Acara Buka Puasa Bersama dan Syukuran Satu Tahun Kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno
Puluhan organisasi masyarakat yang tergabung dalam Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta menggelar acara buka puasa bersama sekaligus syukuran satu tahun kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno di Jakarta, Rabu (4/3/2026). Kegiatan bertajuk “Syukuran 1 Tahun Pramono-Rano Membangun Jakarta dari Bawah” itu dihadiri lebih dari 500 orang yang terdiri dari pimpinan organisasi masyarakat, akademisi, hingga organisasi mahasiswa di Jakarta.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim, Ketua Forum Betawi Rempug Lutfi Hakim, serta Wakil Ketua Umum Forum Komunikasi Anak Betawi Gunawan Setiady.
Pentingnya Komunikasi Antara Pemerintah dan Masyarakat
Dalam sambutannya, Chico Hakim menekankan pentingnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan Jakarta. Ia menyatakan bahwa sebagian besar pimpinan ormas telah diterima di kantor Balai Kota DKI, dan beberapa juga sudah berkegiatan bersama, baik sebagai narasumber maupun fasilitator.
“Ini dalam rangka menjalankan tugas saya sebagai Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial,” ujarnya.
Chico juga menambahkan bahwa komunikasi sosial tidak hanya tentang dukungan, tetapi juga membuka ruang bagi kritik dan masukan dari berbagai pihak. Ia menyebutkan bahwa para admin media sosial pemerhati Kota Jakarta juga diundang untuk memberikan informasi mengenai kerusakan jalan, pungli, dan isu lainnya.
Tantangan Jakarta dan Peran Masyarakat
Chico menyebutkan sejumlah tantangan yang dihadapi pemerintah daerah saat ini, termasuk Jakarta. Salah satunya adalah pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat. Menurutnya, kondisi tersebut membuat kerja sama antara pemerintah provinsi dan masyarakat menjadi semakin penting, terutama dalam memberikan masukan dan kritik yang membangun.
Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Pramono–Rano
Tema pembangunan Jakarta dari bawah, kata Chico, sejalan dengan refleksi satu tahun kepemimpinan Pramono–Rano yang disampaikan dalam peringatan di Taman Bendera Pusaka pada 20 Februari 2026. Konsep tersebut menekankan bahwa upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global harus dimulai dari peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama kelompok ekonomi bawah.
Beberapa program yang menjadi prioritas di tahun pertama pemerintahan Pramono–Rano antara lain:
- Penebusan ijazah
- Layanan Transjabodetabek
- Pasukan putih
- Kartu Jakarta Pintar
- KJP Plus
- Program beasiswa S1, S2, dan S3
- Penggratiskan transportasi umum bagi 15 golongan masyarakat
Gaya Kepemimpinan yang Tenang dan Berhasil
Dalam kesempatan itu, Chico menilai gaya kepemimpinan Pramono dan Rano lebih menekankan kerja nyata dibandingkan narasi politik yang berlebihan. Ia menyebutkan bahwa Mas Pram dan Bang Doel bekerja tanpa gembar-gembor narasi, namun hasilnya bisa terlihat melalui berbagai proyek seperti Taman Bendera Pusaka dan Jembatan JIS-Ancol yang sudah rampung.
“Memang nuansa dan narasinya adem tenteram Pak Pramono, beliau mengapresiasi gubernur sebelumnya dan melanjutkan legacy gubernur sebelumnya,” tambahnya.











