"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Kebiasaan Konsumsi Konten Digital Berlebihan dan Dampaknya pada Otak Anak dan Remaja

Apa Itu Brain Rot dan Dampaknya pada Anak dan Remaja

Istilah brain rot mulai menjadi perhatian utama dalam dunia psikologi dan kesehatan mental. Istilah ini menggambarkan kondisi otak yang terganggu akibat kebiasaan terlalu lama mengonsumsi konten digital yang cepat dan dangkal. Hal ini membuat otak sulit mempertahankan fokus dan konsentrasi, terutama pada aktivitas yang membutuhkan penggunaan pikiran secara mendalam.

Penggunaan media sosial dan layar berlebihan diketahui memiliki dampak signifikan pada kemampuan kognitif, memori, kesehatan mental, hingga kualitas tidur anak dan remaja. Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan ini dapat menurunkan kemampuan pengendalian diri, meningkatkan kecemasan, serta berkaitan dengan gejala ADHD pada anak-anak.

Dampak Brain Rot pada Fokus dan Memori

Kebiasaan mengonsumsi konten digital secara terus-menerus dapat membuat perhatian seseorang menjadi mudah terpecah. Otak yang terbiasa dengan konten pendek akan kesulitan mempertahankan fokus pada aktivitas yang membutuhkan perhatian lebih lama. Misalnya, seseorang bisa merasa tidak nyaman saat harus menonton video berdurasi panjang atau membaca tulisan yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa penggunaan media sosial intensif berkaitan dengan penurunan kemampuan kognitif serta meningkatnya kecemasan. Studi lain yang melibatkan lebih dari 7.000 anak menemukan bahwa penggunaan layar yang tinggi berkaitan dengan penurunan ketebalan korteks otak pada beberapa area tertentu. Korteks merupakan bagian luar otak yang berperan penting dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi, memori, serta pengambilan keputusan.

Anak dengan waktu layar lebih tinggi cenderung memiliki gejala attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) yang lebih besar. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan layar yang berlebihan dapat memengaruhi perkembangan otak secara signifikan.

Mengganggu Waktu Tidur Anak

Selain memengaruhi kemampuan berpikir, penggunaan layar yang berlebihan juga berkaitan dengan gangguan tidur pada anak dan remaja. Menurut Profesor Mitch Prinstein, kebiasaan menggunakan ponsel sebelum tidur menjadi salah satu penyebab utama anak tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup. Alasan utama mengapa anak-anak tidak mendapatkan delapan jam tidur yang direkomendasikan setiap malam adalah karena mereka terlalu banyak menggunakan layar. Mereka sering menggunakannya di tempat tidur.

Tidur berperan penting dalam perkembangan otak, terutama pada masa remaja ketika koneksi antar sel saraf masih terus berkembang. Kurang tidur dalam jangka panjang dapat memengaruhi perkembangan white matter, yaitu lapisan lemak yang membantu mempercepat sinyal antar sel saraf di otak. Jika perkembangan ini terganggu, kemampuan kognitif seperti membaca, memahami informasi, serta pengendalian impuls juga dapat ikut terdampak.

Langkah untuk Mengurangi Dampak Brain Rot

Meskipun demikian, para ahli menilai dampak penggunaan teknologi masih dapat dikendalikan dengan kebiasaan digital yang lebih sehat. Salah satu langkah penting adalah membatasi penggunaan gawai, terutama pada malam hari agar tidak mengganggu waktu tidur. Prinstein menyarankan agar perangkat seperti ponsel tidak disimpan di dekat tempat tidur saat malam hari.

Selain itu, penting juga untuk lebih sadar dalam menggunakan media sosial, misalnya dengan membatasi waktu scrolling atau menghapus aplikasi yang terlalu sering memicu penggunaan berlebihan. Para ahli juga menyarankan untuk tetap melakukan aktivitas yang melatih kemampuan berpikir secara mendalam, seperti membaca, belajar keterampilan baru, atau berdiskusi secara langsung.

Menurut Prinstein, otak manusia membutuhkan tantangan agar tetap berkembang. “Kita membutuhkan sedikit tantangan, sedikit usaha, dan sedikit kesulitan. Itu merupakan bagian dari proses belajar,” ujarnya.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *