Dr Muhammad Hasbi Hasyim Terpilih sebagai Ketua KKSS Tarakan
Seorang dokter spesialis penyakit dalam, dr Muhammad Hasbi Hasyim, resmi terpilih sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Tarakan melalui mekanisme voting. Dalam proses pemilihan tersebut, ia mendapatkan 14 suara dari total 26 suara yang dijagokan. Sebagai sosok yang telah lama berkontribusi dalam dunia kesehatan, ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah menjadikan KKSS sebagai rumah besar yang memberikan manfaat nyata bagi perantau Sulawesi Selatan, khususnya mereka yang kesulitan secara ekonomi.
Fokus pada Gerakan Sosial
dr Muhammad Hasbi Hasyim menekankan bahwa kepengurusan KKSS harus mampu mengakomodir berbagai elemen masyarakat, termasuk perempuan dan pemuda. Ia menyatakan bahwa program kerja ke depan akan mencakup iuran rutin anggota, bantuan kesehatan, serta kegiatan sosial yang dapat memberdayakan seluruh anggota. Hal ini bertujuan untuk membangun rasa memiliki terhadap organisasi dan memastikan bahwa KKSS tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga lembaga yang benar-benar hadir untuk membantu sesama.
Proses Pemilihan yang Dinamis
Proses pemilihan ketua KKSS Tarakan berlangsung dinamis. Awalnya sempat muncul usulan agar penentuan ketua dilakukan secara musyawarah. Namun akhirnya forum sepakat tetap melalui mekanisme voting. dr Muhammad Hasbi Hasyim mengungkapkan bahwa meskipun ada perbedaan pilihan, hal itu bukan alasan untuk terpecah. Bahkan setelah proses pemungutan suara, ia dan kandidat lain tetap saling merangkul, menunjukkan komitmen untuk menjaga soliditas dan persatuan.
Tanggung Jawab yang Berat
Meski awalnya merasa berat menerima pencalonan dirinya, dr Muhammad Hasbi Hasyim yakin bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengabdi di kerukunan. Ia mengatakan bahwa mengurus rumah sakit dengan jumlah pasien ribuan orang saja sudah sangat berat, apalagi mengelola seluruh warga Sulawesi Selatan di Tarakan. Namun, semangatnya untuk membantu sesama perantau menguatkan niatnya.
Perjalanan Karier dan Kontribusi
Perjalanan dr Muhammad Hasbi Hasyim di Tarakan dimulai sejak tahun 2004. Ia datang sebagai dokter spesialis penyakit dalam untuk memperkuat layanan hemodialisis atau cuci darah di RSUD dr. H. Jusuf SK. Dalam perjalanan waktu, ia dipercaya menjadi Wakil Direktur Pelayanan dan kemudian menjadi Pelaksana Tugas Direktur sebelum akhirnya didefinitifkan sebagai Direktur hingga 2020. Setelah masa jabatan berakhir, ia kembali ke posisi fungsional sebagai dokter spesialis penyakit dalam.
Tahun 2025, ia resmi pensiun di usia 65 tahun. Namun, pengabdiannya tidak berhenti. Ia masih diminta membantu sebagai karyawan BLUD, meskipun tidak lagi digaji oleh pemerintah.
Harapan untuk Masa Depan KKSS
dr Muhammad Hasbi Hasyim ingin KKSS tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga lembaga yang benar-benar hadir untuk membantu anggotanya. Ia berharap ada iuran rutin dari anggota, meski jumlahnya kecil, seperti Rp10 ribu atau Rp20 ribu per bulan. Dana tersebut akan menjadi anggaran untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu.
Selain itu, rencana kegiatan sosial seperti sunatan massal, bantuan kesehatan, serta kegiatan olahraga dan budaya bagi pemuda Sulawesi Selatan di Tarakan juga menjadi bagian dari agenda yang akan dirancang setelah kepengurusan terbentuk.
Kehidupan Pribadi dan Komitmen
Sebagai alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dan alumni SMA 1 Makassar, dr Muhammad Hasbi Hasyim memiliki kehidupan pribadi yang lengkap. Ia adalah ayah dari delapan anak dan telah dikaruniai tiga cucu. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman profesional yang luas, ia berkomitmen untuk menjadikan KKSS sebagai organisasi yang bermanfaat bagi seluruh perantau Sulawesi Selatan di Tarakan.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











