Peningkatan Minat Masyarakat terhadap Pembiayaan Emas di Bank Muamalat
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat peningkatan minat masyarakat terhadap produk pembiayaan emasnya, yaitu Solusi Emas Hijrah (SOLEH), seiring meningkatnya kesadaran masyarakat menjadikan emas sebagai instrumen investasi sekaligus perlindungan nilai aset. Hal ini menunjukkan bahwa emas kini tidak hanya dianggap sebagai barang berharga, tetapi juga sebagai alat untuk mengamankan kekayaan dalam situasi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Sekretaris Perusahaan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, Hayunaji, menjelaskan bahwa secara historis, ketegangan geopolitik sering kali mendorong masyarakat beralih ke emas sebagai aset yang aman. “Memanasnya situasi geopolitik global, termasuk di kawasan Timur Tengah, secara historis mendorong peningkatan minat masyarakat terhadap emas sebagai safe haven asset. Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, emas sering menjadi pilihan utama masyarakat untuk menjaga nilai kekayaan,” ujarnya.
Menurut Hayunaji, fenomena ini juga terlihat dari tren permintaan pembiayaan emas di Bank Muamalat yang cenderung meningkat. Masyarakat kini semakin menyadari bahwa emas tidak hanya berfungsi sebagai instrumen investasi, tetapi juga sebagai alat lindung nilai. Selain itu, emas dinilai sebagai aset riil yang relatif stabil dibandingkan sejumlah instrumen keuangan lainnya. Banyak nasabah memanfaatkan emas sebagai bagian dari strategi perencanaan keuangan jangka panjang.
Tren Pertumbuhan Positif pada Bisnis Pembiayaan Emas
Dari sisi kinerja, Bank Muamalat mencatat pertumbuhan positif pada bisnis pembiayaan emas, baik dari sisi volume pembiayaan, nilai transaksi, maupun jumlah nasabah. Meskipun data detail tentang peningkatan hingga saat ini belum diungkapkan, tren yang tercatat hingga 2025 menunjukkan lonjakan signifikan. Pembiayaan Solusi Emas Hijrah melonjak 33 kali lipat secara tahunan dengan pertumbuhan mencapai Rp1,1 triliun. Sementara itu, jumlah rekening (number of account) juga meningkat tajam 1.218% menjadi 24.335 rekening sepanjang 2025.
Faktor-faktor yang Mendorong Pertumbuhan
Hayunaji menjelaskan beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut, antara lain:
- Meningkatnya literasi masyarakat terhadap investasi berbasis emas.
- Kemudahan akses pembelian melalui aplikasi Muamalat DIN.
- Fleksibilitas tenor pembiayaan.
- Penguatan ekosistem emas bersama mitra logam mulia.
Skema Produk Solusi Emas Hijrah (SOLEH)
Dalam skema produk Solusi Emas Hijrah (SOLEH), nasabah dapat memiliki emas dengan cara yang lebih terencana. Bank terlebih dahulu membeli emas dari mitra penyedia logam mulia seperti Antam, Hartadinata Abadi Tbk, dan Galeri24. Emas tersebut kemudian dijual kepada nasabah menggunakan akad murabahah. Nasabah selanjutnya membayar emas tersebut secara cicilan dengan tenor pembiayaan yang fleksibel, mulai dari tiga hingga sepuluh tahun. Skema ini memungkinkan masyarakat memiliki emas tanpa harus menyiapkan dana besar di awal.
Selain itu, harga dan margin pembiayaan telah disepakati sejak awal sehingga memberikan kepastian bagi nasabah. Proses pengajuan pembiayaan juga dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi Muamalat DIN.
Strategi untuk Menggenjot Pertumbuhan Bisnis Emas
Ke depan, Bank Muamalat melihat bisnis emas memiliki prospek yang cerah, khususnya dalam industri perbankan syariah yang berbasis pada aset riil. “Ke depan, Bank Muamalat memposisikan bisnis emas bukan sekadar produk pelengkap, tetapi sebagai salah satu pilar pertumbuhan consumer financing,” jelas Hayunaji.
Untuk menggenjot pertumbuhan bisnis ini, Bank Muamalat menyiapkan sejumlah strategi, antara lain:
- Memperkuat ekosistem emas syariah melalui perluasan kerja sama dengan mitra logam mulia serta penguatan rantai pasok emas yang aman dan transparan.
- Terus mendorong digitalisasi layanan melalui aplikasi Muamalat DIN agar masyarakat dapat mengakses pembiayaan emas secara lebih mudah, cepat, dan praktis.
- Aktif meningkatkan literasi investasi syariah kepada masyarakat agar emas dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
- Mengoptimalkan jaringan distribusi melalui kantor cabang serta tenaga pemasaran untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk pembiayaan emas.
“Dengan berbagai strategi tersebut, Bank Muamalat optimistis bisnis pembiayaan emas akan terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat di tengah ketidakpastian global,” tandasnya.











