Mada (1991-2001). Ia kemudian melanjutkan program Magister di UGM.

Roy Suryo juga disebut meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen dari Universitas Negeri Jakarta. Nama lengkapnya adalah DR. Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo, M. Sc.

Karier Roy Suryo dimulai saat ia mengajar pada Jurusan Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia tahun 1994—2004. Selain itu, ia juga pernah menjadi pengajar tamu pada Program D-3 Komunikasi UGM.

Pada 1997, Roy Suryo tercatat pernah menjadi Tutor Diklat RCTI, TPI & Reguler di SAV Puskat & Mandiri. Tahun 1998, ia mulai menjadi Widyaiswara Sistem Informasi Diklat Depdagri & Deppen. Ia menjadi konsultan Internet dan Video Teleconference Polda DIY pada 1999 dan staf ahli Gubernur DIY Bidang Teknologi / BPTIY.

Pada 2004 hingga 2005, Roy menjadi anggota KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada 2009, Roy Suryo maju sebagai Caleg (Calon Legislatif) DPR-RI 2009-2014 dari partai Partai Demokrat daerah pemilihan Yogyakarta. Kala itu, ia berhasil meraih suara terbanyak.

Roy lalu menjadi anggota Komisi I DPR RI yang menangani Pertahanan, Luar Negeri, serta Komunikasi dan Informatika. Pada 2013, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Roy Suryo menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Ia menggantikan Andi Mallarangeng yang mengundurkan diri setelah terjerat kasus korupsi Hambalang.

Pada pileg 2014, Roy Suryo kembali mencalonkan diri untuk menjadi anggota DPR RI melalui daerah pemilihan Yogyakarta. Akan tetapi, langkahnya ke Senayan harus gagal karena kalah suara dari Ambar Tjahjono.


Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *