"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Bisnis  

5 Kebiasaan Keuangan yang Menghambat Kaya Raya Kelas Menengah



JAKARTA,

Masyarakat kelas menengah sering kali dianggap memiliki kestabilan finansial yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka bisa membeli rumah, melakukan perjalanan liburan, dan bahkan memiliki kendaraan pribadi. Namun, meskipun tampak mapan, mereka tetap rentan terhadap kondisi keuangan yang tidak stabil. Robert R Johnson, CFA dan profesor keuangan di Heider College of Business di Creighton University, menjelaskan bahwa ada lima kebiasaan keuangan yang dapat menghambat kemampuan masyarakat kelas menengah untuk menjadi kaya.

1. Membiarkan pengeluaran meningkat

Kesalahan paling umum yang dilakukan masyarakat kelas menengah adalah membiarkan pengeluaran mereka tumbuh seiring dengan kenaikan gaji. Misalnya, ketika seseorang mendapatkan kenaikan gaji, mereka cenderung memilih apartemen yang lebih besar atau mobil yang lebih mahal sebagai hadiah bagi diri sendiri. Meskipun hal ini bisa dilihat sebagai peningkatan kualitas hidup, itu justru bisa membuat seseorang tidak berkembang secara finansial.

Johnson menyarankan agar orang-orang menginvestasikan uang dari kenaikan gaji secara efektif dan bertindak seolah-olah tidak menerima kenaikan gaji. Dengan cara ini, mereka bisa menjaga keseimbangan keuangan dan menghindari risiko utang yang berlebihan.

2. Menghabiskan terlalu banyak uang untuk rumah

Salah satu kesalahan lain yang sering dilakukan oleh masyarakat kelas menengah adalah menghabiskan terlalu banyak uang untuk pembelian rumah. Johnson menyatakan bahwa rumah bukanlah investasi yang ideal karena memerlukan biaya perawatan tinggi dan nilai yang bisa terdepresiasi.

Ia merujuk pada pendapat ekonom peraih Nobel, Robert Shiller, yang menyatakan bahwa properti biasanya bukan investasi yang baik. Banyak orang salah mengira bahwa real estat selalu memberi keuntungan dalam jangka panjang. Padahal, Johnson menekankan bahwa membeli rumah bukanlah masalah, tetapi jangan sampai menginvestasikan lebih banyak uang daripada yang diperlukan.

3. Tidak mengambil risiko

Meskipun bijaksana untuk mengenali risiko, Johnson menemukan bahwa banyak orang terlalu menghindari risiko dalam investasi. Kesalahan finansial terbesar yang dilakukan orang adalah mengambil risiko terlalu kecil.

Menurutnya, cara terbaik untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang adalah dengan berinvestasi dalam portofolio saham yang terdiversifikasi. Orang-orang yang memiliki jangka panjang memiliki waktu lebih lama untuk mengambil risiko yang lebih besar.

Johnson menyarankan agar individu mulai berinvestasi dalam reksa dana saham yang terdiversifikasi dan berbiaya rendah sejak awal masa kerja. Selain itu, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam berinvestasi, baik saat pasar sedang naik, turun, maupun stagnan.

4. Mencoba mengakali pasar

Banyak orang percaya bahwa mereka bisa menghindari penurunan pasar dengan memindahkan uang masuk dan keluar pasar pada waktu yang tepat. Namun, Johnson menyatakan bahwa hal ini hampir mustahil dilakukan secara konsisten.

Cara terbaik untuk mengatasi kecenderungan ini adalah dengan menerapkan strategi dollar cost averaging (DCA). Dengan DCA, uang disisihkan secara konsisten ke dalam reksa dana saham, sehingga mengurangi risiko fluktuasi harga pasar.

5. Terlalu fokus pada melunasi utang

Meskipun melunasi utang penting, Johnson menekankan bahwa terlalu fokus pada pelunasan utang bisa menghalangi peluang investasi lainnya.

Ia menegaskan bahwa strategi apa pun yang tidak memprioritaskan investasi yang solid, cerdas, dan konsisten akan bergerak ke arah yang salah. Dengan kata lain, mengabaikan investasi untuk fokus pada pelunasan utang bisa menghambat pertumbuhan kekayaan jangka panjang.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *