"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Pemilik Nussa Rara Diduga Selingkuh dengan 5 Wanita, Mantan Istri Bongkar Rahasia Aditya Triantoro

Isu Perselingkuhan dan Kekacauan Hukum yang Menimpa Aditya Triantoro

Aditya Triantoro, pendiri Nussa Rara, kini menjadi sorotan setelah dugaan perselingkuhannya dengan lima wanita selama menikah dengan Annisa Hadiyanti. Isu ini muncul setelah Annisa secara terbuka membongkar borok mantan suaminya dalam sebuah podcast di YouTube C8 Podcast.

Diketahui bahwa Aditya dan Annisa telah bercerai pada tahun 2022. Kini, ia telah menikah kembali dengan Sabrina Farhana, yang diduga pernah menjadi selingkuhannya. Dalam wawancaranya, Annisa mengungkapkan bahwa dirinya memiliki bukti-bukti kuat tentang perselingkuhan suaminya tersebut. Bukti-bukti ini meliputi chat, foto, hingga penggerebekan di hotel.

Annisa menyebutkan bahwa Aditya diduga berselingkuh sejak tahun 2016, namun ia hanya mengetahuinya pada tahun 2018. Saat itu, Aditya tiba-tiba meminta cerai tanpa alasan jelas. “Baru itu ketahuan 2018 karena dia minta cerai, terus Allah tunjukkan. Sama Allah dibuka semuanya,” ujarnya.

Bukti-bukti yang ditemukan oleh Annisa antara lain foto-foto yang menunjukkan Aditya sedang berada di mobil bersama seorang wanita tanpa hijab, serta foto lainnya yang menunjukkan pria tersebut bersama dengan wanita lain yang berhijab. Selain itu, ia juga menyimpan screenshot percakapan antara Aditya dan seorang wanita yang terlihat sangat mesra.

Mirisnya, wanita selingkuhan Aditya diduga menjadi inspirasi dari karakter Umma dalam animasi Nussa Rara. Sosok tersebut diduga adalah Sabrina Farhana, yang kini menjadi istri Aditya.

Pengalaman Buruk di Dunia Bisnis

Setelah mengetahui perselingkuhan suaminya, Annisa sempat memaafkan. Namun, Aditya kembali melakukan kesalahan yang sama. Hal ini berdampak buruk bagi Annisa, terutama dalam dunia bisnis. Setelah diceraikan, ia justru didepak dari perusahaan yang mereka rintis bersama, The Little Giantz.

Saat itu, Annisa berstatus sebagai co-founder sekaligus komisaris Nussa. Ia dipecat secara sepihak saat tengah mengurus proses perceraian di Pengadilan Agama pada 2022 lalu. “Saya sakit hati banget pas dipecat bener-bener nggak ada alasan apa-apa,” ujarnya.

Selain itu, Aditya tiba-tiba menjual IP Nussa Rara ke production house lain senilai Rp 60 miliar tanpa persetujuannya. “Jadi tiba-tiba saya dikeluarin lah dari perusahaan, terus saya bingung kan kenapa jadi personal? Professional, apa apa hubungannya gitu kan,” tambahnya.

Annisa tidak mendapatkan sepeserpun dari penjualan tersebut. Padahal, ia memiliki peran strategis sejak awal pengembangan animasi Nussa, mulai dari perumusan konsep, pengelolaan perusahaan, hingga pengembangan bisnis. “Sebenarnya ada selentingan ya. Kalau exact-nya saya kan nggak bisa lihat tuh yang di paper. Cuma selentingan yang saya dengar sih 4 juta US Dollar (sekitar Rp 60 Miliar),” ujarnya.

Perjuangan Hukum dan Kontroversi

Merasa dirugikan secara materiil dan profesional, Annisa memilih untuk menempuh jalur hukum demi memperjuangkan haknya. Kasus ini pun menjadi perhatian publik, apalagi diwarnai dengan polemik founder Nussa Rara yang diduga berselingkuh dengan lima wanita.

Animasi Nussa pertama kali muncul di YouTube pada 20 November 2018 silam dan menjadi trending. Meledak, animasi tersebut ditayangkan di stasiun televisi swasta Tanah air dan Malaysia. Nussa Rara juga diangkat menjadi film layar lebar yang memenangkan Piala Citra FFI untuk Animasi Terbaik.

Kasus ini terus menjadi perhatian publik, dengan isu perselingkuhan dan keributan hukum yang terjadi. Annisa terus memperjuangkan haknya sebagai bagian dari harta gana-gini.

Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *