"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Dedi Mulyadi Soroti Kewajiban Perusahaan Terkait Utang Warga Jabar Korban TPPO di Sikka

Masalah Utang Kasbon yang Menghambat Pekerja di Sikka

Sebanyak 12 korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), terjebak dalam utang kasbon yang membuat mereka tidak bisa berhenti bekerja. Hal ini menjadi salah satu permasalahan utama yang dihadapi para korban sejak mereka bekerja sebagai lady companion (LC) di Pub Eltras Maumere.

Korban-korban tersebut adalah warga Jawa Barat yang bekerja di tempat tersebut. Menurut keterangan dari Ketua Relawan Untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F), Sr. Fransiska Imakulata alias Suster Ika, utang kasbon menjadi salah satu hambatan bagi para korban untuk meninggalkan pekerjaan mereka. Dugaannya, utang tersebut dibuat oleh perusahaan dan mengikat para pekerja agar tidak bisa mudah berhenti bekerja.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa pihaknya siap melunasi utang tersebut, tetapi akan memastikan terlebih dahulu apakah perusahaan telah memenuhi kewajibannya. Ia menegaskan bahwa utang yang muncul harus diteliti akar masalahnya terlebih dahulu.

“Kami lihat dulu utangnya diakibatkan oleh apa. Sebelum mereka (terduga korban) membayar utangnya, apa sih kewajiban perusahaan? Sudah dipenuhi atau tidak?” ujar Dedi Mulyadi saat berada di Kantor TRUK-F, Sikka, Senin (23/2/2026) pagi.

Dedi Mulyadi juga menyatakan bahwa dirinya tidak keberatan untuk melunasi utang para korban. “Kalau permasalahan utang yang ditimbulkan, saya bayarin. Enggak ada masalah,” tambahnya.

Proses Hukum Terus Berlanjut Meskipun Korban Pulang

Meski 12 orang korban telah pulang ke Jawa Barat, proses penyidikan kasus hukum tetap berlangsung hingga tuntas. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa proses hukum akan terus berjalan meskipun para korban sudah kembali ke kampung halaman.

“Dalam rangka memastikan yang 13 korban ini dalam keadaan sehat, dalam keadaan selamat, dan dalam keadaan baik. Sehingga mereka bisa kembali ke Jawa Barat,” ujar Dedi kepada awak media di kantor TRUK F Maumere.

Ia juga menjelaskan bahwa proses hukum terkait dugaan TPPO ini akan terus berjalan, mulai dari penyelidikan, penyidikan, penetapan tersangka, hingga pelengkapan berkas di kejaksaan jika diperlukan.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap memberikan pendampingan hingga perkara tersebut selesai,” tegas Dedi Mulyadi.

Penjemputan Korban Dilakukan Langsung oleh Gubernur

Pemulangan 12 korban dilakukan langsung oleh Dedi Mulyadi, yang hadir untuk memastikan kondisi para perempuan tersebut dalam keadaan baik sebelum kembali ke kampung halaman. Mereka terbang dari NTT menuju Jabar dengan pesawat Susi Air.

Domi Tukan, kuasa hukum Eltras Pub Maumere, sebelumnya menegaskan bahwa manajemen membantah seluruh tudingan yang dialamatkan kepada kliennya. Menurut Domi, hanya 12 dari 13 pekerja yang memiliki fasilitas kasbon sesuai kontrak kerja, sedangkan satu orang lainnya tidak.

“Hanya 12 orang yang mempunyai kasbon, satu orang tidak,” ucap Domi.

Awal Terungkapnya Kasus

Kasus ini pertama kali terungkap setelah laporan dari perempuan asal Bandung berinisial N alias S yang mengeluhkan pekerjaannya sebagai lady companion di salah satu pub dan karaoke di Kota Maumere. N mengaku tidak dapat memutus kontrak kerja karena terikat utang kasbon sebesar Rp 12 juta.

Laporan tersebut langsung diterima oleh Ketua TRUK-F, Sr. Fransiska Imakulata. Setelah itu, TRUK-F berkoordinasi dengan pihak Polres Sikka guna memastikan keselamatan korban serta penanganan hukum lebih lanjut.

Sekitar pukul 17.00 WITA, Kasat Reskrim Polres Sikka, IPTU Reinhard Dionisius Siga, bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sikka, melakukan pengamanan terhadap korban. Korban diketahui berinisial N alias S, perempuan berusia 24 tahun, lahir di Bandung pada 1 Januari 2002.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *