Kris Dayanti Berduka atas Kematian Vidi Aldiano
Penyanyi ternama Kris Dayanti turut berduka atas kematian Vidi Aldiano, seorang penyanyi yang dikenal oleh banyak orang. Ia datang ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir dan memanjatkan doa bagi almarhum.
Kris Dayanti mengungkapkan rasa sedihnya setelah mendengar kabar kematian Vidi Aldiano yang terjadi pada Sabtu (7/3/2026). Ia tiba di rumah duka dengan pakaian serba hitam, menunjukkan rasa belasungkawa yang dalam. Lokasi rumah duka berada di Jalan Kecapi 57 Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.
Vidi Aldiano meninggal dunia karena penyakit kanker ginjal yang ia derita selama enam tahun terakhir. Penyakit ini pertama kali diketahui pada tahun 2019. Meski telah berjuang melawan sakit tersebut, akhirnya ia tidak bisa lagi bertahan.
Dalam suasana duka, Kris Dayanti mengingat kenangan lama tentang Vidi Aldiano. Ia mengaku sudah mengenal Vidi sejak ia masih anak-anak. Pertemuan mereka terjadi sekitar 25 tahun lalu ketika KD sedang menjalani kegiatan syuting di rumah orang tua Vidi.
“Saya sangat simpati ketika teman, sahabat, sedih. Saya juga mengenal Bapak Harry Kiss dari ibu, keluarga papa mamanya Vidi,” kata Kris Dayanti saat berada di rumah duka.
Ia juga menyampaikan rasa syukur karena masih sempat bertemu dengan kedua orang tua Vidi Aldiano. “Alhamdulillah bisa bertemu dengan Bapak dan Mama dalam keadaan sehat.”
KD juga menyebutkan bahwa Vidi memiliki sifat hangat kepada orang di sekitarnya. “Anaknya hangat ya. Kita satu rasi bintang, Aries. Jadi lahirnya saya tanggal 24, dia 29. Jadi saya sedikit tahu banyak.”
Terakhir kali Kris Dayanti bertemu dengan Vidi Aldiano adalah sekitar sebulan lalu dalam sebuah acara pernikahan. Saat itu, ia melihat betapa baiknya sifat Vidi.
Lokasi Pemakaman Jenazah Vidi Aldiano
Jenazah Vidi Aldiano akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Minggu (8/3/2026) pukul 09.00 WIB. Sebelum prosesi pemakaman, jenazah akan disalatkan terlebih dahulu di masjid dekat rumah duka.
Prosesi pemakaman akan dimulai dengan salat jenazah di masjid sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah itu, jenazah akan dibawa ke TPU Tanah Kusir sekitar pukul 09.00 WIB.
Kabar tentang pemakaman Vidi Aldiano disampaikan oleh ayahnya, Harry Aprianto Kissowo, melalui unggahan di Instagram pribadinya. Ia juga menyebutkan bahwa Vidi meninggal tepat di hari 17 Ramadan.
“Berita Pemakaman Vidi Aldiano. Innalilahi wa innailaihi rojiun. Telah Berpulang Menuju Cahaya Ilahi, Anak saya : Oxavia Aldiano bin Harry Aprianto Kissowo. Sore tadi pukul 16.33, 17 Ramadhan 1447 H. Rumah duka Alm. Vidi Aldiano. Jl. Kecapi 57 Cilandak Barat, kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan,” tulis Harry.
Enam Tahun Vidi Aldiano Berjuang Melawan Kanker
Vidi Aldiano mengidap penyakit kanker ginjal selama enam tahun. Dalam unggahan Instagram-nya, ia menyebut penyakit ini sebagai hadiah dari Tuhan. Ia mengaku banyak perubahan yang terjadi dalam hidupnya sejak diagnosis tersebut.
“Hari ini tepat 6 tahun saya berkenalan dengan hadiah Tuhan berupa Kanker. Banyak perubahan sejak hari itu. Banyak prioritas berubah. Mindset shifted,” tulis Vidi.
Meskipun menghadapi cobaan tersebut, Vidi tetap bersyukur atas hal-hal yang sebelumnya tidak ia sadari. Ia menjadikan pengalaman ini sebagai hikmah dalam kehidupannya.
Profil Vidi Aldiano
Vidi Aldiano memiliki nama lengkap Oxavia Aldiano. Ia dikenal sebagai penyanyi solo di Indonesia. Lagu-lagunya seperti Nuansa Bening dan Status Palsu cukup populer.
Lahir di Jakarta pada 29 Maret 1990, Vidi Aldiano memasuki usia 36 tahun pada tahun ini. Ia mulai mengenal musik sejak kecil, dibimbing oleh ibundanya yang merupakan seorang guru piano.
Orang tua Vidi Aldiano pernah menjadi pengisi acara musik di TVRI. Ayahnya bernama Harry Kiss dan ibunya bernama Besbarini. Sejak kecil, Vidi sudah mengenal alat musik piano.
Di usia balita, Vidi pernah meraih juara kedua dalam kompetisi penyanyi tingkat kanak-kanak. Ia sering diandalkan sebagai duta kesenian sekolah sejak Sekolah Dasar (SD).
Pendidikan Vidi Aldiano dilanjutkan di Universitas Pelita Harapan jurusan Teknik Elektro. Ia juga menyelesaikan pendidikan magisternya di University of Manchester, Inggris.
Karier Vidi Aldiano di dunia musik dimulai sebagai penyanyi solo. Pada tahun 2005, ia tampil di panggung Java Jazz. Meski awalnya menghadapi penolakan, akhirnya ia berhasil sukses.
Vidi Aldiano pernah ditolak saat audisi Indonesian Idol pada tahun 2006. Bahkan, ia juga ditolak oleh enam perusahaan rekaman. Namun, pada tahun 2008, seorang produser akhirnya bersedia membantunya berkembang.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











