Perubahan Kebijakan Tarif dan Peluang Pasar Kendaraan Terjangkau
Kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah Kanada menandai perubahan signifikan dalam hubungan dagang antara dua negara tersebut. Sebelumnya, Kanada menerapkan tarif tambahan sebesar 100 persen pada Oktober 2024, yang menyebabkan bea masuk meningkat hingga 106,1 persen. Hal ini secara efektif menghentikan arus ekspor kendaraan listrik China ke Kanada. Namun, dengan penghapusan tarif tambahan ini, pemerintah Kanada memberikan kesempatan bagi produsen kendaraan listrik asal China untuk kembali memasuki pasar mereka.
Berdasarkan data dari carnewschina.com, pelonggaran kuota ini akan mencakup total 49.000 kendaraan, termasuk jenis baterai murni (BEV), hibrida, dan plug-in hybrid (PHEV). Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menyediakan kendaraan listrik yang lebih terjangkau bagi warganya. Dalam lima tahun ke depan, lebih dari separuh kendaraan listrik yang diimpor dari China akan berupa model ekonomis dengan harga di bawah 35.000 dolar Kanada. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan harga pasar dan mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Kanada.
Kesiapan Manufaktur China dalam Memenuhi Standar Internasional

Menanggapi peluang ini, Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang China, Cui Dongshu, menyatakan optimisme tinggi terhadap kemampuan merek domestik mereka. Beliau mencatat, “Merek independen China sepenuhnya mampu memenuhi permintaan konsumen Kanada akan kendaraan listrik yang terjangkau.” Keunggulan biaya dan efisiensi produksi massal yang dimiliki BYD serta merek China lainnya menjadi modal utama untuk bersaing dengan merek global yang sudah ada sebelumnya.
Namun, untuk mendapatkan persetujuan penjualan final, kendaraan BYD harus melewati serangkaian pengujian ketat. Hal ini mencakup sertifikasi Standar Keselamatan Kendaraan Bermotor Kanada, keamanan baterai, kompatibilitas antarmuka pengisian daya, hingga kepatuhan perangkat lunak dan data. Tidak hanya BYD, raksasa ekspor lainnya seperti Chery juga dilaporkan mulai merekrut tenaga ahli secara masif untuk menangani teknik kendaraan dan sertifikasi regulasi khusus pasar Amerika Utara.
Tren Pertumbuhan Ekspor Mobil Listrik China di Panggung Global

Dibukanya kembali pasar Kanada terjadi di tengah tren ledakan ekspor otomotif China yang memecahkan rekor pada tahun 2025 dengan total 7,098 juta unit. Dari jumlah tersebut, ekspor kendaraan energi baru (NEV) mencapai 2,615 juta unit, atau meningkat tajam sebesar 103,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebelumnya, merek seperti Tesla, Volvo, dan Polestar telah lebih dulu menggunakan basis produksi di China untuk memasok pasar Kanada sebelum hambatan tarif diberlakukan.
Kenaikan ekspor yang pesat ini menunjukkan bahwa kualitas dan teknologi kendaraan listrik China mulai diakui secara luas. Sejarah mencatat bahwa pada tahun 2023, ekspor kendaraan energi baru China ke Kanada sempat melonjak 751 persen sebelum akhirnya jatuh sedalam 92 persen akibat perang tarif. Dengan kuota baru yang diprediksi akan terus berkembang hingga 70.000 unit pada tahun 2030, Kanada kini kembali menjadi medan pertempuran penting bagi BYD dan produsen otomotif global lainnya.











