"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Bisnis  

Pesan Ketua Organda-Kadishub Bali untuk Green SM dan Taksi Komotra

Peremajaan Armada Taksi Komotra dan Kolaborasi dengan Green SM Bali

Koperasi Taksi Komotra, salah satu koperasi taksi tertua di Pulau Dewata, menghadapi tantangan finansial yang signifikan pasca-pandemi. Tahun 2022 lalu, perusahaan ini berupaya melakukan peremajaan armada untuk memperkuat posisi mereka di pasar transportasi lokal. Namun, rencana tersebut mengalami hambatan karena adanya kesalahpahaman dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang disepakati dengan investor. Meskipun beberapa unit mobil telah diperbarui, proses tersebut hanya berlangsung selama satu tahun sebelum terhenti.

Akibatnya, Koperasi Taksi Komotra harus melakukan pengembalian modal kepada investor, yang semakin memperburuk kondisi keuangan mereka. Selain itu, persaingan ketat dengan taksi berbasis aplikasi online juga memberi tekanan tambahan. Di samping itu, aturan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali tentang batas usia maksimal armada taksi mulai mendekati masa tenggang waktu. Sayangnya, kondisi finansial yang tidak memungkinkan membuat peremajaan armada menjadi sulit dilakukan.

Jika tidak segera dilakukan, kuota taksi Komotra bisa dicabut dan dialihkan ke koperasi lain oleh Dishub. Untuk mengatasi hal ini, pihak Dishub memberikan saran agar peremajaan armada dilakukan dengan menggunakan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV). Penjajakan dilakukan dengan berbagai investor dan perusahaan, hingga akhirnya sebuah perusahaan layanan pemesanan mobil listrik asal Vietnam, SM Green, menunjukkan minat untuk ekspansi bisnis ke Bali.

Inisiatif dan Visi Bersama

Pada acara soft launch Green SM Bali bersama Taksi Komotra, Jumat (27/2/2026) kemarin di Parkir Timur Lapangan Niti Mandala Renon, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bali, I Nyoman Arthaya Sena, menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas transportasi di Bali. Ia menyoroti sensitivitas situasi saat ini, di mana banyak jasa transportasi ilegal yang belum memiliki izin resmi.

Arthaya Sena meminta jajaran Dishub untuk melakukan penataan transportasi agar semua kendaraan memiliki izin. “Saat ini, angkutan sewa khusus sekitar 95 persen belum berizin,” ujarnya. Untuk itu, pertemuan antara Dishub dan stakeholder dilakukan guna menertibkan angkutan sewa khusus yang tidak berizin. Hal ini bertujuan agar seluruh kuota dan jumlah kuota yang dimiliki oleh angkutan aplikasi online jelas dan terang, sehingga penetapan tarif bisa dilakukan secara transparan.

Regulasi dan Pengembangan Lingkungan

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bali, I Kadek Mudarta, menjelaskan bahwa saat ini terdapat enam koperasi dan satu badan usaha sebagai pelaku bisnis taksi di Bali, termasuk Koperasi Taksi Komotra. Peremajaan armada taksi yang dilakukan Komotra berkolaborasi dengan Green SM dari sisi entitas bisnis merupakan strategi untuk meraih keunggulan operasional serta memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen.

Dari sisi regulasi, usia kendaraan yang digunakan untuk angkutan tidak dalam trayek maksimum 10 tahun. Setelah itu, kendaraan harus diremajakan secara berkala demi memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dan menjaga keramahan lingkungan. Ini sesuai dengan visi Gubernur Bali Wayan Koster yang ingin menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan pelestarian lingkungan.

Pemberdayaan Sumber Daya Lokal

Pihak Kadishub juga berpesan kepada pelaku taksi lainnya agar dalam peremajaan armada taksi dengan kendaraan listrik menjadi bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Bali. Hal ini akan membantu membangun ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Bali.

Selain itu, pihaknya pun berpesan kepada Green SM dan Taksi Komotra agar dalam seluruh operasionalnya mengedepankan pemberdayaan sumber daya lokal Bali. Mereka juga diminta untuk membekali sumber daya manusia lokal dalam hal ini pengemudinya dengan beberapa hal, seperti jiwa service yang baik dan pemahaman aturan lalu lintas.

Ekspansi Green SM dan Layanan di Bali

Laporan Indonesia Tourism Outlook 2025 mencatat adanya pergeseran berkelanjutan menuju perjalanan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, hal ini menegaskan relevansi mobilitas listrik dalam perencanaan pembangunan jangka panjang. Berdasarkan proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), jumlah tenaga kerja hijau di Indonesia diperkirakan mencapai 4,8 hingga 5,3 juta orang pada 2029, mencerminkan potensi ekonomi yang luas dari sektor industri berkelanjutan.

Managing Director Green SM Indonesia, Deny Tjia, menyatakan bahwa kemitraan dengan Taksi Komotra mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem mobilitas yang berkualitas dan tertata dengan baik di Indonesia. Dengan memadukan kendaraan listrik, pengembangan pengemudi profesional, serta standar operasional yang jelas, pihaknya ingin mendukung ambisi Bali dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan sekaligus menghadirkan perjalanan yang aman, andal, dan nyaman bagi masyarakat.

Harapan dan Strategi Masa Depan

Ketua Koperasi Komotra, H. Hasbi, menyatakan bangga dapat bermitra dengan Green SM untuk menghadirkan layanan taksi listrik di Bali. “Mobilitas listrik akan menjadi bagian dari standar baru dalam mendukung pariwisata dan transportasi sehari-hari di Pulau Dewata,” imbuh H. Hasbi. Melalui kolaborasi ini, pihaknya ingin memberikan layanan yang lebih baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan, sekaligus mempersiapkan diri menuju masa depan transportasi yang berkelanjutan.

Peluncuran layanan di Bali menjadi tonggak strategis berikutnya dalam ekspansi Green SM di Indonesia, setelah sebelumnya hadir di sejumlah kota utama seperti Jakarta, Makassar, Bekasi, dan Surabaya. Di kota-kota tersebut, layanan Green SM mendapat sambutan positif dari masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara yang mengapresiasi armada kendaraan listrik yang bersih, pengemudi profesional, serta standar keselamatan yang terstruktur.

Seiring dengan semakin luasnya jangkauan layanan di berbagai wilayah, Green SM berkomitmen terus mengembangkan ekosistem mobilitas listrik yang ramah lingkungan, berkualitas, dan memberikan manfaat ekonomi bagi semua pihak.

Promo dan Pengembangan Armada

Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-238 Kota Denpasar, Green SM menghadirkan promo potongan tarif sebesar 25 persen maksimal hemat hingga Rp238.000 per perjalanan dalam periode terbatas. Saat ini jumlah armada Green SM Komotra Taksi Bali baru 25 unit dari total sebanyak 300 unit yang akan dioperasikan. Satu hingga dua bulan kedepan diperkirakan seluruh armada taksi sudah tiba di Bali dan dapat beroperasi penuh.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *