Pemanfaatan Teknologi AI dalam Dunia Kesehatan
Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia kini semakin luas, terutama dalam berbagai sektor industri, termasuk dunia medis. Teknologi ini diklaim mampu membantu dokter dalam proses pemeriksaan kanker agar lebih cepat dan akurat. Dengan semakin meningkatnya tantangan dalam dunia medis, seperti banyaknya kasus kanker yang baru terdiagnosis pada stadium lanjut, penggunaan AI menjadi solusi untuk meningkatkan tingkat keberhasilan pengobatan.
Tantangan dalam Diagnosis Kanker
Di Indonesia, tingkat kematian akibat kanker mencapai 240 ribu dari total 400 ribu kasus. Hal ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan diagnosis yang tepat. Dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Raffles Jakarta, para ahli onkologi membahas bagaimana AI dapat memperkuat sistem diagnosis kanker payudara dan skrining kanker paru.
AI Bantu Akurasi dan Percepat Deteksi Awal Penyakit Kanker
Dr. Patricia Diana Prasetyo, Msi.Med, Sp.PA menjelaskan bahwa AI tidak bertindak sebagai pengganti dokter, tetapi memperkuat sistem pemeriksaan. AI membantu membaca data dan pola untuk memastikan pasien mendapatkan terapi yang tepat. “AI akan menganalisa, memberikan pola, dan laporannya akan digunakan oleh saya dan dokter patolog lainnya. Kami tidak sepenuhnya mempercayai hasil AI, jadi kami melakukan evaluasi ulang sebelum merilis hasil,” jelasnya.
AI Dapat Deteksi HER2 Lebih Akurat, Bantu Diagnosis Kanker Payudara

Kasus kanker payudara pada tahun 2020 mencapai 65 ribu kasus baru dengan lebih dari 22 ribu kematian. Penggunaan AI membantu mengidentifikasi tipe kanker serta mendeteksi status ekspresi HER2 secara lebih konsisten dan akurat. Batas antara HER2-Low dan Ultralow sangat tipis, sehingga sulit dideteksi tanpa bantuan AI. AI HER2 pertama di Indonesia sebagai first reader membantu dokter membaca hasil pemeriksaan.
Dalam Skrining Kanker Paru, AI Bantu Tandai Area yang Dicurigai

Selain kanker payudara, AI juga digunakan untuk mempercepat skrining kanker paru. Dr. Dewi Tantra Hardiyanto, Sp.Rad, menjelaskan bahwa AI berperan sebagai second reader untuk menandai area paru yang mencurigakan. “AI membantu memberikan gambaran supaya dokter radiologi bisa lebih cepat melihat adanya kelainan paru,” ujarnya.
AI Terbukti Tingkatkan Deteksi Kanker Payudara dan Paru

Menurut data studi ASCO Annual Meeting 2025, penggunaan AI sebagai pendamping penilaian HER2 meningkatkan akurasi hingga 92%. Teknologi ini juga meningkatkan konsistensi antar pemeriksa dari 66% menjadi 82%, serta meningkatkan deteksi HER2-ultra low sebesar 40% dibandingkan penilaian konvensional. Di sisi lain, AI dalam deteksi kanker paru membantu menandai nodul yang perlu dikaji karena tidak semua nodul bersifat ganas.
Kerja Sama AstraZeneca dan Siloam International Hospitals
Pemanfaatan AI dalam deteksi kanker adalah hasil kerja sama antara AstraZeneca dan Siloam International Hospitals melalui software Qure.ai. Ini merupakan langkah strategis untuk mendukung tenaga medis dalam mempercepat proses pemeriksaan. Studi internasional telah membuktikan bahwa AI digunakan sebagai alat bantu, bukan pengambil keputusan yang menggantikan dokter.
FAQ Seputar AI dalam Dunia Kesehatan
-
Apakah AI bisa mendeteksi penyakit?
AI digunakan dalam diagnosis penyakit melalui analisis citra medis dengan tingkat akurasi tinggi. -
Apakah dokter bisa digantikan dengan AI?
AI bisa mengambil alih tugas teknis, tetapi sisi kemanusiaan dalam praktik kedokteran tetap tak tergantikan. -
Bagaimana peran AI dalam dunia kesehatan?
AI merevolusi layanan medis dengan meningkatkan efisiensi, akurasi diagnosis, dan pemantauan pasien secara real-time.
Review Film Esok Tanpa Ibu, Keterlibatan AI dalam Hubungan Keluarga
Tren Global Teknologi AI dalam Industri Kecantikan, Inovatif!
Apakah Kanker Paru-Paru Stadium 3 Bisa Sembuh Total? Ini Kata Medis











