"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Bisnis  

Mengukur Kepemimpinan Bundamedik di Tengah Persaingan Rumah Sakit yang Diminati Konglomerat

Persaingan Industri Rumah Sakit yang Semakin Ketat



Industri rumah sakit di Indonesia kini semakin menghadapi persaingan yang sangat ketat. Nama-nama besar dari berbagai konglomerat tanah air mulai memperluas cakupannya, sehingga membuat pelaku usaha kecil atau menengah harus lebih kreatif dan berani dalam menghadapi tantangan ini. Bundamedik, salah satu perusahaan kesehatan yang telah lama berdiri, kini menjadi salah satu yang harus bersaing dengan kompetitor-kompetitor besar tersebut.

Ivan Rizal Sini, seorang penerima manfaat akhir sekaligus Komisaris Utama Bundamedik, mengatakan bahwa ia merasa memiliki tanggung jawab untuk meneruskan warisan bisnis keluarga ini. Menurutnya, bisnis seperti ini tidak hanya sekadar menjalankan operasional, tetapi juga membutuhkan jiwa dan dedikasi dari keluarga sebagai penggerak utamanya.

”Sebagai keluarga, kami memiliki tanggung jawab untuk meneruskan warisan ini. Itu adalah bagian dari sifat bisnis seperti ini. Kami tidak akan mundur,” ujarnya.

Bundamedik awalnya didirikan oleh Rizal Sini pada tahun 1961 sebagai sebuah klinik bersalin. Pada tanggal 27 Maret 1973, klinik tersebut berubah menjadi rumah sakit bersalin. Kini, nama besar Bundamedik diemban oleh generasi kedua dari keluarga Rizal Sini.

Persaingan dengan Grup Besar

Di tengah persaingan yang semakin sengit, banyak grup besar seperti Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) yang merupakan bagian dari Grup Lippo dan Eka Hospital yang bernaung di bawah Grup Sinarmas, mulai memperluas pangsa pasar mereka. Namun, Ivan Rizal Sini tampak tidak gentar menghadapi tantangan ini.

”Kami memiliki tanggung jawab untuk bisa bersaing secara baik di dalam industri yang semakin sesak karena investasi besar-besaran. Kami harus cerdas dalam hal ini, dan saya pikir kami siap untuk itu,” katanya.

Bundamedik terus melakukan strategi untuk mempertahankan citra mereknya serta meningkatkan teknologi yang digunakan. Ivan menegaskan bahwa ia tidak ingin pelanggan hanya melihat Bundamedik sebagai rumah sakit bersalin, namun juga sebagai institusi kesehatan yang lengkap dan profesional.

”Bundamedik sekarang adalah rumah sakit yang agresif dan sangat kompetitif. Kami siap bersaing secara head to head dengan kompetitor lain, tetapi dengan diferensiasi karakter yang menjadi ciri khas kami,” tegasnya.

Inovasi Teknologi dan Perluasan Jaringan

Salah satu langkah inovatif yang akan diambil oleh Bundamedik adalah dengan memboyong sistem robotik baru dalam waktu dekat. Sejak tahun 2013, BMHS sudah menggunakan satu sistem robotik yang telah digunakan selama 13 tahun dan telah melakukan 100 tindakan dalam setahun.

Selama periode tersebut, jumlah tindakan laparoskopi atau bedah minimal invasif yang dilakukan oleh BMHS mencapai 300 kali. Penggunaan robot tersebut mencerminkan 20—30% dari tindakan manual yang biasanya dilakukan.

Selain itu, rencana pembangunan dan akuisisi rumah sakit baru juga sedang dipertimbangkan. Meskipun belum ada detail jelas tentang kapan aksi tersebut akan dilakukan, Ivan mengatakan bahwa perusahaan masih memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk melakukan ekspansi.

”Kami punya kapasitas pendanaan yang cukup. Pertanyaannya adalah seberapa agresif kami ingin bergerak? Dalam satu atau dua tahun terakhir, kami cenderung lebih hati-hati. Tapi, kami akan lebih agresif di masa mendatang,” tambahnya.

Hartono Hamid

Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *