Perintah Evakuasi Massal di Lebanon oleh Militer Israel
Militer Israel telah mengeluarkan perintah evakuasi massal di puluhan lokasi di Lebanon, termasuk dua lingkungan di Beirut selatan. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan serangan balasan dari Hizbullah atas serangan yang sebelumnya dilancarkan oleh IDF (Israel Defense Forces).
Pengambilan kebijakan ini juga diiringi dengan penempatan pasukan tambahan di sejumlah titik di wilayah Lebanon selatan. Menurut keterangan Juru bicara militer Israel, Letkol Nadav Shoshani, penempatan pasukan tersebut merupakan langkah pertahanan garis depan di sepanjang perbatasan dengan Lebanon. Ia menegaskan bahwa tindakan ini bukanlah operasi darat, melainkan manuver taktis untuk menjaga keselamatan warga sipil.
Dalam pernyataan resmi di Telegram, juru bicara militer berbahasa Arab Avichay Adraee meminta warga di sekitar 50 titik segera meninggalkan rumah mereka demi keselamatan, menjelang aksi militer yang disebut akan segera dilakukan. Peringatan terpisah ditujukan kepada warga di kawasan Ghobeiry dan Haret Hreik, yang disebut berada dekat fasilitas dan kepentingan Hezbollah yang akan menjadi target operasi militer Israel dalam waktu dekat.
Serangan Balasan Hizbullah
Sementara itu, pemerintah Lebanon pada Senin mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan melarang aktivitas militer dan keamanan Hizbullah. Kebijakan tersebut memicu kecaman dari kelompok yang didukung Iran itu. Hizbullah, yang memiliki perwakilan di pemerintahan dan parlemen Lebanon, mengaku telah meluncurkan roket dan drone ke arah Israel pada Senin pagi.
Israel membalas dengan serangan ke pinggiran selatan Beirut serta puluhan desa di Lebanon selatan, dan berjanji akan membuat kelompok tersebut membayar harga mahal. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan itu menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai sedikitnya 149 lainnya.
Tewasnya Petinggi Hizbullah
Sebelumnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melakukan serangan ke wilayah Lebanon pada Senin pagi. Atas serangan itu, Mohammad Raad dilaporkan tewas. Raad merupakan pemimpin fraksi parlemen gerakan Hizbullah di Lebanon. Namun demikian, belum ada konfirmasi resmi yang menyatakan jika Raad benar-benar tewas atas serangan IDF tersebut.
Menurut laporan, serangan IDF menyasar sasaran-sasaran Hizbullah sebagai balasan atas peluncuran beberapa proyektil ke wilayah utara Israel semalam sebelumnya. Pernyataan resmi dari militer Israel menyebut telah menargetkan sejumlah figur senior Hizbullah di Beirut dan selatan Lebanon, meskipun nama-nama korban belum dikonfirmasi secara independen oleh otoritas internasional saat ini.
Mohammad Raad merupakan politisi senior Lebanon yang dikenal luas sebagai tokoh penting dalam organisasi politik dan militer Hizbullah. Ia lahir pada 22 Agustus 1955 di Beirut dan sejak awal 1990-an aktif di parlemen Lebanon sebagai wakil daerah Nabatieh. Sejak tahun 2000, ia menjabat pemimpin blok parlemen Loyalty to the Resistance Bloc, yang merupakan sayap politik dari gerakan Hizbullah di parlemen Lebanon.
Reaksi dan Dampak Politik
Kabar tewasnya Raad muncul di tengah eskalasi konflik yang lebih luas antara Israel dan berbagai kelompok militan yang didukung Iran di Timur Tengah. Serangan Israel terhadap target di Lebanon dilakukan setelah Hizbullah menembakkan roket ke wilayah utara Israel, langkah yang disebut oleh IDF sebagai keterlibatan langsung Hizbullah dalam konflik saat ini.
Reaksi dan dampak politik dari kabar tersebut dipandang oleh sejumlah analis sebagai kemungkinan memperdalam ketegangan antara Israel dan sekutu-sekutunya di kawasan, terutama Iran. Sementara itu, respons politik di dalam Lebanon dapat berubah signifikan jika kabar tersebut dikonfirmasi secara resmi.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Lebanon atau pernyataan balasan dari Hizbullah yang dirilis ke publik. Berita ini masih berkembang, dan berbagai pihak terus menunggu pernyataan resmi untuk menguatkan atau mengklarifikasi klaim tersebut serta implikasinya terhadap konflik yang lebih luas di kawasan.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











