Apa Itu Stroke Ringan?
Stroke ringan merupakan kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan gangguan mendadak yang mirip dengan stroke, misalnya gangguan bicara, gangguan penglihatan, mati rasa, atau kelemahan di area wajah, lengan, dan kaki. Kondisi ini terjadi akibat gangguan suplai darah yang mengakibatkan kekurangan oksigen menuju otak. Singkatnya, stroke ringan dapat terjadi akibat penyumbatan di pembuluh darah otak, namun ada faktor lain yang juga dapat menyebabkan kondisi ini terjadi.
Karena penyumbatan umumnya dapat cepat diatasi, gejala stroke ringan juga dapat hilang dalam waktu singkat. Gejala stroke ringan umumnya berlangsung lebih singkat, bisa berlangsung selama beberapa menit, beberapa jam, hingga 24 jam.
Penyebab Stroke Ringan
Stroke ringan pada dasarnya penyebabnya mirip dengan gejala stroke. Namun, gumpalan darah yang menyumbat atau menghalangi suplai darah menuju otak berlangsung singkat dan tidak menimbulkan kerusakan permanen. Penyumbatan yang jadi penyebab stroke ringan dapat terjadi akibat penumpukan lemak yang mengandung kolesterol (plak) di arteri yang juga disebut aterosklerosis.
Penumpukan ini juga dapat terjadi di cabang arteri yang memasok oksigen dan nutrisi menuju otak. Selain itu, beberapa kondisi kesehatan yang juga dapat meningkatkan gejalanya antara lain:
-
Tekanan darah tinggi
Salah satu penyakit yang dapat menyebabkan risiko stroke ringan adalah tekanan darah tinggi. Biasanya risiko stroke ringan dapat terjadi pada tekanan darah 140-90 mm Hg dan lebih tinggi. -
Kolesterol tinggi
Lemak jenuh dan lemak trans yang menumpuk dapat menyebabkan terjadinya kolesterol yang akan menambah plak di arteri. -
Penyakit kardiovaskular
Penyakit kardiovaskular seperti gagal jantung, cacat jantung, infeksi jantung, hingga irama jantung yang tidak stabil juga dapat menjadi pemicu terjadinya stroke ringan. -
Penyakit arteri
Penyakit arteri karotis dan arteri perifer juga dapat menyebabkan terjadinya stroke ringan. Penyakit arteri karotis merupakan kondisi dimana pembuluh darah di leher yang mengarah ke otak tersumbat sedangkan pada arteri perifer menyebabkan pembuluh darah yang membawa darah ke lengan dan kaki tersumbat. -
Diabetes
Penyakit diabetes juga dapat mempercepat terjadinya penyempitan arteri yang diakibatkan penumpukan timbunan lemak sehingga memicu terjadinya stroke ringan. -
Tingkat homosistein tinggi
Peningkatan kadar asam amino dalam darah dapat menyebabkan arteri menebal dan meninggalkan bekas luka sehingga lebih rentan terhadap gumpalan. -
Menderita COVID-19
Terdapat penelitian yang juga membuktikan bahwa virus penyebab COVID-19 dapat meningkatkan terjadinya stroke.

Faktor yang Tingkatkan Risiko Stroke Ringan
Penyebab stroke ringan biasanya berkaitan dengan tiga faktor utama, yakni masalah pembuluh darah otak, gangguan jantung, dan kelainan darah. Penyakit ini dapat terjadi pada orang yang tidak menjaga gaya hidupnya dengan baik.
Ada beberapa faktor gaya hidup yang juga dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke ringan, di antaranya:
- Merokok
- Kurang olahraga
- Kurang nutrisi
- Minum alkohol secara berlebihan
- Penggunaan obat-obatan terlarang
- Riwayat keluarga.

Gejala Stroke Ringan
Stroke ringan memiliki gejala yang sering dianggap sepele karena umumnya terjadi dalam waktu singkat. Padahal, kondisi ini merupakan pertanda bahwa tubuh tidak baik-baik saja dan dapat berisiko mengalami stroke yang lebih serius di kemudian hari.
Untuk itu, penting mengetahui gejala stroke ringan agar dapat ditangani dengan segera. Biasanya, stroke ringan ditandai dengan beberapa gejala berikut:
- Mati rasa atau kelemahan pada satu sisi tubuh seperti wajah, lengan, atau kaki
- Sulit berbicara, bahkan ucapannya tidak jelas
- Penglihatan menurun
- Keseimbangan bekurang
- Pusing hingga vertigo.

Cara Mencegah Stroke Ringan
Stroke ringan memang penyakit yang dapat terjadi secara mendadak. Namun, menjaga kesehatan merupakan cara yang paling tepat untuk mencegah terjadinya penyakit ini. Menerapkan gaya hidup sehat dan rutin menjaga kesehatan menjadi cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir risiko terjadinya stroke ringan.
Gaya hidup sehat yang bisa mulai dilakukan secara rutin adalah sebagai berikut:
- Berhenti merokok
- Batasi kolesterol dan lemak
- Makan banyak buah dan sayur
- Batasi natrium
- Olahraga secara teratur
- Batasi konsumsi alkohol
- Pertahankan berat badan ideal
- Hindari penggunaan obat-obatan terlarang
- Kontrol diabetes dan tekanan darah dengan diet serta olahraga.

Pengobatan yang Dilakukan Pasien Stroke Ringan
Meskipun gejala stroke ringan sembuh dalam beberapa menit atau jam, perawatan dan pengobatan juga penting dilakukan untuk mencegah risiko stroke yang lebih parah di kemudian hari. Pada pemeriksaan pasien, biasanya ada beberapa tahapan pengobatan yang perlu dilakukan, di antaranya:
- Pemeriksaan fisik dan kesehatan
- Pemeriksaan neurologis untuk memeriksa fungsi otak
- Tindakan CT scan dan MRI otak untuk mendeteksi lebih detail
- Tes darah
- Elektrokardiogram dan ekokardiografi.
Melansir dari NHS UK, pengobatan stroke ringan sendiri biasanya berkaitan dengan perubahan gaya hidup hingga konsumsi obat untuk mengobati penyebab stroke ringan. Obat yang dikonsumsi biasanya adalah pengencer darah, antikoagulan, hingga penurun tekanan darah yang konsumsinya harus sesuai dengan resep dokter. Pada beberapa kasus, pasien juga memerlukan tindakan endarterektomi karotis untuk membuka blokir pada arteri karotis yang memasok pembuluh darah ke otak.
Setelah itu, sebaiknya kesehatan dikontrol secara rutin agar dapat memantau berbagai faktor yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini.












