Penangkapan Mantan Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor
Pada hari Kamis (19/02), mantan pangeran Inggris, Andrew Mountbatten-Windsor, ditangkap oleh kepolisian Inggris karena dicurigai melanggar hukum saat menjabat posisi publik. Penangkapan ini terjadi tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-66. Ia ditangkap di Sandringham, Norfolk, tempat ia tinggal sejak diminta meninggalkan rumah besar di Windsor, Royal Lodge. Sejumlah polisi disebut menggeledah dua lokasi tersebut.
Andrew Mountbatten-Windsor menghadapi banyak tuduhan terkait hubungannya dengan mendiang pelaku kejahatan pelecehan seksual asal Amerika Serikat, Jeffrey Epstein. Namun, penangkapan ini tidak terkait dengan tuduhan pelanggaran seksual. Menurut Kepolisian Thames Valley, mereka sedang meninjau pengaduan atas dugaan pertukaran dokumen rahasia oleh sang mantan pangeran—saat dia menjadi utusan perdagangan Kerajaan Bersatu (UK)—dengan Epstein.
Siapa Jeffrey Epstein dan Hubungannya dengan Andrew?
Jeffrey Epstein adalah seorang manajer dana lindung nilai para miliarder. Ia meninggal pada 2019 saat mendekam di penjara atas tuduhan perdagangan seks dan konspirasi. Pemeriksa medis di New York menyatakan bahwa kematiannya disebabkan bunuh diri.
Pada 2005, orang tua seorang gadis berusia 14 tahun memberitahu kepolisian Florida di AS bahwa Epstein telah melecehkan putri mereka di rumahnya di Palm Beach. Penyelidikan polisi menemukan foto-foto para gadis di rumahnya. Epstein dijatuhi hukuman 18 bulan penjara dan dibebaskan dengan masa percobaan setelah 13 bulan.
Pada Juli 2019, Epstein ditangkap di New York, setelah kembali dari Paris dengan pesawat jet pribadinya. Pada Agustus di tahun yang sama, dia ditemukan tewas di selnya di Lembaga Pemasyarakatan Metropolitan New York, tempat ia ditahan sembari menunggu persidangan federal. Saat itu, Epstein dituduh membayar gadis-gadis di bawah usia 18 tahun untuk melakukan tindakan seksual di beberapa rumah mewahnya di Manhattan dan Florida antara tahun 2002 dan 2005. Namun, dia membantah kejahatan itu dan mengaku tidak bersalah atas tuduhan terhadapnya.
Penangkapan Andrew dan Tuduhan Terkait Dokumen Rahasia
Mantan pangeran Andrew menghadapi banyak tuduhan terkait hubungannya dengan mendiang pelaku kejahatan pelecehan seksual asal AS, Jeffrey Epstein. Akan tetapi, penangkapan Andrew disebut tidak terkait dengan tuduhan pelanggaran seksual. Menurut Kepolisian Thames Valley, mereka sedang meninjau pengaduan atas dugaan pertukaran dokumen rahasia oleh sang mantan pangeran—saat dia menjadi utusan perdagangan Kerajaan Bersatu (UK)—dengan Epstein.
Andrew Mountbatten-Windsor sebelumnya membantah terlibat dalam pelanggaran apa pun terkait Epstein. Meskipun demikian, dia belum menanggapi BBC untuk memberikan tanggapan atas tuduhan spesifik terkait dengan dirilisnya jutaan berkas Epstein pada Januari 2026.
Peran Raja Charles III dalam Kasus Ini
Raja Charles III mengatakan ia “mengetahui dan prihatin” tentang penangkapan Andrew dan menambahkan bahwa “hukum harus ditegakkan”. Hal ini menunjukkan bahwa keluarga kerajaan secara resmi mengakui adanya proses hukum yang sedang berlangsung terhadap mantan anggota kerajaan tersebut.
Kontroversi Mengenai Hubungan Andrew dengan Virginia Giuffre
Dalam kasus perdata pada 2021 di AS, Virginia Giuffre menuduh Andrew melakukan pelecehan seksual terhadapnya. Dalam dokumen pengadilan, dia mengatakan telah menjadi korban perdagangan seks dan pelecehan oleh Jeffrey Epstein sejak berusia 16 tahun. Dia juga mengaku “dipinjamkan” kepada pria-pria berpengaruh lainnya seperti Andrew, yang telah melakukan pelecehan seksual pada tiga kesempatan terpisah sebelum dirinya berusia 18 tahun.
Andrew secara konsisten membantah tudingan Virginia dan berkata dalam program Newsnight BBC bahwa dia tidak ingat pernah bertemu dengan Virginia. Kedua pihak disebut mencapai kesepakatan di luar pengadilan pada 2022. Andrew mesti membayar Virginia sejumlah uang yang tidak diungkapkan, dan tanpa mengakui kesalahan.
Buku Otobiografi Virginia Giuffre: “Nobody’s Girl”
Dalam buku otobiografi mendiang berjudul Nobody’s Girl, Virginia mengatakan dia takut akan “mati sebagai budak seks” di tangan Epstein dan lingkarannya. Di antara lingkaran kejahatan itu juga terdapat mantan pacar Epstein, Ghislaine Maxwell, yang saat ini menjalani hukuman penjara selama 20 tahun karena perdagangan seks anak.
Virginia merinci soal pelecehan seksual sadis Epstein, yang menyebabkannya “sangat kesakitan sehingga saya berdoa agar saya tak sadarkan diri”. Ia juga menceritakan bagaimana Maxwell meminta Andrew yang kala itu berusia 41 tahun untuk menebak umur Virginia. Ia “menebak dengan benar, 17”, ucap Virginia, sembari menambahkan: “Putri-putri saya (Putri Beatrice dan Putri Eugenie) sedikit lebih muda dari kamu.”
Wawancara Andrew dengan BBC Newsnight
Pada wawancara dengan BBC Newsnight pada 2019, Andrew membantah tudingan bahwa dia telah berhubungan seks dengan Virginia dan mengklaim ia membawa Putri Beatrice ke restoran Pizza Express pada malam yang dimaksudkan dalam buku itu. Ia juga berkeras bahwa dia bukanlah pria yang digambarkan Virginia sebagai “pria basah yang berkeringat”.
Namun, surat kabar kemudian menerbitkan foto-foto yang diambil pada periode yang sama yang menunjukkan Andrew tampak berkeringat. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kebenaran pernyataan Andrew.
Penyelidikan Polisi Inggris Terkait Informasi Negatif tentang Virginia
Kepolisian Metropolitan London “secara aktif menyelidiki” sebuah laporan surat kabar yang menyebutkan Andrew meminta seorang petugas yang ditempatkan sebagai pengawalnya “untuk mencari informasi negatif” tentang Virginia pada 2011. Laporan yang dimuat Mail on Sunday, mengatakan Andrew memberikan tanggal lahir dan nomor Jaminan Sosial AS kepada pengawalnya untuk mencoba mengungkap apakah Virginia memiliki catatan kriminal atau informasi lain yang bisa merugikannya.
Nama Keluarga Mountbatten-Windsor dan Asal Usulnya
Nama keluarga Mountbatten-Windsor merupakan gabungan nama keluarga mendiang Ratu Elizabeth II dan suaminya, Pangeran Philip. Dibuat pada 1960 untuk keturunan mereka, nama ini digunakan oleh Andrew untuk mendaftarkan pernikahannya dengan Sarah Ferguson.
Pada 1917, saat Perang Dunia Pertama, Raja George V takut terhadap sentimen anti-Jerman di Inggris. Dia lalu mengubah nama keluarganya dari Saxe-Coburg dan Gotha yang berasal dari Jerman menjadi Windsor, sesuai nama kastil. Sementara itu, dari pihak ayah Andrew, neneknya, Putri Alice dari Battenberg, juga mengubah nama keluarganya menjadi Mountbatten.
Skandal Perdagangan Seks Anak Jeffrey Epstein
Skandal perdagangan seks anak Jeffrey Epstein melibatkan banyak tokoh penting. Dokumen persidangan yang baru-baru ini dirilis mengungkapkan siapa saja nama tokoh yang disebut dalam kasus tersebut. Beberapa dari mereka termasuk tokoh-tokoh ternama seperti Donald Trump, Elon Musk, dan Bill Gates. Namun, tidak ada informasi yang menyebutkan keberadaan orang Indonesia dalam dokumen tersebut.











